Merubah atau Mengubah, Mana yang Benar Penulisannya Menurut KBBI?

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Secara bahasa, kata merubah atau mengubah memiliki arti yang sama, yakni menjadikan sesuatu lain dari semula. Kata ini berasal dari kata dasar “ubah” yang berarti tukar atau ganti.
Jika ditelisik lebih lanjut, sebenarnya salah satu dari kedua kata tersebut memiliki kesalahan dalam pengejaan. Mengacu pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata yang benar adalah mengubah bukan merubah.
Kata mengubah mendapatkan imbuhan me- di bagian awal. Namun, karena kata dasarnya diawali dengan huruf vokal (a,i,u,e,o), maka imbuhan me- yang ada di kata mengubah berubah menjadi meng-.
Imbuhan tersebut mengalami perubahan bentuk atau luluh. Bagaimana aturan imbuhan lain dalam bahasa Indonesia? Untuk mengetahuinya, simaklah penjelasan dalam artikel berikut ini.
Imbuhan dalam Bahasa Indonesia
Imbuhan atau afiks adalah morfem terikat yang digunakan dengan bentuk dasar untuk membentuk kata baru. Kata yang telah mendapatkan imbuhan tersebut dikenal sebagai kata berimbuhan.
Mengutip buku Intisari Bahasa Indonesia untuk SMA karya Diana Nababan (2008), ciri-ciri imbuhan yaitu berupa morfem terikat, tidak mempunyai makna leksikal (kamus), dan mendukung mosi (makna gramatikal). Berdasarkan letaknya, imbuhan dapat dibagi menjadi empat jenis yaitu awalan, sisipan, akhiran, dan gabungan.
Fungsi imbuhan yaitu untuk membentuk kata benda, kata kerja, kata sifat, kata keterangan, dan kata bilangan baru. Berikut ini kumpulan imbuhan beserta contohnya yang bisa Anda simak:
1. Awalan me-
Imbuhan me- ini berlaku untuk kata dasar yang diawali oleh huruf l,m,n,r,w, dan y. Jika digabungkan dengan kata dasar tersebut maka imbuhannya tetap berbunyi me-. Contohnya yaitu: melihat, memakan, merawat, melintas, dan lain-lain.
2. Awalan meng-
Imbuhan me- dapat berubah menjadi meng- apabila bertemu kata dasar yang diawali huruf vokal (a,i,u,e,o) dan huruf g,h,k,q,x. Contohnya yaitu: mengambil, mengintip, mengekor, mengukur, menggenggam, menghadapi, dan lain-lain.
3. Awalan men-
Imbuhan me- dapat berubah menjadi men- apabila bertemu kata dasar yang diawali dengan huruf c,d,j,t,z. Contohnya yaitu: mencuci, mendayung, menjadi, menziarahi, dan lain-lain.
4. Awalan mem-
Imbuhan me- dapat berubah menjadi mem- jika bertemu dengan kata dasar yang berawalan huruf b,f,p,v. Contohnya yaitu: membongkar, memfasilitasi, memproduksi, membimbing, dan lain-lain.
5. Awalan meny-
Imbuhan meny- berlaku untuk kata dasar yang diawali dengan huruf “s”. Aturan ini hampir sama dengan aturan meluluhkan imbuhan ketika bertemu huruf k,t,s,p. Contohnya yaitu: menyendiri, menyukai, menyakitkan, dan lain-lain.
Makna Imbuhan Me-
Seperti disebutkan sebelumnya, imbuhan memiliki fungsi untuk membentuk kata dasar, kata benda, kata bilangan, kata sifat, dan lain-lain. Imbuhan juga dapat mengubah makna dari kata dasar menjadi sesuatu yang baru. Berikut penjelasan lengkapnya:
Melakukan perbuatan atau pekerjaan. Contohnya: menari, menulis.
Melakukan perbuatan dengan menggunakan alat yang disebut pada kata dasar. Contohnya: mencangkul, menyabit.
Menjadi sesuatu atau dalam keadaan. Contohnya: menguning, membusuk.
Menuju ke... atau menggambarkan tempat. Contohnya: menepi, mengudara.
Membuat atau menghasilkan. Contohnya: merujak, mencicit.
Mencari. Contohnya: merotan, mendamar.
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Apa itu imbuhan?

Apa itu imbuhan?
Imbuhan adalah morfem terikat yang digunakan dengan bentuk dasar untuk membentuk kata baru.
Apa nama lain dari imbuhan?

Apa nama lain dari imbuhan?
Afiks.
Apa ciri-ciri imbuhan?

Apa ciri-ciri imbuhan?
Ciri-ciri imbuhan yaitu berupa morfem terikat, tidak mempunyai makna leksikal (kamus), dan mendukung mosi (makna gramatikal).
