Mengetahui Pengaturan Suhu dan Kelembaban pada Arsip Kertas

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kertas telah menjadi media informasi penting sejak abad kedua masehi. Media ini digunakan untuk menulis buku, surat, hingga menyimpan berbagai arsip berharga.
Namun seiring waktu, kertas rentan mengalami kerusakan jika tidak dirawat dengan benar. Salah satu faktor utama yang perlu diperhatikan dalam menjaga keawetan arsip kertas adalah kondisi penyimpanan, khususnya suhu dan kelembaban ruangan.
Pertanyaannya, apakah bapak/ibu mengetahui pengaturan suhu dan kelembaban pada arsip kertas agar tetap awet dan terjaga kualitasnya? Simak penjelasan lengkapnya dalam artikel ini.
Apakah Bapak/Ibu Mengetahui Pengaturan Suhu dan Kelembaban pada Arsip Kertas?
Arsip kertas adalah arsip yang berisi informasi berupa teks, gambar, atau grafik yang terekam dalam media kertas. Secara alami, arsip jenis ini akan mengalami pelapukan jika disimpan terlalu lama tanpa perawatan yang tepat.
Sebagaimana disebutkan di atas, dua hal penting yang harus diperhatikan dalam menjaga arsip kertas adalah suhu dan kelembaban ruang penyimpanan.
Lantas, apakah bapak/ibu mengetahui pengaturan suhu dan kelembaban pada arsip kertas? Hal ini telah diatur dalam Peraturan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2011.
Menurut peraturan tersebut, suhu ideal untuk penyimpanan arsip kertas adalah 18-22 derajat Celcius, dengan kelembaban 45-55 persen. Pemantauan kondisi ini wajib dilakukan secara berkala, minimal satu minggu sekali.
Alat yang bisa digunakan untuk memantau suhu dan kelembaban antara lain thermohygrometer atau thermohygrograph. Sedangkan, pengaturan kelembaban udara dapat dibantu dengan dehumidifier atau silica gel.
Lebih lanjut, penggunaan boks penyimpanan juga berperan penting dalam mengurangi risiko kerusakan arsip kertas akibat perubahan suhu dan kelembaban. Sebaiknya, pilih boks yang bebas asam dan lignin agar kertas lebih tahan lama.
Lalu, hindari boks berbahan plastik karena mudah lembab. Serta, pastikan boks diletakkan di atas rak, bukan langsung di lantai.
Baca Juga: Jawaban Soal PPPK: Cara Mendistribusikan Dokumen Sesuai dengan Jenisnya
Pengaruh Suhu dan Kelembaban pada Arsip Kertas
Mengutip Environmental Guidelines for the Storage of Paper Reports oleh William K. Wilson, suhu menjadi faktor utama yang mesti diperhitungkan dalam penyimpanan kertas. Sebab, suhu berpengaruh langsung pada kestabilan kimiawi.
Semakin rendah suhu penyimpanan, semakin lambat reaksi kimia dengan udara. Sehingga, di suhu rendah kertas lebih stabil dan tidak mudah rusak.
Selain itu, suhu yang terlalu tinggi juga berdampak pada tinta. Panas dapat mempercepat pergerakan molekul tinta dan membuat warnanya memudar karena terdegradasi bersama kertas.
Selain suhu, kelembaban udara juga berperan besar dalam menjaga kondisi kertas. Kelembaban tinggi tidak hanya memengaruhi stabilitas kimia, tetapi juga menjadi pemicu utama tumbuhnya jamur dan mikroba yang dapat merusak arsip.
Itu mengapa, menjaga suhu dan kelembaban menjadi hal penting dalam kearsipan agar arsip kertas tetap terjaga dan dapat terbaca dalam jangka waktu lama.
(NSF)
