Konten dari Pengguna

Mengenal Wali Hakim dalam Pernikahan Lengkap dengan Ketentuannya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi menikah di pesawat Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menikah di pesawat Foto: Shutter Stock

Pernikahan adalah salah satu sunah Nabi yang dianjurkan pelaksanaannya bagi umat Islam. Barangsiapa yang ikhlas menjalaninya, ia akan dijanjikan pahala separuh agama. Rasulullah SAW bersabda:

"Apabila seorang hamba menikah, telah sempurna separuh agamanya. Maka takutlah kepada Allah SWT untuk separuh sisanya" (HR. Al Baihaqi dalam Syu'abul Iman).

Ketika melangsungkan pernikahan, seorang Muslim hendaknya memenuhi rukun dan syaratnya terlebih dahulu. Ini dilakukan supaya ikatan pernikahan tersebut menjadi sah dan berkah di sisi Allah Swt.

Mengutip buku Pendidikan Agama Islam SMA Kelas XII, wali nikah menjadi salah satu syarat yang harus dipenuhi kedua mempelai. Wali nikah ada dua macam, salah satunya adalah wali hakim. Apa itu wali hakim? Untuk mengetahuinya, simak penjelasan berikut.

Pengertian Wali Hakim dalam Pernikahan

Wali hakim adalah wali yang diangkat oleh calon pengantin apabila wali nasab sudah tidak ada, berhalangan hadir, atau melimpahkan tanggung jawabnya kepada wali hakim. Sesuai dengan namanya, wali ini umumnya berasal dari hakim atau qadhi.

Ilustrasi Menikah. Foto: Pixabay

Adapun yang termasuk wali hakim antara lain kepala pemerintahan, khalifah, penguasa, atau qadhi nikah yang diberi wewenang oleh kepala negara untuk menikahkan wanita yang berwali hakim. Bila orang-orang itu tidak ada, wali hakim bisa berasal dari orang terkemuka di suatu masyarakat.

Kedudukan wali hakim sangat penting dalam pernikahan. Diriwayatkan pada sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:

"Wanita mana saja yang menikahkan tanpa seizin walinya, maka nikahnya batal, nikahnya batal, nikahnya batal, apabila telah terjadi hubungan suami istri, maka laki-laki itu wajib membayar mahar atas sikapnya yang telah menghalalkan kehormatan wanita tersebut. Apabila para wali enggan menikahkan seorang wanita, maka pihak penguasa (hakim) bertindak sebagai wali bagi orang yang tidak mempunyai wali" (HR. Ahmad).

Meski penting, tugas wali hakim tidak boleh digunakan dengan sembarangan. Mengutip buku Fiqih Keluarga Terlengkap oleh Rizem Aizid, peran wali hakim hanya boleh digunakan dalam pernikahan dengan sebab:

  • Tidak ada wali nasab;

  • Tidak cukup syarat-syarat wali aqrab atau wali ab'ad;

  • Wali aqrab ghaib atau pergi dalam perjalanan sejauh dua hari perjalanan;

  • Wali aqrab dipenjara atau tidak bisa ditemui;

  • Wali aqrab-nya batil;

  • Wali aqrab-nya berbelit-belit atau mempersulit;

  • Wali aqrab-nya ihram;

  • Wali aqrab-nya sendiri yang akan menikah; dan

  • Wanita yang akan dinikahi gila, tetapi sudah dewasa dan wali mujbir tidak ada.

com-Ilustrasi Pasangan Menikah Foto: Shutterstock

Dalam pasal 23 ayat (1) Kompilasi Hukum Islam juga disebutkan, "Wali hakim baru dapat bertindak sebagai wali nikah apabila wali nasab tidak ada atau tidak mungkin menghadirkannya atau tidak diketahui tempat tinggalnya atau gaib atau adlal atau enggan".

Dalam keterangan lain dikatakan bahwa wali hakim tidak boleh menikahkan wanita yang belum baligh. Selain itu, ia juga tidak diperkenankan menikahkan kedua pihak yang tidak sekufu', pernikahan yang tidak mendapat izin dari mempelai wanita, ataupun pernikahan yang berada di luar daerah kekuasaannya.

Syarat wali hakim sama saja seperti wali nasab, yaitu mukallaf (dewasa, beragama Islam, dan sehat akalnya), adil (tidak melakukan dosa-dosa besar dan tidak terus-menerus melakukan dosa dosa kecil), dan berjenis kelamin laki-laki.

(MSD)

Frequently Asked Question Section

Apa itu wali hakim?

chevron-down

Wali hakim adalah wali yang diangkat oleh calon pengantin apabila wali nasab sudah tidak ada, berhalangan hadir, atau melimpahkan tanggung jawabnya kepada wali hakim.

Apa syarat wali hakim yang harus dipenuhi?

chevron-down

Mukallaf (dewasa, beragama Islam, dan sehat akalnya), adil (tidak melakukan dosa-dosa besar dan tidak terus-menerus melakukan dosa dosa kecil), dan berjenis kelamin laki-laki.

Kapan wali hakim dapat bertindak sebagai wali nikah?

chevron-down

Wali hakim baru dapat bertindak sebagai wali nikah apabila wali nasab tidak ada atau tidak mungkin menghadirkannya atau tidak diketahui tempat tinggalnya atau gaib atau adlal atau enggan.