Mengenal Warna Liturgi Saat Perayaan Kenaikan Tuhan Yesus Kristus

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Umat Kristiani akan memperingati Hari Kenaikan Yesus Kristus pada Kamis, 14 Mei 2026. Perayaan ini menandai peristiwa kenaikan Yesus Kristus ke surga setelah 40 hari kebangkitan-Nya.
Pada momen penuh makna tersebut, umat biasanya mengikuti misa atau ibadah bersama keluarga maupun komunitas gereja. Selain mempersiapkan diri secara rohani, jemaat juga dianjurkan mengenakan pakaian yang sopan dan pantas sebagai bentuk penghormatan selama ibadah berlangsung.
Agar suasana liturgi terasa lebih khidmat, jemaat dapat menyesuaikan warna busana dengan warna liturgi yang digunakan pada perayaan Kenaikan Tuhan Yesus. Warna liturgi sendiri mencerminkan pesan iman dan suasana perayaan dalam tradisi gerejawi.
Lantas, apa warna liturgi untuk memperingati Kenaikan Yesus Kristus? Simak informasi lengkapnya berikut ini.
Warna Liturgi Hari Kenaikan Yesus Kristus
Mengutip buku Hari Raya Liturgi dan Pesan Pastoral Gereja karya Rasid Rachman, warna liturgi yang digunakan pada perayaan Hari Kenaikan Yesus Kristus adalah putih. Warna ini melambangkan kesucian, kemuliaan, serta sukacita atas kebangkitan dan kenaikan Yesus Kristus ke surga.
Berikut beberapa fungsi dan makna penggunaan warna liturgi pada perayaan kenaikan Yesus Kristus:
Penerapan Warna Liturgi Kenaikan Yesus Kristus
Selain menjadi acuan dalam penggunaan busana, warna putih juga sebaiknya digunakan pada berbagai perlengkapan dan dekorasi gereja untuk menciptakan suasana ibadah yang lebih khidmat dan selaras dengan makna perayaan. Berikut beberapa penerapannya:
Antependia di mimbar
Taplak altar
Banner di dinding
Spanduk
Bendera
Stola
Aksesori liturgi
Rangkaian bunga
Makna Warna Liturgi pada Perayaan Kenaikan Yesus Kristus
Pada perayaan Kenaikan Tuhan Yesus, para imam dan petugas liturgi biasanya mengenakan stola atau busana berwarna putih selama prosesi ibadah berlangsung. Penggunaan warna tersebut memiliki makna rohani yang mendalam bagi umat Kristiani.
Dikutip dari Southern Living, warna putih melambangkan rahmat, serta Kebangkitan Yesus Kristus yang menjadi puncak sukacita umat Kristiani. Melalui warna ini, gereja mengajak umat untuk merenungkan beberapa makna berikut:
Melambangkan kesucian dan kemurnian kasih Yesus Kristus
Menjadi simbol kemenangan Kristus atas maut dan dosa
Menggambarkan kemuliaan Yesus yang naik ke surga
Mengingatkan umat pada harapan akan keselamatan dan kehidupan kekal
Penggunaan Warna Putih dalam Liturgi Gereja
Secara umum, warna putih kerap digunakan di berbagai perayaan besar yang berkaitan dengan Kristus, terutama yang mencerminkan kemuliaan, kesucian, dan sukacita. Selain Hari Kenaikan Yesus Kristus, warna ini juga digunakan dalam sejumlah perayaan serta sakramen penting lainnya.
Mengutip laman Katedral Jakarta, berikut beberapa perayaan dan sakramen yang identik dengan warna putih:
Hari Raya Natal
Hari Raya Paskah
Perayaan Santa Maria
Peringatan para malaikat dan orang kudus yang bukan martir
Sakramen baptisan
Sakramen pernikahan
Baca Juga: 30 Tema Kenaikan Yesus Kristus 2026 yang Inspiratif untuk Ibadah
(ANB)
