Konten dari Pengguna

Mengetahui Ukuran Lebar untuk Jalan Lokal, Berapa Idealnya?

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi jalan lokal. Foto: pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi jalan lokal. Foto: pixabay

Jalan adalah prasarana umum berupa lintasan yang berfungsi menghubungkan lalu lintas dari satu tempat ke tempat lain. Prasarana ini bisa dilewati oleh semua benda dan makhluk hidup, baik itu kendaraan bermotor, kendaraan tidak bermotor, manusia, dan hewan.

Menurut fungsinya, jalan diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, salah satunya adalah jalan lokal. Mengutip buku Dasar-Dasar Konstruksi Jalan dan Jembatan karya Yoyok Rahayu, jalan lokal adalah jalan yang bisa melayani angkutan setempat, baik di kota atau desa.

Ciri-ciri jalan lokal yaitu jarak perjalanannya dekat, kecepatan rata-ratanya rendah, dan jumlah kendaraan yang masuk tidak dibatasi. Dalam praktiknya, jalan lokal ini dibedakan lagi menjadi beberapa jenis lagi yaitu jalan lokal primer, jalan lokal sekunder, dan lain-lain.

Masing-masing jalan tersebut memiliki aturan konstruksinya sendiri. Berapa ukuran lebar untuk jalan lokal? Simak artikel berikut untuk mengetahui jawabannya.

Ukuran Lebar untuk Jalan Lokal

Dijelaskan dalam buku Serut Hijau 2030: Dusun Belajar Bersama karya Mahditia Paramita, ukuran lebar untuk jalan lokal adalah minimal 7,5 meter. Ukuran ini berlaku untuk jalan lokal primer maupun sekunder.

Ilustrasi jalan lokal. Foto: pixabay

Hal ini mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2006 tentang Jalan. Ukuran jalan tersebut didesain berdasarkan kecepatan rencana minimal kendaraan, yakni 10-40 km/jam.

Jika jalan lokal tersebut digunakan sebagai lajur lalu lintas, maka ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan. Sebab, lebar lajur lalu lintas merupakan bagian yang paling menentukan lebar melintang jalan secara keseluruhan.

Dikutip dari buku Perancangan Jalan Raya Antar Kota karya Oloan Sitohang, dkk., berikut penjelasan lengkapnya yang bisa Anda simak:

  1. Lintasan kendaraan yang satu tidak mungkin dapat diikuti oleh lintasan kendaraan lain dengan tepat.

  2. Lajur lalu lintas tak mungkin sama dengan lebar kendaraan maksimum.

  3. Untuk keamanan dan kenyamanan, setiap pengemudi membutuhkan ruang gerak antara kendaraan.

  4. Lintasan kendaraan tak mungkin dibuat tetap sejajar sumbu lajur lalu lintas. Karena kendaraan selama bergerak akan mengalami gaya-gaya samping seperti tidak ratanya permukaan, gaya sentrifugal di tikungan, dan gaya angin akibat kendaraan lain yang menyiap.

Lebar lajur lalu lintas dipengaruhi oleh faktor-faktor Kapasitas Dasar dan Kapasitas Mungkin. Kapasitas ini dapat berkurang dikarenakan oleh lebar lajur yang sempit, hambatan di sepanjang jalan, kelandaian, dan kendaraan yang berukuran besar.

Ilustrasi jalan lokal. Foto: pixabay

Lajur lalu lintas yang lebar ini dapat mempengaruhi lebar daerah manfaat jalan dan urbanisasi disepanjang tepi jalan. Untuk itu, desainnya perlu disesuaikan dengan jenis jalan lokal yang hendak dibangun.

Jalan lokal primer dibangun sebagai penghubung antara jalan lokal yang satu dengan lainnya. Biasanya, jalan ini dirancang berdasarkan kecepatan kendaraan 20-40 km/jam.

Sementara jalan lokal sekunder didesain berdasarkan kecepatan rencana paling rendah, yakni 10 km/jam. Lebar jalan ini biasanya berkisar antara 5-6 meter saja.

(MSD)

Frequently Asked Question Section

Apa pengertian dari jalan?

chevron-down

Jalan adalah prasarana umum berbentuk lintasan yang berfungsi menghubungkan lalu lintas dari satu tempat ke tempat lain.

Apa saja jenis-jenis jalan?

chevron-down

Jalan lokal, jalan kolektor, jalan arteri, dan lain-lain.

Apa ciri-ciri jalan lokal?

chevron-down

Ciri-ciri jalan lokal yaitu jarak perjalanannya dekat, kecepatan rata-rata rendah, dan jumlah kendaraan masuk tidak dibatasi.