Konten dari Pengguna

Mitos Kejatuhan Cicak Menurut Islam, Bagaimana Hukumnya?

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cicak. Foto: pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cicak. Foto: pixabay

Mitos kejatuhan cicak diyakini dapat membawa sial. Masyarakat Jawa meyakini bahwa mitos ini berkaitan erat dengan nasib buruk yang akan dialami oleh seseorang.

Mengutip buku Inspirasi Langit karya Yovie Qyu, dkk (2016), kesialan yang didapat oleh orang yang kejatuhan cicak bisa berupa kabar buruk atau menyedihkan. Biasanya, kesialan tersebut juga menimpa orang terdekat seperti keluarga atau teman.

Dalam Islam, mempercayai mitos kejatuhan cicak termasuk dalam dosa syirik. Sehingga, umat Muslim yang meyakininya dianggap telah mempersekutukan Allah SWT.

Hal tersebut merupakan contoh dari tathayyur. Agar lebih memahaminya, berikut penjelasan tentang mitos kejatuhan cicak menurut Islam selengkapnya untuk Anda.

Mitos Kejatuhan Cicak Menurut Islam

Ilustrasi cicak. Foto: Awal Riyanto/LIPI

Seperti disebutkan sebelumnya, mempercayai mitos kejatuhan cicak dianggap sebagai tathayyur. Para ulama mendefinisikannya sebagai perasaan khawatir akan datangnya kesialan.

Mengutip buku Islam dan Kebidanan: Pedoman Penting Wanita, Ibu, dan Bidan karya Mokhamad Rohma (2021), tathayyur bisa muncul karena melihat tanda-tanda tertentu. Pemicunya bisa berasal dari ru’yah (penglihatan), qaul (ucapan), maupun fi’lun (perbuatan).

Muhammad Fuad Abdul Bawi dalam catatan kaki saat mentahqiq Shahih Muslim berkata: “Tathayyur adalah tasya'um (pesimisme/meramal sial). Makna aslinya adalah perkara yang tidak disukai baik berupa ucapan, perbuatan, atau sesuatu yang dilihat"

Contoh tathayyur ada banyak macamnya, salah satunya adalah kejatuhan cicak yang dianggap bisa membawa sial. Padahal, kepercayaan tersebut tidaklah benar.

Sebab sejatinya, nasib baik dan buruk datangnya hanya dari Allah SWT. Sehingga tidak ada satu makhluk pun yang dapat mengubah ketetapan-Nya, kecuali hanya Dia.

Oleh karena itu, umat Muslim dilarang untuk mempercayai mitos kejatuhan cicak. Sebab, kepercayaan tersebut dapat mengantarkannya pada kesesatan.

Di sisi lain, umat Muslim justru dianjurkan untuk berdoa kepada Allah SWT agar dijauhkan dari kesialan. Berikut bacaan doanya yang bisa Anda panjatkan:

Allahumma laa khaira illa khairuka walaa thayra illa thayruka walaa ilaha ghairuka

Artinya: “Ya Allah, tiada kebaikan selain kebaikan dari-Mu, tiada kesialan selain kesialan dari-Mu, dan tiada tuhan selain Engkau.”

Ilustrasi cicak. Foto: pixabay

Bicara soal cicak, ternyata ada beberapa hadits yang membahas tentang kisahnya. Salah satu riwayat mengatakan bahwa cicak mengobarkan api yang membakar Nabi Ibrahim AS, di saat binatang lain berusaha memadamkannya.

Diriwayatkan dari Saibah maulah bahwa dirinya menemui Aisyah dan melihat di rumahnya terdapat sebuah tombak tergeletak. Dia bertanya kepada Aisyah:

"Wahai Ummul mukminin, apa yang engkau lakukan dengan tombak ini?" Aisyah menjawab, "Kami menggunakannya untuk membunuh cicak. Karena Rasulullah memberitahu kami bahwa tatkala Ibrahim dilemparkan ke dalam api, semua binatang di atas bumi berusaha memadamkan kobaran api kecuali cicak. la justru meniup-niupkan apinya supaya berkobar semakin besar. Maka Rasulullah pun memerintahkan untuk membunuhnya." (HR. Ibnu Majah)

(MSD)

Frequently Asked Question Section

Apa yang dimaksud dengan tathayyur?

chevron-down

Tathayyur adalah perasaan takut atau khawatir akan datangnya kesialan.

Apa mitos kejatuhan cicak?

chevron-down

Dipercaya bisa mendatangkan sial atau kabar buruk.

Apa hukum mempercayai mitos?

chevron-down

Termasuk perbuatan syirik yang akan diganjar dosa besar.