Motivasi untuk Belajar Lebih Giat Lagi sebagai Siswa

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kehilangan semangat belajar adalah hal yang wajar terjadi bagi siswa. Kondisi ini umumnya dipicu oleh rasa jenuh, kelelahan karena rutinitas harian, hingga tekanan akademik.
Namun, perlu diingat bahwa belajar merupakan kewajiban utama siswa. Nah, salah satu faktor yang bisa mendorong kemauan siswa untuk belajar adalah motivasi diri.
Pertanyaan mengenai motivasi ini kerap ditanyakan dalam kegiatan pembelajaran. Nah, di bawah ini akan dijelaskan cara menjawab pertanyaan "Apa yang memotivasimu untuk belajar lebih giat lagi sebagai siswa?" yang bisa jadi referensi jawaban peserta didik.
Pentingnya Motivasi Belajar Siswa
Motivasi memegang peranan penting dalam proses belajar. Berdasarkan penelitian Sunarti Rahman (2021) berjudul Pentingnya Motivasi Belajar dalam Meningkatkan Hasil Belajar, kebanyakan siswa yang punya motivasi besar akan giat berusaha, tidak mau menyerah, serta giat membaca untuk meningkatkan hasil belajar.
Sebaliknya, siswa dengan motivasi rendah tampak acuh tak acuh, mudah putus asa, dan perhatiannya tidak tertuju pada pembelajaran. Akibatnya, siswa akan mengalami kesulitan belajar.
Motivasi dalam belajar mampu menumbuhkan keinginan untuk sukses dan menjadi dorongan kuat dalam mempertahankan semangat belajar hingga tujuan tercapai. Dalam buku Strategi Pembelajaran Berbasis Motivasi oleh Dr. Lidia Susanti, S.P., M.P (2020), motivasi terbagi menjadi dua jenis, yakni motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik.
Motivasi intrinsik berasal dari dalam diri, misalnya keinginan untuk berprestasi dan mencapai tujuan pribadi. Sementara itu, motivasi ekstrinsik dipengaruhi oleh faktor luar, misalnya penghargaan dari orang tua, guru, atau lingkungan sekitar.
Apa yang Memotivasimu untuk Belajar Lebih Giat Lagi Sebagai Siswa?
Merujuk pada buku Hamzah (2011) berjudul Model Pembelajaran, motivasi belajar siswa dapat muncul karena beberapa indikator, seperti keinginan untuk berhasil dan dorongan mencapai target.
Indikator ini dapat menjadi referensi jawaban peserta didik dalam menjawab pertanyaan "Apa yang memotivasimu untuk belajar lebih giat lagi sebagai siswa?".
1. Hasrat dan Keinginan untuk Berhasil dari Diri Sendiri
Motivasi belajar umumnya datang dari dalam diri sendiri, khususnya saat siswa memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan dorongan untuk terus berkembang.
Siswa yang ingin menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri tidak akan cepat puas dengan capaian sementara. Jadi, ia akan selalu berusaha lebih baik lagi.
2. Dorongan dan Kebutuhan dalam Belajar untuk Mencapai Target
Salah satu langkah awal untuk meningkatkan semangat belajar adalah menetapkan target yang spesifik dan realistis. Siswa disarankan untuk membuat target konkret, misalnya: “Saya ingin meningkatkan nilai Bahasa Indonesia dari C menjadi A semester ini.”
Setelah menentukan target, susunlah langkah-langkah kecil yang bisa dilakukan. Contohnya dengan membaca materi tambahan, berdiskusi dengan teman, atau memperbaiki kekurangan saat presentasi.
3. Harapan dan Cita-Cita Masa Depan
Untuk menggapai harapan dan cita-cita, mulailah perlahan dengan membentuk satu kebiasaan positif secara konsisten. Misalnya, membiasakan diri untuk belajar selama satu jam setiap malam sebelum tidur. Konsistensi hal-hal kecil seperti ini dapat menjadi fondasi kuat untuk menumbuhkan semangat belajar siswa.
4. Penghargaan dalam Belajar
Pengakuan dari orang tua, guru, atau teman juga dapat memberikan dorongan semangat belajar. Saat usaha keras siswa dihargai, motivasi dari dalam dirinya juga akan semakin kuat.
Di samping itu, siswa juga bisa memberikan penghargaan untuk diri sendiri, seperti liburan kecil atau istirahat setelah berhasil mencapai target belajar.
Baca juga: Rangkuman Materi Tema 6 Kelas 6 untuk Bahan Belajar Siswa di Sekolah
5. Kolaborasi dan Kompetisi Sehat
Persaingan sehat dan kolaborasi dengan teman sekelas bisa memicu semangat untuk menunjukkan kemampuan terbaik siswa. Ketika kebiasaan tersebut muncul, para siswa akan saling membantu dan termotivasi untuk berkembang bersama.
6. Lingkungan Belajar yang Kondusif
Motivasi juga bisa datang dari luar, terutama dari orang-orang terdekat. Dorongan moral, bimbingan dari guru, serta perhatian dari keluarga memiliki peran besar dalam menjaga semangat belajar tetap menyala. Pujian sederhana atau nasihat yang membangun bisa menjadi energi baru bagi siswa untuk belajar lebih giat lagi.
(SLT)
