Mengenal Wabah Penyakit Tha’un yang Terjadi Pada Masa Rasulullah SAW

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penyakit tha’un adalah masalah kesehatan yang sempat mewabah di zaman Rasulullah SAW. Penyakit ini menjadi pelajaran bagi umat Islam pada masa itu untuk terus meningkatkan keimanan kepada Allah SWT.
Karena seluruh penyakit di dunia datangnya dari Allah SWT dan hanya Dia yang mampu menyembuhkan. Sebagaimana tercantum dalam Surat Yunus ayat 57 berikut.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ قَدْ جَآءَتْكُم مَّوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَشِفَآءٌ لِّمَا فِى ٱلصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ
Artinya: “Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.”
Menukil dari buku Rahasia Sunnah Nabi karya Syaikh Abdel Daem Kahee, ketika penyakit tha’un mewabah, Rasulullah SAW mengajarkan pada umatnya untuk tidak lari. Tujuannya agar wabah tidak menyebar semakin luas.
Bahkan, orang yang sehat pun tidak boleh meninggalkan negeri yang sedang terkena wabah. Selain itu, Rasulullah SAW juga melarang orang dari luar memasuki daerah wabah.
Penyebab Penyakit Tha’un
Mengutip buku Worldview Islam, tha’un merupakan penyakit menular yang dapat menyebabkan kematian. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri Pasterella pestis. Bakteri ini dibawa oleh Xenopsella cheopis (kutu anjing) yang berasal dari darah tikus.
Artinya, wabah tha’un pertama kali terjadi pada tikus. Kemudian menyebar ke manusia melalui darah tikus dalam kutu anjing. Masa inkubasi penyakit tha’un terjadi selama 2-12 hari. Penderitanya harus menjalani karantina serta pengobatan khusus.
Hadits Mengenai Penyakit Tha’un
Karena dampaknya yang sangat besar, wabah penyakit tha’un banyak dijelaskan dalam hadits-hadits sahih. Berikut hadis mengenai penyakit tha’un yang dikutip dari buku Kitab Istighfar dan Rahasia Sunnah Nabi.
1. Tha’un adalah kesyahidan
Seorang Muslim yang meninggal karena wabah penyakit tha’un termasuk ke dalam golongan orang yang mati syahid.
Dari Anas ra., mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Thaun adalah kesyahidan bagi setiap Muslim.” (HR. Ahamad, Bukhari, Muslim, dan al-Hakim)
2. Siksa untuk Bani Israil sekaligus pedoman dalam mengatasi wabah selanjutnya
Penyakit tha’un disebut sebagai balasan dari Allah SWT atas kekejian golongan Bani Israil. Dari kisah wabah penyakit ini dapat dipetik pelajaran tentang bagaimana cara Rasulullah SAW menangani wabah yang terjadi di suatu daerah dan tidak membiarkannya tersebar lebih luas lagi.
Rasulullah SAW bersabda, “Thaun itu adalah sisa-sisa kekejian atau siksa yang dikirimkan kepada segolongan Bani Israil. Jika kamu sedang berada pada suatu tempat dan ada wabah tersebut, maka janganlah kalian keluar darinya. Jika terjadi pada suatu daerah dan kalian tidak sedang di dalamnya maka janganlah kalian memasukinya.” HR. Al-Bukhari dan Muslim)
(DND)
