Metode BLW: Kelebihan dan Kekurangannya untuk MPASI Bayi

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Memasuki usia 6-9 bulan, bayi sudah boleh mengonsumsi makanan pendamping ASI (MPASI). Dari sekian banyak pilihan metode untuk mengenalkan MPASI kepada anak, beberapa ibu memilih metode BLW. Apa itu?
Metode BLW atau Baby Led Weaning adalah pemberian MPASI dengan membiarkan bayi makan sendiri tanpa bantuan. Bayi dibiarkan makan menggunakan tangannya sendiri tanpa dibantu untuk memasukkan makanan ke mulutnya.
Mengutip buku Superbook for Supermom tulisan Tim Grup Sharing ASI-MPASI, konsep BLW tidak mengenal pemberian puree atau bubur. Bayi hanya diberikan makanan lembut yang dihancurkan kasar atau dipotong kecil-kecil sehingga mudah digenggam, misalnya wortel yang dipotong memanjang.
Setiap metode MPASI bayi tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing. Lantas, apa kelebihan dan kekurangan metode BLW? Untuk mengetahuinya, simak penjelasan berikut.
Kelebihan Metode BLW
Dirangkum dari Healthline, berikut beberapa manfaat metode BLW bagi bayi:
1. Mengajarkan Perilaku Makan yang Baik
Metode BLW fokus untuk membiarkan bayi memilih apa dan berapa banyak makanan yang ingin dimakan. Hal ini membuat bayi lebih berperan aktif dalam proses makan ketimbang hanya menerimanya secara pasif. Dengan begitu, bayi akan memiliki perilaku makan yang lebih sehat seiring dengan pertumbuhannya.
Penelitian juga menunjukkan, bayi yang disapih menggunakan metode BLW mampu mengenali perasaan kenyang saat usianya memasuki 18-24 bulan. Artinya, mereka sudah bisa membedakan kapan harus berhenti makan.
2. Mencegah Kelebihan Berat Badan
Metode BLW dikatakan dapat mencegah anak dari kelebihan berat badan di kemudian hari. Menurut sejumlah penelitian, bayi yang menjalani metode BLW cenderung memiliki berat badan normal daripada bayi yang disapih menggunakan pendekatan penyapihan tradisional.
Karena sudah mengenal rasa kenyang, bayi juga bisa memutuskan berhenti makan. Secara tidak langsung, hal itu membuat asupan bayi sesuai dengan porsi yang dibutuhkannya, tidak kekurangan dan juga berlebihan.
3. Melatih Kemampuan Sensorik Anak
Saat memberikan MPASI dengan metode BLW, bayi dibiarkan mengeksplorasi makanannya sendiri. Kesempatan ini dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan anak dengan berbagai tekstur, aroma, dan rasa yang berbeda-beda dari makanannya.Ilustrasi
Kekurangan Metode BLW
Di balik manfaatnya, metode BLW juga memiliki sejumlah kekurangan yang perlu diperhatikan. Berikut beberapa di antaranya:
1. Dikhawatirkan Kurang Nutrisi
Bayi tentu belum mengerti bagaimana cara makan dengan baik dan benar. Alhasil, hanya sedikit makanan yang masuk mulut dan lebih banyak yang tumpah. Hal ini dikhawatirkan membuat asupan gizi yang dikonsumsi tidak mencukupi kebutuhannya.
2. Kesiapan Pencernaan Perlu Diperhatikan
Sebelum memutuskan untuk menerapkan metode BLW, ketahui duku kesiapan pencernaan bayi Anda. Sebab, ketika baru mengenal MPASI, sistem pencernaan bayi tidak bisa langsung mencerna makanan padat.
Mulailah dengan memberikan makanan bertekstur lunak terlebih dahulu. Jika pencernaan bayi sudah siap, Anda dapat menggantinya dengan makanan bertekstur lebih padat.
(ADS)
Frequently Asked Question Section
Bayi makan sendiri namanya apa?

Bayi makan sendiri namanya apa?
Metode BLW atau Baby Led Weaning adalah pemberian MPASI dengan membiarkan bayi makan sendiri tanpa bantuan.
Baby led weaning apakah baik?

Baby led weaning apakah baik?
Metode BLW memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan.
Makanan apa yang baik untuk metode BLW?

Makanan apa yang baik untuk metode BLW?
Jenis makanan yang dikonsumsi adalah makanan yang mudah digenggam.
