Konten dari Pengguna

Mengenal Watak Tembang Pocung beserta Contohnya untuk Mengingat Kematian

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kuburan. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kuburan. Foto: Pixabay

Tembang pocung adalah tembang yang mengandung makna perjalanan manusia. Pocung atau pucung merupakan tembang macapat yang biasanya digunakan untuk mengingat kematian.

Secara bahasa, tembang pocung berasal dari kata "pocong", merujuk pada jenazah yang sudah dikafani dan hendak dikebumikan. Menurut Wafa Aldawamy dalam buku Filsafat Ku, tembang ini umumnya mengisahkan perjalanan akhir kehidupan manusia di dunia.

Kelak, manusia akan pergi ke alam baka dan kekal di dalamnya. Mereka akan kembali pada Sang Pencipta untuk mempertanggungjawabkan semua perbuatannya di dunia. Bagaimana watak tembang pocung?

Watak Tembang Pocung

Nasihat kematian seharusnya disampaikan dengan rasa haru, duka, dan kesedihan. Kerapkali nasihat kematian juga disampaikan dengan nada yang serius. Namun, ketentuan ini tidak berlaku pada tembang pocung.

Ilustrasi kuburan. Foto: Pixabay

Watak tembang pocung lebih santai dan disampaikan dengan cara menghibur. Tembang pocung kerap diselipkan candaan, humor, dan teka-teki lucu. Ini bertujuan untuk memudahkan penyampaian pesan kepada khalayak yang mendengarnya.

Watak lain dari tembang pocung yaitu kata "cung" yang sifatnya lucu. Ucapan ini memiliki makna kesegaran dan kelucuan, sehingga memberikan suasana dan kesan yang santai. Dikutip dari Seni Tutur Madihin oleh Abdul Salam, berikut contoh tembang pocung yang bisa Anda simak:

Ngelmu iku kelakone kanthi laku

Lekase lawan kas

Tegese kas nyantosani

Setya budya pengekesing dur angkara

Artinya:

llmu itu bisa diperoleh hanya dengan keunggulan

Caranya harus khusyuk

Karena khusyuk itu kuat

Setiapada budi luhur memberantas kejahatan

Ilustrasi kuburan. Foto: Pixabay

Guru gatra tembang pocung di atas ada empat karena terdiri atas empat baris kalimat. Guru wilangannya adalah 12, 6, 8, dan 12.

Kalimat pada baris pertama berjumlah 12 suku kata (wanda), baris kedua 6 suku kata, baris ketiga 8 suku kata, dan baris keempat 12 suku kata. Guru lagu atau bunyi akhir suku kata dari setiap kalimatnya bervokal [u], [a], [i], [a].

Simak contoh tembang pocung selanjutnya:

Kerras lamon ta' akerres rogi ongghu

Tanto nemmo palang

Ngaddhu bângal ta' papekker

Padâna aperrang ta'ngeba ghaghaman

Isi tembang pocung di atas mengandung ungkapan kerras lamon ta' akerres rogi ongghu, yaitu pesan bahwa setiap melakukan pekerjaan atau tindakan perlu dipikir terlebih dahulu. Sebab, jika tidak, maka akan berakibat fatal pada diri sendiri.

(MSD)

Frequently Asked Question Section

Apa itu tembang pocung?

chevron-down

Tembang pocung adalah tembang yang mengandung makna perjalanan manusia. Pocung atau pucung merupakan tembang macapat yang biasanya digunakan untuk mengingat kematian.

Bagaimana watak tembang pocung?

chevron-down

Watak tembang pocung lebih santai dan disampaikan dengan cara menghibur. Tembang pocung kerap diselipkan candaan, humor, dan teka-teki lucu. Ini bertujuan untuk memudahkan penyampaian pesan kepada khalayak yang mendengarnya.

Seperti apa contoh tembang pocung?

chevron-down

Ngelmu iku kelakone kanthi laku Lekase lawan kas Tegese kas nyantosani Setya budya pengekesing dur angkara Artinya: llmu itu bisa diperoleh hanya dengan keunggulan Caranya harus khusyuk Karena khusyuk itu kuat Setiapada budi luhur memberantas kejahatan