Mengetahui Kode ICD-10 Abdominal Pain untuk Diagnosis Nyeri Abdomen

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada beberapa kode yang perlu dipahami oleh tenaga medis, salah satunya adalah kode ICD-10 abdominal pain. Kode ini diperlukan untuk mempermudah proses diagnosis dan riset penyakit nyeri abdomen.
Perlu diketahui, International Classification of Disease 10 atau ICD-10 merupakan klasifikasi penyakit berdasarkan anatomi dan fungsi tubuh secara keseluruhan yang tercatat dalam Major Diagnostic Categories.
Kode ini tidak hanya digunakan untuk diagnosis penyakit, namun diperlukan juga untuk kajian assesment kualitas keluaran, pemaparan indikasi, penagihan biaya, dan masih banyak lagi. Hal ini sebagaimana dikutip dari buku Rekam Medis dalam Manajemen Informasi Kesehatan.
Nah, untuk memperkaya pengetahuan, mari simak kode ICD-10 abdominal pain dan penjelasan penyakitnya lewat artikel di bawah ini.
Kode ICD-10 Abdominal Pain dan Penjelasannya
Abdominal pain atau nyeri abdomen merupakan gejala umum yang kerap dialami banyak orang. Dalam dunia medis, kode ICD-10 abdominal pain adalah R10.4 (other and unspecified abdominal pain).
Berdasarkan informasi dari buku At a Glance Ilmu Bedah Edisi 3 karya Pierce A. Grace dan Neil R. Borley, nyeri abdomen adalah sensasi subyektif tidak menyenangkan yang terjadi di setiap regio abdomen.
Lebih sederhana, nyeri abdomen merupakan sensasi tidak nyaman di bagian bawah tepi tulang rusuk hingga sekitar lipat paha. Nyeri ini dapat muncul secara tiba-tiba (akut), kambuhan (kronis), atau progresif (semakin parah).
Menurut Leonardo W. Permana (2020) dalam buku Nyeri Abdomen Akut: Simtom Tantangan Diagnostik, nyeri abdomen dapat dibedakan menjadi tiga jenis, antara lain:
1. Nyeri Viseral
Nyeri viseral atau otonomik merupakan nyeri yang muncul pertama kali pada gangguan abdominal. Biasanya, pasien kesulitan menentukan lokasi nyeri viseral dengan satu jari, sehingga mereka harus melayangkan telapak tangan di atas area yang terasa nyeri.
Nyeri otonomik bisa dipicu oleh kontraksi, distensi, atau penarikan berlebihan pada organ berongga, seperti ureter, vesika felea, dan traktus digestivus; serta peregangan kapsul organ pada lien, hepar, dan ren. Ada beberapa tanda nyeri viseral, yakni:
Wajah pucat
Keringat berlebih
Nausea
Vomitus
Gelisah
Lokasi nyeri tidak bisa ditunjuk dengan satu jari
2. Nyeri Parietal
Nyeri parietal ditimbulkan oleh aktivasi serabut syaraf nyeri peritoneum karena adanya inflamasi. Adapun tanda-tanda nyeri parietal atau somatik sebagai berikut:
Tajam
Lokasi menetap
Teralokasi dengan baik
Lokasi nyeri bisa ditunjuk dengan satu jari
Nyeri lebih hebat dari nyeri viseral
Bisa diperberat oleh gerakan atau batuk.
3. Nyeri Alih
Pada dasarnya, nyeri alih adalah salah satu bentuk nyeri viseral. Nyeri alih atau referred pain umumnya teralokasi baik dan dapat dirasakan di permukaan atau lapisan yang lebih dalam. Biasanya, nyeri terasa di area yang jauh dari area organ abdominal yang terganggu.
Nyeri alih bisa terjadi karena inervasi pada tingkat yang kira-kira sama antara organ yang terganggu dengan dinding abdomen. Gangguan abdominal dapat menimbulkan nyeri alih ke area di luar kavum abdomen. Kemudian, gangguan ekstra abdominal juga bisa memicu nyeri alih ke area abdominal.
(GTT)
Frequently Asked Question Section
Apa yang Dimaksud dengan Abdominal Pain?

Apa yang Dimaksud dengan Abdominal Pain?
Abdominal pain adalah sensasi subyektif tidak menyenangkan yang terjadi di setiap regio abdomen.
Apa Saja Jenis-jenis Abdominal Pain?

Apa Saja Jenis-jenis Abdominal Pain?
Abdominal pain terbagi menjadi tiga jenis, yaitu nyeri viseral, parietal, dan alih.
Apa Tanda-tanda Nyeri Viseral?

Apa Tanda-tanda Nyeri Viseral?
Nyeri viseral bisa dikenali dengan beberapa tanda, di antaranya wajah pucat, keringat berlebih, nausea, dan lainnya.
