Konten dari Pengguna

Mengenal Trick or Treat, Tradisi Halloween yang Dinantikan Anak-anak

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Trick or Treat Tradisi Halloween Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Trick or Treat Tradisi Halloween Foto: Unsplash

Trick or treat sudah menjadi tradisi yang melekat dengan perayaan Halloween. Setiap tahun, tradisi unik ini selalu dinantikan oleh anak-anak hingga remaja, khususnya bagi mereka yang tinggal di negara barat.

Mengutip buku Why? World Festival – Festival Dunia karangan YeaRimDang (2020), Halloween merupakan perayaan yang digelar setiap 31 Oktober. Perayaan ini identik dengan penggunaan kostum hantu dan hal-hal berbau mistis.

Halloween sebenarnya menjadi bagian dari tradisi suku Kelt asal Irlandia pada 500-an SM. Kala itu, suku Kelt menggelar upacara untuk memperingati Dewa Kematian dan menyambut malam tahun baru mereka yang selalu jatuh pada 31 Oktober.

Suku Kelt memiliki kepercayaan bahwa orang yang sudah mati akan kembali pada 31 Oktober. Oleh karena itu, mereka harus menggunakan topeng hantu agar roh-roh tidak membuat rumah menjadi dingin dan merasuki mereka.

Lantas, apa yang dimaksud dengan trick or treat? Mengapa tradisi ini dilakukan ketika Halloween? Daripada penasaran, langsung saja simak penjelasannya berikut.

Ilustrasi Trick or Treat Tradisi Halloween Foto: Unsplash

Apa Itu Trick or Treat?

Mengutip situs History, trick or treat adalah tradisi di mana anak-anak akan mengenakan kostum menyeramkan dan meminta permen di malam Halloween. Anak-anak akan berdandan menyerupai hantu, misalnya mumi, drakula, frankenstein, nenek sihir, hingga serigala.

Namun sekarang ini, kostum halloween semakin modern. Banyak orang yang berdandan menyerupai pahlawan super, tokoh kartun, hingga selebriti terkenal.

Nah, selain menggunakan kostum, anak-anak akan membawa keranjang untuk membawa permen. Biasanya, keranjang tersebut berbentuk labu Jack O’ Lantern.

Selanjutnya, mereka akan menghampiri rumah tetangga satu per satu dan mengucapkan “trick or treat!” untuk meminta permen, cokelat, atau kue. Apabila pemilik rumah tidak memberikan camilan, anak-anak akan menjahili orang dewasa tersebut.

Asal-usul tradisi trick or treat sebenarnya belum jelas. Namun, sebagian besar orang berpendapat bahwa tradisi itu berkaitan dengan festival Samhain Celtic Kuno yang dirayakan setiap malam 31 Oktober.

Ilustrasi Trick or Treat Tradisi Halloween Foto: Unsplash

Mengutip situs Farmer’s Almanac, orang-orang Celtic percaya bahwa orang mati akan kembali ke bumi pada festival Samhain. Karenanya, mereka akan berkumpul untuk menyalakan api unggun, mempersembahkan kurban, dan memberi penghormatan kepada orang mati di hari tersebut.

Penduduk Celtic juga kerap menggunakan kostum yang terbuat dari kulit binatang untuk mengusir hantu. Meja perjamuan diisi dengan makanan untuk menenangkan roh-roh yang berkeliaran.

Seiring berjalannya waktu, banyak orang yang menggunakan kostum hantu dan melakukan pertunjukan dengan imbalan makanan dan minuman. Tradisi yang disebut mumming ini dianggap sebagai pendahulu trick or treat.

Pada abad kesembilan, Kekristenan mulai menyebar ke tanah Celtic. Sejak saat itu, banyak orang-orang miskin yang mengunjungi rumah-rumah keluarga kaya untuk menerima kue yang disebut kue jiwa.

Kue tersebut menjadi imbalan atas doa yang diberikan untuk arwah kerabat sang pemilik rumah. Kebiasaan ini kemudian dikenal dengan nama souling.

Tradisi souling semakin berkembang dan mengalami perubahan nama menjadi trick or treat. Makna religius pada tradisi souling telah menghilang seiring perubahan zaman. Kini, trick or treat dikenal sebagai tradisi yang menyenangkan.

(GTT)