Mengetahui Macam-macam Hadits Dilihat dari Segi Kualitasnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam ajaran Islam, hadits merupakan sumber hukum kedua yang wajib dijadikan pedoman hidup umat Muslim setelah Al-Quran. Macam-macam hadits terbagi menjadi tiga kategori berdasarkan kualitas keasliannya, yaitu sahih, hasan, dan dhaif.
Mengutip buku Pengantar Ilmu Hadits karya Lukman Hakim, hadits adalah perkataan, perbuatan, dan penetapan yang disandarkan kepada Rasulullah SAW setelah kenabiannya.
Periwayatan hadits dapat berlangsung secara mutawatir, yang artinya disampaikan oleh sejumlah orang pada tingkat sanad tertentu. Perawi hadits ini dianggap mustahil berdusta, sehingga apa pun yang diriwayatkan diyakini kebenarannya.
Di sisi lain, beberapa hadits juga diriwayatkan secara ahad, yaitu disampaikan oleh orang-orang yang belum mencapai tingkat sanad tertentu. Hadist semacam ini perlu dikaji lebih lanjut kualitas dan tingkat orisinalitasnya.
Macam-macam Hadits berdasarkan Kualitasnya
Dihimpun dari buku Hadis Nabi Menurut Pembela Pengingkar dan Pemalsunya karya Muhammad Syuhudi Ismail, inilah penjelasan mengenai macam-macam hadits berdasarkan kualitasnya.
1. Hadits sahih
Hadits sahih adalah hadits yang sanadnya bersambung dan diriwayatkan oleh perawi berkualitas yang hafalannya tidak lemah. Hadits ini dapat dikatakan sebagai hadits dengan kualitas tertinggi. Hadits sahih sendiri terbagi menjadi dua jenis, yaitu:
Sahih lizatihi: Hadits yang sahih dengan sendirinya tanpa perlu diperkuat keterangan lain.
Sahih lighoirihi: Hadits yang perlu diperkuat dengan keterangan lain agar menjadi sahih.
2. Hadits hasan
Hadits hasan hampir mirip dengan hadits sahih. Keduanya sama-sama memiliki rangkaian sanad yang bersambung. Hadits hasan juga diriwayatkan oleh perawi yang adil, namun kualitas hafalannya tidak sekuat perawi hadits sahih.
Para ulama dan ahli Islam membagi hadits hasan menjadi dua macam, yakni:
Hasan li-dzatih: Hadits yang hasan dengan sendirinya. Perawi hadits ini terkenal karena kebaikannya, tetapi hafalan dan daya ingatnya belum setara dengan perawi sahih.
Hasan li-ghairih: Hadits ini tidak hasan dengan sendirinya, sebab harus dibantu keterangan hadist lain yang sudah bersanad hasan li-dzatih.
3. Hadits Dhaif
Hadits dhaif adalah hadist yang lemah atau tidak kuat. Hadits ini tidak memenuhi syarat yang terdapat dalam hadits sahih maupun hasan, seperti sanadnya tidak bersambung dan diriwayatkan oleh perawi yang tidak adil atau tidak kuat ingatannya.
Dilihat dari keterputusan sanadnya, hadits dhaif terbagi menjadi empat macam, yaitu:
Muallaq: Setiap hadits yang tidak menyebutkan rangkaian sanadnya dari awal.
Mursal: Setiap hadits yang tidak menyebutkan nama sahabat dalam rangkaian sanadnya.
Mu’dhal: Setiap hadits yang dalam rangkaian sanadnya terdapat dua perawi yang dihilangkan secara berturut-turut.
Munqathi: Setiap hadits yang dalam rangkaian sanadnya tidak menyebutkan perawi, baik di awal, pertengahan, maupun akhir.
Mudallas: Setiap hadits yang diriwayatkan perawi dari gurunya, padahal hadits tersebut tidak pernah didengar langsung dari gurunya.
Mursal khafi: Setiap hadits yang diriwayatkan perawi dari orang yang semasa dengannya, tetapi dia tidak mendengar hadits itu darinya.
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud dengan hadits?

Apa yang dimaksud dengan hadits?
Hadits adalah perkataan, perbuatan, dan penetapan yang disandarkan kepada Rasulullah SAW setelah kenabiannya.
Apa yang dimaksud dengan hadits mutawatir?

Apa yang dimaksud dengan hadits mutawatir?
Hadits yang disampaikan oleh sejumlah orang pada tingkat sanad tertentu. Perawi hadits ini dianggap mustahil berdusta, sehingga apapun yang diriwayatkan diyakini kebenarannya.
Apa yang dimaksud dengan hadits hasan?

Apa yang dimaksud dengan hadits hasan?
Hadits yang memiliki rangkaian sanad bersambung dan diriwayatkan perawi adil, namun kualitas hafalannya tidak sekuat perawi hadits sahih.
(AAA)
