Konten dari Pengguna

Mengenal Warna Liturgi Saat Perayaan Kenaikan Tuhan Yesus Kristus

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Misa. Foto: Gecio Viana/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Misa. Foto: Gecio Viana/ANTARA FOTO

Umat Kristiani akan memperingati Hari Kenaikan Yesus Kristus pada Kamis, 14 Mei 2026. Perayaan ini menandai peristiwa kenaikan Yesus Kristus ke surga setelah 40 hari kebangkitan-Nya.

Pada momen penuh makna tersebut, umat biasanya mengikuti misa atau ibadah bersama keluarga maupun komunitas gereja. Selain mempersiapkan diri secara rohani, jemaat juga dianjurkan mengenakan pakaian yang sopan dan pantas sebagai bentuk penghormatan selama ibadah berlangsung.

Agar suasana liturgi terasa lebih khidmat, jemaat dapat menyesuaikan warna busana dengan warna liturgi yang digunakan pada perayaan Kenaikan Tuhan Yesus. Warna liturgi sendiri mencerminkan pesan iman dan suasana perayaan dalam tradisi gerejawi.

Lantas, apa warna liturgi untuk memperingati Kenaikan Yesus Kristus? Simak informasi lengkapnya berikut ini.

Warna Liturgi Hari Kenaikan Yesus Kristus

Ilustrasi Misa. Foto: Fakhri Hermansyah/ANTARA FOTO

Mengutip buku Hari Raya Liturgi dan Pesan Pastoral Gereja karya Rasid Rachman, warna liturgi yang digunakan pada perayaan Hari Kenaikan Yesus Kristus adalah putih. Warna ini melambangkan kesucian, kemuliaan, serta sukacita atas kebangkitan dan kenaikan Yesus Kristus ke surga.

Berikut beberapa fungsi dan makna penggunaan warna liturgi pada perayaan kenaikan Yesus Kristus:

Penerapan Warna Liturgi Kenaikan Yesus Kristus

Selain menjadi acuan dalam penggunaan busana, warna putih juga sebaiknya digunakan pada berbagai perlengkapan dan dekorasi gereja untuk menciptakan suasana ibadah yang lebih khidmat dan selaras dengan makna perayaan. Berikut beberapa penerapannya:

  • Antependia di mimbar

  • Taplak altar

  • Banner di dinding

  • Spanduk

  • Bendera

  • Stola

  • Aksesori liturgi

  • Rangkaian bunga

Makna Warna Liturgi pada Perayaan Kenaikan Yesus Kristus

Romo Yohanes Deodatus memimpin ibadah misa kenaikan Isa Almasih di Gereja Katedral, Jakarta, Kamis (9/5/2024). Foto: Akbar Nugroho Gumay/ANTARA FOTO

Pada perayaan Kenaikan Tuhan Yesus, para imam dan petugas liturgi biasanya mengenakan stola atau busana berwarna putih selama prosesi ibadah berlangsung. Penggunaan warna tersebut memiliki makna rohani yang mendalam bagi umat Kristiani.

Dikutip dari Southern Living, warna putih melambangkan rahmat, serta Kebangkitan Yesus Kristus yang menjadi puncak sukacita umat Kristiani. Melalui warna ini, gereja mengajak umat untuk merenungkan beberapa makna berikut:

  • Melambangkan kesucian dan kemurnian kasih Yesus Kristus

  • Menjadi simbol kemenangan Kristus atas maut dan dosa

  • Menggambarkan kemuliaan Yesus yang naik ke surga

  • Mengingatkan umat pada harapan akan keselamatan dan kehidupan kekal

Penggunaan Warna Putih dalam Liturgi Gereja

Suasana pelaksanaan Misa Hari Raya Paskah di Katedral Jakarta, Minggu (5/4/2026). Foto: Jeni Ritanti/kumparan

Secara umum, warna putih kerap digunakan di berbagai perayaan besar yang berkaitan dengan Kristus, terutama yang mencerminkan kemuliaan, kesucian, dan sukacita. Selain Hari Kenaikan Yesus Kristus, warna ini juga digunakan dalam sejumlah perayaan serta sakramen penting lainnya.

Mengutip laman Katedral Jakarta, berikut beberapa perayaan dan sakramen yang identik dengan warna putih:

  1. Hari Raya Natal

  2. Hari Raya Paskah

  3. Perayaan Santa Maria

  4. Peringatan para malaikat dan orang kudus yang bukan martir

  5. Sakramen baptisan

  6. Sakramen pernikahan

Baca Juga: 30 Tema Kenaikan Yesus Kristus 2026 yang Inspiratif untuk Ibadah

(ANB)