Mengetahui Kode ICD 10 GEA yang Sering Digunakan dalam Dunia Medis

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kode ICD-10 GEA menjadi hal penting yang perlu diketahui tenaga medis. Kode tersebut diperlukan untuk proses diagnosis penyakit gastroenteritis akut yang merupakan penyakit infeksi saluran pencernaan.
Tidak hanya diagnosis, kode ini juga digunakan untuk memudahkan penyimpanan data, analisis data, entry data ke database komputer yang tersedia, menyediakan data sistem pembayaran dan penagihan biaya, kajian assessment kualitas keluaran serta pemaparan indikasi perawatan pasien.
Sebelum membahas kode ICD-10, mari pelajari lebih dahulu penyakit gastroenteritis akut melalui pembahasan berikut ini.
Apa Itu Gastroenteritis Akut?
Mengutip buku Ilmu Kesehatan Masyarakat tulisan Wiwik Setyaningsih, dkk., gastroenteritis akut (GEA) adalah gangguan pada saluran pencernaan yang disebabkan oleh virus, bakteri, serta parasit. Penyakit ini kerap disebut sebagai flu perut dan muntaber.
Gastroenteritis akut biasanya menimbulkan dehidrasi dan gangguan keseimbangan elektrolit tubuh. Penyakit ini dapat dikenali dengan beberapa gejala awal, seperti demam, nyeri perut, diare, muntah, dehidrasi, lemas, mual, dan nyeri ulu hati.
Kendati demikian, diare dan muntah menjadi gejala utama dari gastroenteritis. Biasanya, kedua gejala ini terjadi 1-3 hari usai terinfeksi dan akan berlangsung selama 1-2 hari. Namun dalam beberapa kasus, diare dan muntah juga bisa berlangsung hingga 10 hari.
Sebenarnya, penyakit ini dapat pulih sendiri dalam beberapa hari. Akan tetapi, ada baiknya untuk memeriksakan diri ke dokter jika gastroenteritis disertai dengan gejala tertentu, seperti demam hingga 40 derajat celcius, dehidrasi, mulut kering, urin berwarna pekat, muntah lebih dari dua hari, muntah darah, hingga BAB berdarah.
Sebagian besar kasus gastroenteritis disebabkan oleh infeksi virus yang menular lewat kontak langsung. Misalnya, berjabat tangan, menghirup droplet bersin penderita gastroenteritis, hingga makanan dan minuman yang terkontaminasi virus. Selain itu, penyakit tersebut juga disebabkan oleh parasit, bakteri, dan obat-obatan tertentu seperti antibiotik, antasida, dan obat kemoterapi.
Seperti dibahas sebelumnya, gastroenteritis akut tidak membutuhkan pengobatan khusus karena bisa pulih dengan sendirinya. Pengobatan gastroenteritis cenderung fokus pada pencegahan dehidrasi, misalnya minum air putih cukup dan konsumsi makanan bergizi.
Untuk mencegah gejala gastroenteritis lebih lanjut, pasien sebaiknya menghindari beberapa makanan. Di antaranya kopi, susu, keju, alkohol, yogurt, makanan pedas, berserat tinggi, dan tinggi lemak.
Kode ICD-10 GEA
Kode ICD-10 GEA memuat kode terkait penyakit gastroenteritis akut. Berikut rincian kodenya yang dikutip dari situs ICD10Data:
A09 Infectious gastroenteritis and colitis, Unspecified: Gastroenteritis dan kolitis akibat infeksi, tidak spesifik.
K52.8 Other specified noninfective gastroenteritis and colitis: Gastroenteritis dan kolitis non-infeksi spesifik lainnya.
K52.9 Noninfective gastroenteritis and colitis, unspecified: Gastroenteritis dan kolitis non-infeksi, tidak spesifik.
(GTT)
Frequently Asked Question Section
Apa yang Dimaksud dengan Gastroenteritis Akut?

Apa yang Dimaksud dengan Gastroenteritis Akut?
Gastroenteritis akut adalah gangguan pada saluran pencernaan yang disebabkan oleh virus, bakteri, serta parasit.
Apa Itu ICD-10?

Apa Itu ICD-10?
ICD-10 adalah pengkodean penyakit, tanda abnormal atau gejala untuk memudahkan penyimpanan data, analisis data, entry data ke database komputer yang tersedia, hingga menyediakan data sistem pembayaran dan penagihan biaya.
Apa Saja Kode ICD-10?

Apa Saja Kode ICD-10?
Terdapat beberapa kode ICD-10 yang digunakan di dunia medis, salah satunya adalah K52.9.
