Konten dari Pengguna

Mode AC Saat Ada Abu Vulkanik yang Aman, Begini Pengaturannya

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Air Conditioner (AC). Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Air Conditioner (AC). Foto: Unsplash

Hujan abu vulkanik melanda sejumlah wilayah sebagai dampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) sejak Jumat (4/9). Fenomena tersebut perlu diwaspadai karena partikel abu dapat mengganggu saluran pernapasan, terutama pada anak-anak dan lansia (lanjut usia).

Untuk mengurangi paparan, kualitas udara di dalam rumah atau mobil perlu dijaga, salah satu caranya dengan memilih mode Air Conditioner (AC) yang tepat. Lantas, seperti apa mode AC saat ada abu vulkanik yang aman digunakan? Simak penjelasannya di bawah ini.

Mode AC Saat Ada Abu Vulkanik

Ilustrasi mode AC saat ada abu vulkanik. Foto: Shutterstock

Secara umum, AC masih dapat digunakan saat terjadi hujan abu vulkanik ringan, baik di rumah maupun mobil. Meskipun begitu, mode pengaturannya berbeda karena sistem sirkulasi udara pada keduanya tidak sama.

1. AC di Rumah

Mengutip dari laman Inquirer, AC di rumah masih dapat digunakan saat hujan abu vulkanik ringan, dengan catatan pintu dan jendela tertutup rapat. Hal ini karena beberapa jenis AC rumah, seperti AC split dan AC window, umumnya mengedarkan udara dari dalam ruangan, bukan langsung mengambil udara dari luar.

Namun, penggunaan AC perlu dihentikan sementara jika intensitas hujan abu mulai meningkat. Pasalnya, kondisi ini dapat membuat lebih banyak partikel abu masuk ke unit luar AC dan menumpuk pada kondensor serta komponen lainnya. Penumpukan abu dapat menyebabkan kompresor terlalu panas dan mengganggu kinerja AC.

2. AC di Mobil

Untuk mobil, mode AC yang disarankan saat hujan abu vulkanik ringan adalah recirculate (sirkulasi ulang). Pengaturan ini membuat udara di dalam kabin terus bersirkulasi tanpa mengambil udara dari luar, sehingga membantu mengurangi masuknya partikel abu vulkanik. Meskipun begitu, kebersihan udara di dalam mobil tetap perlu diperhatikan.

Saat hujan abu berlangsung cukup berat, penggunaan AC sebaiknya dihentikan sementara. Mengutip laman Visor, paparan abu yang tebal dapat mengganggu hingga merusak sistem pendingin mobil. Mode recirculate juga tidak mampu menyaring seluruh partikel, sehingga sebagian masih dapat masuk ke kabin dan terhirup.

Kelebihan dan Kekurangan Mode Recirculate di Mobil

Ilustrasi kelebihan dan kekurangan mode recirculate. Foto: Unsplash

Disadur dari laman Eden Tyres & Servicing, mode recirculate berfungsi menghentikan masuknya udara dari luar dan mengedarkan kembali udara yang sudah ada di dalam kabin. Pengaturan ini memiliki beberapa kelebihan, antara lain:

  • Membantu mendinginkan kabin lebih cepat.

  • Mencegah polusi dan asap kendaraan masuk ke dalam kabin.

  • Mengurangi masuknya serbuk sari dari luar.

  • Mencegah bau menyengat dari luar masuk ke dalam kabin.

  • Membantu menjaga filter udara tetap bersih lebih lama.

  • Mengurangi beban kerja sistem AC.

  • Membantu menghemat konsumsi bahan bakar.

Meski memiliki beberapa manfaat, mode recirculate juga memiliki kekurangan yang perlu diperhatikan. Berikut kekurangannya:

  • Dapat membuat kaca mobil lebih mudah berembun.

  • Menahan kelembapan di dalam kabin.

  • Membuat kabin terasa pengap jika mobil dipenuhi penumpang dan berpotensi menyebabkan kantuk.

Baca juga: Cara Bersihkan AC Rumah yang Kena Abu Vulkanik Anak Krakatau

(RK)