Mitos Kucing Hitam yang Populer di Beberapa Negara dan Daerah

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mitos kucing hitam selalu menjadi topik yang menarik untuk dibicarakan. Di setiap negara ataupun daerah, mitos tentang kucing ini memiliki interpretasi yang berbeda-beda.
Masyarakat Jawa percaya bahwa orang yang menabrak kucing, khususnya kucing hitam, bisa mengalami kecelakaan. Di sisi lain, mereka juga percaya bahwa kucing hitam identik dengan dunia mistis dan ilmu sihir.
Mengutip buku Cat Lovers Book susunan drh Yudhi Prayogo (2013), negara maju seperti Jerman menganggap mitos kucing hitam sebagai simbol dari kesialan. Jika kucing hitam melompati orang yang sedang tidur, bisa menandakan orang tersebut akan meninggal dunia.
Selain Jerman, ada juga mitos kucing hitam lainnya yang populer di beberapa negara. Seperti apa? Simak ragamnya dalam artikel berikut ini.
Mitos Kucing Hitam
Masyarakat Babylonia sering mempersembahkan kucing hitam dalam upacara ritual. Mereka menganggap kucing hitam sebagai simbol dari kesakralan.
Mitos kucing hitam di negara tersebut kerap dikaitkan dengan simbol kesialan. Misalnya ketika seseorang bertemu kucing hitam, maka ia akan terkena musibah berupa kecelakaan, penyakit parah, dan lain-lain.
Di China, masyarakat setempat meyakini bahwa bertemu kucing hitam di jalanan bisa menyebabkan seseorang terkena penyakit. Ini ada kaitannya dengan kisah zaman dahulu yang menyatakan bahwa kucing hitam sering dipelihara oleh para tukang sihir dan dukun.
Di India, kucing hitam selalu dilibatkan dalam upacara-upacara sakral. Pada upcara kematian, anggota keluarga yang ditinggalkan akan membakar hidup-hidup kucing hitam karena diyakini dapat membantu proses reinkarnasi seseorang.
Selain mitos negatif, ada juga mitos positif tentang kucing hitam yang terkenal di beberapa negara. Dirangkum dari buku Momot Si Kucing Berandalan susunan Embah Nyutz, berikut penjelasannya:
Pertama, bila Anda bertemu kucing hitam siang hari di jalan, coba perhatikan dari dekat. Bila ada satu helai bulunya yang berwarna putih, maka itu pertanda bagus. Masyarakat Jawa kuno percaya bahwa bulu putih ini bisa menjadi sebuah jimat.
Kedua, di Latvia, sebuah negara di Eropa Utara, ada kepercayaan bahwa kucing hitam dapat memberi keberuntungan pada hasil panen. Ini berlaku apabila kucing hitam tersebut bermain di ladang atau kebun petani. Mereka percaya bahwa kucing hitam adalah titisan dari Dewa Panen, yakni Dewa Rungis
Ketiga, bila Anda menemukan kucing hitam beranak tujuh ekor di sekitaran rumah, ini bisa menjadi pertanda bagus. Sebab, kucing tersebut bisa mendatangkan kekayaan dan kemakmuran.
Keempat, bila ada kucing hitam jalanan datang ke rumah Anda lalu dia betah tinggal di sana, maka Anda akan mengalami keberuntungan.
Kelima, orang Jepang percaya bahwa wanita yang memelihara kucing hitam akan memperbesar peluang mereka melepas status lajangnya.
Keenam, sebagian pelaut atau nelayan percaya bahwa kucing hitam adalah pembawa keberuntungan. Kalau mereka melaut atau berlayar dengan membawa kucing hitam, maka nasib mereka akan mujur.
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Apa mitos kucing hitam di Jawa?

Apa mitos kucing hitam di Jawa?
Masyarakat Jawa percaya bahwa kucing hitam identik dengan dunia mistis dan ilmu sihir.
Apa mitos kucing hitam di luar negeri?

Apa mitos kucing hitam di luar negeri?
Jika kucing hitam melompati orang yang sedang tidur, maka bisa menandakan orang tersebut akan meninggal dunia.
Apakah kucing hitam biasa digunakan dalam upacar ritual?

Apakah kucing hitam biasa digunakan dalam upacar ritual?
Masyarakat Babylonia sering mempersembahkan kucing hitam pada upacara-upacara ritual.
