Konten dari Pengguna

Menilik Sejarah Atletik, Induk dari Semua Cabang Olahraga

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Sejarah Atletik Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Sejarah Atletik Foto: Unsplash

Atletik menjadi induk dari semua cabang olahraga atau mother of sport yang sudah dilombakan sejak sebelum Masehi. Olahraga atletik yang dipertandingkan meliputi lari, lompat, lempar lembing, gulat, hingga lempar cakram.

Menurut Anne Nelistya dalam buku berjudul Menjadi Pemain Atletik Yang Tangguh, kata atletik berasal dari bahasa Yunani, yaitu athlon yang artinya perlombaan, pertandingan, pergulatan, dan perjuangan. Sementara itu orang yang mengikuti atletik disebut sebagai athelta.

Sejarah kemunculan atletik dimulai oleh bangsa Yunani. Kala itu, induk olahraga ini pertama kali dipopulerkan oleh Iccus dan Heroidicus pada zaman Yunani Kuno.

Penasaran dengan sejarah atletik? Yuk, simak pembahasan berikut untuk memperkaya pengetahuan.

Ilustrasi Sejarah Atletik Foto: Unsplash

Sejarah Atletik

Berdasarkan informasi dari buku Atletik yang ditulis oleh Tatang Muhtar dan Riana Irawati, Yunani menjadi bangsa besar pertama yang mengatur dan mengelola perlombaan atletik dengan menggelar Olimpiade Kuno.

Saat itu, orang-orang Yunani mengagungkan atletnya dengan mengerahkan kehormatan tertinggi pada mereka yang mampu menunjukkan keahlian beratletik. Selama berpuluh-puluh tahun, nomor atletik lari, lompat, dan lempar menjadi fokus kegiatan dalam Olimpiade.

Pada 146 SM, bangsa Romawi mulai menjajah Yunani. Penjajahan ini membuat bangsa Romawi jatuh cinta kepada atletik. Mereka pun ikut bertanding dalam berbagai Olimpiade Kuno.

Pada 392 setelah Masehi, Raja Theodosius menganggap Olimpiade Kuno sebagai upacara pemujaan berhala. Sehingga ia melarang dan menghapus Olimpiade tersebut. Selama delapan abad lamanya, Olimpiade tidak dilangsungkan lagi.

Kegemaran atletik akhirnya mulai diperlombakan pada abad ke-12 di Inggris. Kemudian pada abad ke-19, atletik untuk pertama kalinya dilombakan antar-universitas, yakni antara Oxford dan Cambridge. Sementara itu perlombaan tingkat nasional digelar di London pada 1866.

Pada 1896, olimpiade dilangsungkan kembali untuk pertama kalinya di Athena oleh Pierre Fredy, Baron de Coubertin (bangsawan Perancis).

Sejak saat itu, Olimpiade kembali diadakan setiap empat tahun kembali, kecuali pada tahun-tahun di masa Perang Dunia II. Lokasi berlangsungnya Olimpiade bergantian di beberapa negara di dunia. Pada 2004, Yunani menjadi tuan rumah dari Olimpiade XXVII.

Ilustrasi Sejarah Atletik Foto: Unsplash

Awal Mula Atletik di Indonesia

Mengutip buku Pendikan Jasmani tulisan Tim Penjas, atletik mulai dikenal di Indonesia pada awal abad ke-20. Olahraga atletik diperkenalkan oleh guru-guru bangsa Belanda melalui sekolah-sekolah lanjutan.

Pada 1917, perkumpulan atletik Hindia Belanda atau Nederland Indische Atlethik Unie (NIAU) resmi dibentuk. Kemudian pada 1948, atletik mulai dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) pertama di Solo, Jawa Tengah.

Dua tahun kemudian, dibentuk Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI), tepatnya pada 3 September di Semarang. Langkah pertama PASI, yaitu menggelar kejuaraan atletik pertama di Bandung.

Setelah itu, PASI terus mengupayakan pengakuan dari I.A.A.F atau International Amateur Atheltic Federation agar atlet-atlet Tanah Air dapat turut berpartisipasi dalam perlombaan atletik internasional.

(GTT)

Frequently Asked Question Section

Apa Itu Atletik?

chevron-down

Atletik merupakan gabungan dari berbagai jenis olahraga.

Dari Mana Atletik Berasal?

chevron-down

Olahraga atletik berasal dari bangsa Yunani. Iccus dan Heroidicus merupakan sosok yang mempopulerkan atletik pada zaman Yunani Kuno.

Apa Jenis Atletik?

chevron-down

Atletik terbagi menjadi beberapa jenis, di antaranya lari, lempar, dan lain sebagainya.