Murtad: Pengertian, Penyebab, Akibat, dan Cara Menghindarinya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Murtad berarti meninggalkan atau keluar dari suatu agama. Orang murtad adalah orang yang beriman kepada Allah kemudian kafir dengan sukarela atau sesuai dengan pilihannya. Dia yakin meninggalkan iman dan ridha dengan hal tersebut tanpa paksaan.
Orang yang murtad berarti menyekutukan Allah, karena ia percaya bahwa terdapat Tuhan lain selain Allah. Awal mula seseorang bisa murtad adalah perbuatan syirik dan ini termasuk dosa paling besar dalam Islam.
Penyebab Murtad
Ada dua hal yang menyebabkan seorang Muslim bisa terjerumus dalam kesyirikan dan berakhir murtad yakni disebabkan dari dalam diri dan dari luar. Muhammad Robith dalam bukunya Aktivasi Sabar menjelaskan terkait hal tersebut.
Pertama adalah penyebab dari dalam diri. Ia tidak berusaha memupuk keimanan kepada Allah dan rasul-Nya dengan baik. Akibatnya, seorang hamba mudah tergoda untuk berbuat maksiat. Jika hal tersebut terjadi berulang dan ia tidak menyadarinya, iman akan semakin menipis dan lambat laun menghilang.
Dengan hilangnya keimanan dalam diri seorang Muslim, ia akan dengan mudah untuk berpindah agama. Tidak ada kekhawatiran tentang hukuman yang akan diberikan oleh Allah. Sebab, ia tak lagi percaya dengan-Nya.
Kedua adalah penyebab dari luar diri. Seorang Muslim bisa murtad karena dipengaruhi oleh hal lain. Misalnya, pernikahan seorang Muslim dengan non-Muslim, cinta terhadap harta benda dan kedudukan secara berlebihan, kurangnya ilmu agama, dan dipengaruhi oleh lingkungan atau orang lain.
Akibat Murtad
Seorang Muslim yang murtad sangat membuat Allah murka. Segala amal ibadah yang telah ia lakukan selama beragama Islam tidak akan dihitung lagi dan menjadi sia-sia. Kelak di akhirat, siapapun yang murtad pasti akan kekal di neraka.
Allah berfirman dalam Alquran surat An Nahl ayat 106, bahwa seorang Muslim yang murtad akan mendapatkan azab yang besar.
مَن كَفَرَ بِٱللَّهِ مِنۢ بَعْدِ إِيمَٰنِهِۦٓ إِلَّا مَنْ أُكْرِهَ وَقَلْبُهُۥ مُطْمَئِنٌّۢ بِٱلْإِيمَٰنِ وَلَٰكِن مَّن شَرَحَ بِٱلْكُفْرِ صَدْرًا فَعَلَيْهِمْ غَضَبٌ مِّنَ ٱللَّهِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ
Artinya: "Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar."
Tidak hanya itu, dalam surat Al Baqarah ayat 217, Allah menegaskan bahwa mereka benar-benar kekal di neraka.
وَمَن يَرْتَدِدْ مِنكُمْ عَن دِينِهِۦ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُو۟لَٰٓئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَٰلُهُمْ فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْءَاخِرَةِ ۖ وَأُو۟لَٰٓئِكَ أَصْحَٰبُ ٱلنَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَٰلِدُونَ
Artinya: "Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya."
Cara Menghindari Murtad
Untuk menghindari murtad, diperlukan kesungguhan dalam diri seseorang dan dukungan dari sanak keluarga dan kerabat. Lemahnya iman dan pengaruh lingkungan adalah faktor besar yang menjadi pintu gerbang kemurtadan. Menghindari murtad bisa dimulai dengan tidak mendekati perbuatan syirik.
Dikutip dari buku Akidah Akhlak kelas 6 oleh Drs. Sadi, M.Si, berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghindari perbuatan murtad dan tidak mendekati syirik.
Mempelajari agama Islam dengan sebaik-baiknya melalui kegiatan menghayati, meyakini, dan mengamalkan.
Menjauhkan diri dari orang-orang yang berperilaku buruk, seperti: mabuk-mabukan, suka membolos, suka berkelahi dan perbuatan tercela lainnya.
Senantiasa memupuk keimanan dan ke Islaman dengan cara selalu berbuat baik dan gemar beribadah.
Mencintai dan menikahi seseorang yang juga beragama Islam.
Menjauhkan diri dari tempat-tempat maksiat yang mendorong berbuat tercela, seperti: diskotik, kelab malam dan sejenisnya.
(ULY)
