Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
28 Ramadhan 1446 HJumat, 28 Maret 2025
Jakarta
imsak04:10
subuh04:25
terbit05:30
dzuhur11:30
ashar14:45
maghrib17:30
isya18:45
Konten dari Pengguna
Mitos Kejatuhan Cicak di Tangan Kiri, Apakah Pertanda Sial?
12 Januari 2023 10:32 WIB
·
waktu baca 3 menitTulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Mitos sangat dipercayai oleh masyarakat Indonesia, khususnya di tanah Jawa. Kebanyakan dari mereka beranggapan bahwa mitos tersebut dapat membawa dampak pada kehidupannya.
ADVERTISEMENT
Istilah mitos sendiri berasal dari bahasa latin “mythos” yang berarti perkataan atau cerita. Sedangkan secara istilah, mitos didefinisikan sebagai cerita tentang asal-usul semesta alam, manusia, dan bangsa.
Biasanya, mitos diyakini oleh masyarakat secara turun temurun. Di Indonesia, ada banyak mitos yang masih dipercaya hingga saat ini.
Salah satunya adalah mitos tentang kejatuhan cicak di tangan kiri. Apa maknanya? Untuk mengetahuinya, simaklah penjelasan dalam artikel berikut ini.
Mitos Kejatuhan Cicak di Tangan Kiri
Kejatuhan cicak di tangan kiri dianggap sebagai pertanda sial. Mengutip buku Inspirasi Langit karya Yovie Qyu, dkk (2016), mitos ini juga bisa menandakan datangnya kabar buruk atau menyedihkan yang dapat menimpa diri sendiri, keluarga, teman, atau pasangan.
ADVERTISEMENT
Mitos kejatuhan cicak telah dipercaya oleh masyarakat Indonesia sejak lama. Bahkan, kepercayaan tersebut juga diturunkan oleh seseorang kepada anak cucunya.
Selain mitos kejatuhan cicak, sebenarnya ada lagi mitos lain yang masih dipercaya oleh masyarkat hingga kini. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut penjelasannya:
1. Gerhana bulan
Masyarakat Jawa percaya bahwa gerhana bulan disebabkan oleh peristiwa tertelannya bulan oleh raksasa besar. Saat gerhana bulan terjadi, mereka menerapkan sejumlah aturan seperti harus mengumpat di bawah kolong meja, tidak boleh keluar rumah, dan lain sebagainya.
Dijelaskan dalam buku Gerhana: Antara Mitos, Sains, dan Islam karya Sayful Mujab, mitos tersebut juga bisa menandakan datangnya wabah penyakit dan kemiskinan. Jika terjadi di bulan Safar, maka itu pertanda datangnya kemarau yang panjang.
ADVERTISEMENT
2. Makan di depan pintu
Para orang tua sering melarang anaknya makan di depan pintu. Mereka percaya bahwa kebiasaan ini dapat membuat jodoh seret. Sehingga, orang yang makan di depan pintu akan sulit menemukan pasangan dalam waktu dekat.
3. Kehadiran burung perkutut
Di Jawa, burung perkutut dianggap sebagai hewan yang sakral. Sebab dalam Sapta Brata, unsur wisma, curiga, kukila, dan gangsa yang melambangkan kedewasaan tercermin dalam wujud burung perkutut.
Mayoritas masyarakat percaya bahwa kehadiran burung perkutut dapat menghidupkan rezeki, mendatangkan keharmonisan, serta menciptakan ketentraman. Oleh karena itu, banyak orang yang berkeinginan untuk memelihara burung ini di rumah mereka.
4. Potong kuku pada malam hari
Menurut mitosnya, memotong kuku pada malam hari dapat memendekkan umur. Padahal, kenyataannya tidaklah seperti itu. Larangan menggunting kuku pada malam hari biasanya dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya melukai jari sendiri.
ADVERTISEMENT
5. Menyapu tidak bersih dapat suami brewok
Pasti Anda sering mendengar mitos ini. Banyak yang percaya bahwa kebiasaan menyapu tidak bersih bisa membuat seseorang memiliki suami yang brewokan di masa depan. Namun terkadang, mitos ini dijadikan alat untuk menasihati seseorang agar mau menyapu dengan benar.
(MSD)