Konten dari Pengguna

Nama Lengkap Nabi Muhammad SAW dan Berbagai Julukannya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dikenal dengan nama Muhammad, Rasulullah sebenarnya memiliki nama lengkap  serta berbagai julukan. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Dikenal dengan nama Muhammad, Rasulullah sebenarnya memiliki nama lengkap serta berbagai julukan. Foto: Pexels.com

Nama Nabi Muhammad SAW pernah disebutkan dalam Al-Quran surat Ali Imran ayat 144. Dalam surat tersebut, Nabi Muhammad SAW dikatakan merupakan rasul terakhir yang membawa pesan kebenaran pada umat manusia.

Dikenal dengan nama Muhammad, Rasulullah sebenarnya memiliki nama lengkap serta berbagai julukan. Lantas, apa nama lengkap Nabi Muhammad? Apa saja julukan yang diperoleh beliau? Simak informasi selengkapnya di bawah ini.

Siapa Nama Lengkap Nabi Muhammad?

Nama lengkap Nabi Muhammad adalah Ahmad Muhammad Abdullah. Foto: Unsplash

Nama Muhammad diberikan oleh sang kakek, yakni Abdul Muthalib kepada Rasulullah SAW. Makna dari nama Muhammad adalah orang-orang yang terpuji.

Merujuk pada buku Sejarah & Kebudayaan Islam Periode Klasik (Abad VII-XII M) oleh Faisal Ismail, nama tersebut disematkan kepada Nabi Muhammad SAW dengan harapan ia tumbuh menjadi orang yang terpuji di sisi Tuhan yang Maha Esa dan di kalangan manusia.

Dijelaskan dalam buku Nabi Muhammad Saw Menurut Numerologi Dan Astologi Cina karya Muharram Hidayatullah, nama lengkap Nabi Muhammad SAW adalah Ahmad Muhammad Abdullah. Nama ini disusun oleh tiga kata yang memiliki makna sebagai berikut:

  • Ahmad: Nama pertama dari Rasulullah SAW yang jarang digunakan oleh orang-orang. Artinya adalah terpuji dan penuh kebaikan

  • Muhammad: Nama pemberian dari sang kakek dengan makna orang-orang yang terpuji. Nama ini sering digunakan oleh orang-orang untuk menyebut Rasulullah SAW

  • Abdullah: Nama akhir dari Rasulullah SAW yang diambil dari nama ayahnya, yakni Abdullah bin Abdul Muthalib.

Jika ditarik secara nasab atau garis keturunan, Nabi Muhammad SAW mempunyai nama lengkap sebagai berikut:

"Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Qushayi bin Kilab bin Murrah bin Ka'ab bin Luayy bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin Nadhar bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizhar bin Ma'ad bin Adnan."

Selain itu, jika dikaji secara morfologis, penyebutan nama Nabi Muhammad dalam Al-Quran terdiri dari beberapa bentuk, di antaranya Ahmad, Muhammad, Rasul, Nabi, dan Basyar.

Julukan Nabi Muhammad SAW

Nabi Muhammad SAW juga memiliki beberapa julukan. Foto: Unsplash.com

Mengutip buku Al-Wafa Kesempurnaan Pribadi Nabi Muhammad karya Ibnul Jauzi, Nabi Muhammad SAW pernah menjelaskan mengenai julukan yang ia peroleh:

"Sungguh, aku memiliki beberapa nama. Aku adalah Muhammad, aku adalah Ahmad, aku adalah Al-Mahi yang menghapus kekafiran bersamaku, aku adalah Al-Hasyir yang mengumpulkan manusia pada masa kenabianku, aku adalah Al-'Aqib yang tak ada nabi sesudahku." (HR Bukhari dan Muslim)

Berdasarkan hadis di atas, dapat diketahui bahwa Nabi Muhammad SAW memiliki julukan-julukan sebagai berikut:

1. Al-Mahi (Yang Menghapus)

Al-Mahi adalah salah satu julukan Nabi Muhammad SAW yang berarti "yang menghapus". Julukan ini berasal dari hadis yang menyatakan bahwa melalui kehadiran Nabi Muhammad SAW, Allah menghapus kekafiran.

Nabi Muhammad SAW dianggap sebagai figur yang "menghapus" masa-masa gelap kekafiran dengan membawa cahaya petunjuk berupa agama Islam kepada umat manusia. Beliau mendatangkan risalah yang membawa umat manusia dari zaman jahiliyah menuju zaman yang penuh dengan cahaya kebenaran.

2. Al-Hasyir (Yang Mengumpulkan)

Julukan Al-Hasyir merujuk pada Nabi Muhammad SAW sebagai "yang mengumpulkan". Ini berhubungan dengan peran Nabi dalam mengumpulkan manusia pada masa kenabian beliau.

Nabi Muhammad SAW mengumpulkan umat Islam di sekitarnya untuk menyebarkan ajaran Islam dan mempersiapkan mereka untuk kehidupan akhirat. Selain itu, dalam kepercayaan Islam, Nabi Muhammad juga dipercaya akan menjadi pengumpul umat manusia pada Hari Kiamat, di mana semua manusia akan dikumpulkan untuk dihisab.

3. Al-'Aqib (Yang Paling Belakangan)

Julukan Al-'Aqib berarti "yang paling belakangan" atau "yang terakhir". Nabi Muhammad SAW dijuluki demikian karena beliau adalah nabi terakhir dalam rangkaian kenabian. Setelah beliau, tidak akan ada nabi atau rasul lagi yang diutus oleh Allah SWT.

Dengan demikian, Nabi Muhammad SAW merupakan penutup dari para rasul dan nabi yang diutus Allah SWT untuk membawa petunjuk kepada umat manusia. Konsep ini menjadi salah satu prinsip pokok dalam keyakinan umat Islam tentang kenabian.

Secara keseluruhan, julukan-julukan ini mencerminkan peran dan kedudukan Nabi Muhammad SAW dalam Islam, serta pentingnya ajaran dan kepemimpinannya dalam mengarahkan umat manusia menuju jalan yang benar.

(SAI)