Menyambut Idul Adha, Ini 4 Ayat Al-Quran yang Berisi Perintah Berkurban

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Umat Muslim akan merayakan hari raya Idul Adha yang jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah atau 9 Juli 2022 di Indonesia. Hari Raya ini dirayakan dengan melaksanakan salah salah satu perintah Allah yang tercantum dalam Al-Quran, yakni ibadah kurban.
Dikutip dari buku Fikih Kurban, kurban adalah hewan ternak seperti sapi, unta, kambing, dan domba yang disembelih yang bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah pada hari Idul Adha dan hari-hari tasyrik (11, 12, 13 Dzulhijjah).
Pelaksanaannya tergolong ke dalam sunnah muakad atau sangat dianjurkan Rasulullah SAW. Di samping itu, berkurban memiliki esensi penting dan dapat memberikan kemaslahatan bagi umat Islam.
Berkurban menjadi pengingat umat dengan keikhlasan Nabi Ibrahim menaati perintah Allah untuk menyembelih Nabi Ismail. Selain itu, kurban adalah bentuk syukur atas nikmat yang telah dilimpahkan-Nya.
Ayat Al-Quran yang Berisi Perintah Berkurban
Ada banyak ayat Al-Quran yang mencantumkan tentang perintah berkurban bagi umat Muslim. Simak beberapa di antaranya seperti yang dirangkum dari laman Dompet Dhuafa dan Muhammadiyah.
1. Surat Al-Kautsar Ayat 2
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ
Artinya:
“Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah!”
Berkurban adalah media untuk mendekatkan seorang hamba kepada Sang Khalik. Dengan mengilhami ayat ke 2 dalam surat Al-Kautsar, hendaknya kita selalu mengingat Allah sebagai Zat Yang Menguasai Seluruh Alam.
2. Surat Al-Hajj Ayat 34
وَلِكُلِّ اُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِّيَذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ عَلٰى مَا رَزَقَهُمْ مِّنْۢ بَهِيْمَةِ الْاَنْعَامِۗ فَاِلٰهُكُمْ اِلٰهٌ وَّاحِدٌ فَلَهٗٓ اَسْلِمُوْاۗ وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِيْنَ ۙ
Artinya:
“Bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban) agar mereka menyebut nama Allah atas binatang ternak yang dianugerahkan-Nya kepada mereka. Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa. Maka, berserahdirilah kepada-Nya. Sampaikanlah (Nabi Muhammad) kabar gembira kepada orang-orang yang rendah hati lagi taat (kepada Allah).”
Ayat di atas menjelaskan bahwa berkurban atas niat kepada Allah SWT merupakan bentuk ucapan terima kasih kepada Sang Pencipta. Menyisihkan rezeki untuk berkurban tidak akan mengurangi harta yang dipunya.
3. Surah Al-Hajj Ayat 36-37
وَالْبُدْنَ جَعَلْنٰهَا لَكُمْ مِّنْ شَعَاۤىِٕرِ اللّٰهِ لَكُمْ فِيْهَا خَيْرٌۖ فَاذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ عَلَيْهَا صَوَاۤفَّۚ فَاِذَا وَجَبَتْ جُنُوْبُهَا فَكُلُوْا مِنْهَا وَاَطْعِمُوا الْقَانِعَ وَالْمُعْتَرَّۗ كَذٰلِكَ سَخَّرْنٰهَا لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Artinya:
"Unta-unta itu Kami jadikan untukmu sebagai bagian dari syiar agama Allah. Bagimu terdapat kebaikan padanya. Maka, sebutlah nama Allah (ketika kamu akan menyembelihnya, sedangkan unta itu) dalam keadaan berdiri (dan kaki-kaki telah terikat). Lalu, apabila telah rebah (mati), makanlah sebagiannya dan berilah makan orang yang merasa cukup dengan apa yang ada padanya (tidak meminta-minta) dan orang yang meminta-minta. Demikianlah Kami telah menundukkannya (unta-unta itu) untukmu agar kamu bersyukur."
لَنْ يَّنَالَ اللّٰهَ لُحُوْمُهَا وَلَا دِمَاۤؤُهَا وَلٰكِنْ يَّنَالُهُ التَّقْوٰى مِنْكُمْۗ كَذٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ ۗ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِيْنَ
Artinya:
"Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaanmu. Demikianlah Dia menundukkannya untukmu agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepadamu. Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang muhsin."
Pada ayat di atas, hewan kurban yang disembelih akan berguna bagi yang menyembelih dan orang lain. Kesalehan hidup adalah tujuan dari berkurban, untuk itulah ayat di atas menyebutkan bahwa bukan darah dagingnya yang sampai pada keridhoan Allah, tapi bagaimana para hamba bertakwa atas-Nya.
4. Surat As-Saffat Ayat 102
فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يٰبُنَيَّ اِنِّيْٓ اَرٰى فِى الْمَنَامِ اَنِّيْٓ اَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرٰىۗ قَالَ يٰٓاَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُۖ سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ
Artinya:
"Ketika anak itu sampai pada (umur) ia sanggup bekerja bersamanya, ia (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku, sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Pikirkanlah apa pendapatmu?” Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu! Insyaallah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang sabar.”
(DAF)
