Mengetahui Cermin Cembung, Sinar Istimewa dan Sifat Bayangan dalam Ilmu Fisika

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam pembagian ilmu fisika, cermin cembung adalah cermin yang memiliki permukaan melengkung ke luar. Cermin ini memantulkan bayangan ke luar dan memiliki sifat divergen. Berkas cahaya yang datang ke permukaan cermin cembung akan dipantulkan kembali dari satu titik, kemudian menyebar ke titik lainnya.
Bagian tengah cermin cembung cenderung lebih dekat ke objek dibandingkan bagian tepinya. Dalam permukaannya juga terdapat titik imajiner yang memiliki jarak sama antar titiknya.
Bayangan yang dibentuk oleh cermin cembung bersifat maya tegak diperkecil. Cermin cembung biasanya terdapat pada kaca spion kendaraan dan penggunaan lensa pada kamera.
Sinar Istimewa Cermin Cembung
Cermin cembung memiliki ciri khas yang membedakannya dengan cermin cekung. Cermin cembung memiliki sinar istimewa dalam bentuknya, yaitu:
Sinar datang yang sejajar sumbu utama akan dipantulkan seolah-olah dari fokus.
Sinar datang yang menuju R akan dipantulkan kembali dari R.
Sinar datang yang menuju titik fokus akan dipantulkan sejajar dengan sumbu utama.
Sifat Bayangan Cermin Cembung
Jika benda lebih kecil daripada panjang fokus cermin cembung (s < f), maka:
Bersifat maya karena bayangan berada di belakang cermin cembung, tegak, apabila benda jauh dari cermin cembung ukuran akan semakin kecil dan bayangan yang semakin menjauh.
Jika jarak benda setara dengan panjang titik fokus cermin cembung (s = f) maka:
Bersifat maya karena bayangan terletak di belakang cermin, tegak diperkecil (ukuran bayangan 1/2 dari ukuran benda), dan jarak bayangan lebih kecil ketimbang jarak benda (jarak bayangan 1/2 dari jarak benda).
Jika jarak benda lebih besar ketimbang panjang fokus dan lebih kecil ketimbang jari-jari kelengkungan cermin cembung (f < s < R) maka:
Bersifat maya karena bayangan terletak di belakang cermin cembung, tegak diperkecil (ukuran bayangan lebih kecil ketimbang ukuran benda), apabila benda semakin jauh maka bayangan pun akan mengikutinya.
Jika jarak benda setara dengan jari-jari kelengkungan cermin cembung (s = R) maka:
Bersifat maya karena bayangan terletak di belakang cermin cembung, tegak diperkecil (ukuran bayangan 1/3 dari ukuran benda), jarak bayangan lebih kecil ketimbang jarak benda (jarak bayangan 1/3 dari jarak benda)
Jika jarak benda lebih besar ketimbang jari-jari kelengkungan cermin cembung (s > R) maka:
Bersifat maya karena bayangan terletak di belakang cermin cembung, tegak diperkecil (ukuran bayangan lebih kecil ketimbang ukuran benda), jarak bayangan lebih kecil ketimbang jarak benda (bayangan lebih dekat dengan cermin, sedangkan benda lebih jauh dari cermin).
(HDP)
