Konten dari Pengguna

Musim Hujan 2026 Sampai Bulan Apa? Begini Prediksi BMKG

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi musim hujan 2026 sampai bulan apa? April. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi musim hujan 2026 sampai bulan apa? April. Foto: Unsplash

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan bahwa musim hujan telah dimulai di sekitar 81% wilayah Indonesia. Berdasarkan pemantauan hingga pekan pertama Januari, tercatat sebanyak 566 Zona Musim (ZOM) sudah memasuki periode hujan.

Musim hujan ini mulai terasa di berbagai wilayah, meliputi Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua. Kondisi tersebut disebabkan oleh penguatan dinamika atmosfer regional yang mempercepat transisi musim di berbagai wilayah di Tanah Air.

Lantas, musim hujan 2026 sampai bulan apa? Untuk mengetahui jawabannya, simak prediksi jadwal musim hujan menurut BMKG di bawah ini.

Musim Hujan 2026 Sampai Bulan Apa?

instagram embed

Berdasarkan analisis dari BMKG, musim hujan 2026 diperkirakan masih akan berlangsung sampai bulan April mendatang. Secara umum, musim hujan di Indonesia memiliki durasi sekitar 16 hingga 24 dasarian, di mana satu dasarian setara dengan 10 hari.

Dalam periode ini, sekitar 94,7 persen wilayah Indonesia diperkirakan mengalami curah hujan tahunan normal dengan intensitas 1.500–4.000 milimeter. Sementara sekitar 5,1 persen wilayah lainnya diprediksi berada pada kategori curah hujan di atas normal.

Berikut daftar wilayah yang masih mengalami musim hujan di awal Januari 2026:

Sumatera

  • Seluruh Jambi dan Sumatera Selatan

  • Mayoritas Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, serta Lampung

Jawa

  • Seluruh DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur

  • Sebagian besar wilayah Banten

Bali

  • Seluruh wilayah Bali

Nusa Tenggara

  • Seluruh Nusa Tenggara Barat

  • Sebagian besar Nusa Tenggara Timur

Kalimantan

  • Seluruh Kalimantan Selatan

  • Mayoritas Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur

  • Sebagian Kalimantan Barat

  • Sebagian kecil Kalimantan Utara

Sulawesi

  • Seluruh Gorontalo

  • Mayoritas Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara

Maluku

  • Seluruh wilayah Maluku dan Maluku Utara

Papua

  • Sebagian wilayah Papua Barat dan Papua

Tipe Zona Musim (ZOM) di Indonesia

Ilustrasi tipe Zona Musim (ZOM) di Indonesia. Foto: Unsplash

Informasi prakiraan musim di Indonesia umumnya disampaikan oleh BMKG dengan menggunakan pendekatan Zona Musim (ZOM). Zona Musim sendiri merupakan wilayah yang memiliki perbedaan jelas antara periode musim hujan dan musim kemarau.

Disadur dari laman resmi BMKG, Indonesia memiliki 699 Zona Musim yang dikelompokkan ke dalam tiga tipe utama, yaitu:

1. Tipe ZOM Monsunal

Memiliki pola hujan tahunan dengan satu puncak hujan yang dipengaruhi angin monsun Asia serta satu periode musim kemarau.

  • Monsunal-1: Pola monsunal dengan musim hujan sepanjang tahun

  • Monsunal-2: Pola monsunal dengan satu musim hujan dan satu musim kemarau

2. Tipe ZOM Ekuatorial

Ditandai dengan pola hujan tahunan yang memiliki dua puncak hujan.

  • Ekuatorial-1: Pola ekuatorial dengan musim hujan sepanjang tahun

  • Ekuatorial-2: Pola ekuatorial dengan satu musim hujan dan satu musim kemarau

  • Ekuatorial-4: Pola ekuatorial dengan dua musim hujan dan dua musim kemarau

3. Tipe ZOM Lokal

Memiliki pola hujan tahunan yang berbeda dari pola monsunal dan ekuatorial.

  • Lokal-1: Pola lokal dengan musim hujan sepanjang tahun

  • Lokal-2: Pola lokal dengan satu musim hujan dan satu musim kemarau

  • Lokal-4: Pola lokal dengan dua musim hujan dan dua musim kemarau

  • Lokal-5: Pola lokal dengan musim kemarau sepanjang tahun

Baca juga: Kapan Musim Hujan Berakhir? Ini Prediksi BMKG

(RK)