Musim Hujan 2026 Sampai Bulan Apa? Begini Prediksi BMKG

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan bahwa musim hujan telah dimulai di sekitar 81% wilayah Indonesia. Berdasarkan pemantauan hingga pekan pertama Januari, tercatat sebanyak 566 Zona Musim (ZOM) sudah memasuki periode hujan.
Musim hujan ini mulai terasa di berbagai wilayah, meliputi Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua. Kondisi tersebut disebabkan oleh penguatan dinamika atmosfer regional yang mempercepat transisi musim di berbagai wilayah di Tanah Air.
Lantas, musim hujan 2026 sampai bulan apa? Untuk mengetahui jawabannya, simak prediksi jadwal musim hujan menurut BMKG di bawah ini.
Musim Hujan 2026 Sampai Bulan Apa?
Berdasarkan analisis dari BMKG, musim hujan 2026 diperkirakan masih akan berlangsung sampai bulan April mendatang. Secara umum, musim hujan di Indonesia memiliki durasi sekitar 16 hingga 24 dasarian, di mana satu dasarian setara dengan 10 hari.
Dalam periode ini, sekitar 94,7 persen wilayah Indonesia diperkirakan mengalami curah hujan tahunan normal dengan intensitas 1.500–4.000 milimeter. Sementara sekitar 5,1 persen wilayah lainnya diprediksi berada pada kategori curah hujan di atas normal.
Berikut daftar wilayah yang masih mengalami musim hujan di awal Januari 2026:
Sumatera
Seluruh Jambi dan Sumatera Selatan
Mayoritas Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, serta Lampung
Jawa
Seluruh DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur
Sebagian besar wilayah Banten
Bali
Seluruh wilayah Bali
Nusa Tenggara
Seluruh Nusa Tenggara Barat
Sebagian besar Nusa Tenggara Timur
Kalimantan
Seluruh Kalimantan Selatan
Mayoritas Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur
Sebagian Kalimantan Barat
Sebagian kecil Kalimantan Utara
Sulawesi
Seluruh Gorontalo
Mayoritas Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara
Maluku
Seluruh wilayah Maluku dan Maluku Utara
Papua
Sebagian wilayah Papua Barat dan Papua
Tipe Zona Musim (ZOM) di Indonesia
Informasi prakiraan musim di Indonesia umumnya disampaikan oleh BMKG dengan menggunakan pendekatan Zona Musim (ZOM). Zona Musim sendiri merupakan wilayah yang memiliki perbedaan jelas antara periode musim hujan dan musim kemarau.
Disadur dari laman resmi BMKG, Indonesia memiliki 699 Zona Musim yang dikelompokkan ke dalam tiga tipe utama, yaitu:
1. Tipe ZOM Monsunal
Memiliki pola hujan tahunan dengan satu puncak hujan yang dipengaruhi angin monsun Asia serta satu periode musim kemarau.
Monsunal-1: Pola monsunal dengan musim hujan sepanjang tahun
Monsunal-2: Pola monsunal dengan satu musim hujan dan satu musim kemarau
2. Tipe ZOM Ekuatorial
Ditandai dengan pola hujan tahunan yang memiliki dua puncak hujan.
Ekuatorial-1: Pola ekuatorial dengan musim hujan sepanjang tahun
Ekuatorial-2: Pola ekuatorial dengan satu musim hujan dan satu musim kemarau
Ekuatorial-4: Pola ekuatorial dengan dua musim hujan dan dua musim kemarau
3. Tipe ZOM Lokal
Memiliki pola hujan tahunan yang berbeda dari pola monsunal dan ekuatorial.
Lokal-1: Pola lokal dengan musim hujan sepanjang tahun
Lokal-2: Pola lokal dengan satu musim hujan dan satu musim kemarau
Lokal-4: Pola lokal dengan dua musim hujan dan dua musim kemarau
Lokal-5: Pola lokal dengan musim kemarau sepanjang tahun
Baca juga: Kapan Musim Hujan Berakhir? Ini Prediksi BMKG
(RK)
