Konten dari Pengguna

Nama Nabi Elia dalam Islam, Bagaimana Kisah Kenabiannya?

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kisah nabi elia dalam Islam atau nabi ilyas. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kisah nabi elia dalam Islam atau nabi ilyas. Foto: Pixabay

Nabi Elia dalam Islam dikenal sebagai Nabi Ilyas AS. Kisahnya diabadikan dalam Alquran Surat As-Saffat ayat 123-128. Ia diutus oleh Allah SWT untuk menyerukan ajaran tauhid kepada Bani Israil yang saat itu menyembah berhala.

Ajakan untuk menyeru pada ketauhidan tersebut ditolak mentah-mentah oleh Bani Israil. Bahkan, raja yang memerintah saat itu meminta semua tentaranya untuk membunuh siapa saja golongan Bani Israil yang beriman kepada Allah.

Dalam agama Kristen, Nabi Ilyas dikenal dengan nama Nabi Elia. Mengutip buku Firman Hidup 50 tulisan Bambang Mulyo, Y. Pdt, kisahnya digambarkan hampir mirip seperti Nabi Ilyas, di mana ia diutus oleh Yesus Kristus untuk memerangi Raja Ahab dan mendakwahi negeri Baal.

Kesamaan ini dikarenakan Kristen dan Islam merupakan agama Samawi. Simak kisah Nabi Ilyas selengkapnya menurut Islam dalam artikel berikut.

Kisah Nabi Ilyas AS dalam Alquran

Ilustrasi Nabi Ilyas. Foto: pixabay

Ilyas bin Yasin bin Fanhas atau dikenal sebagai Nabi Ilyas AS adalah nabi sekaligus rasul Allah SWT. Ia diutus untuk mendakwahi kaum Finisia dan Bani Israil yang kala itu menyembah patung berhala.

Dalam sebuah kisah disebutkan bahwa Bani Israil secara terang-terangan menyekutukan Allah. Mereka bahkan meminta perlindungan dan segala keuntungan dunia kepada batu yang tidak berdaya itu.

Melihat kezaliman tersebut, Nabi Ilyas berusaha untuk mengajak umatnya kembali menyembah Allah. Namun dakwahnya ini justru ditentang oleh semua orang, termasuk Raja Israel yang memerintah saat itu, yakni Raja Ahab.

Mereka mengolok-olok ajaran Islam dan menganggap Nabi Ilyas sudah kehilangan akal. Meski begitu, Nabi Ilyas tak memedulikannya. Ia terus menasihati kaumnya untuk segera bertobat dan meninggalkan berhala yang mereka sembah itu.

Dalam upayanya yang terakhir, Nabi Ilyas memperingatkan kepada Bani Israil bahwa azab Allah sangat pedih. Allah bisa saja menimpakan sebuah musibah kepada umat manusia yang tak beriman. Namun lagi-lagi, dakwahnya tidak didengar.

Mengutip buku Mukjizat Isra Miraj dan Kisah 25 Nabi Rasul susunan Winkanda Satria (2012), Nabi Ilyas pun berdoa kepada Allah SWT untuk menurunkan azab kepada kaumnya. Harapannya agar mereka segera bertaubat dan tidak menyebarluaskan kesesatannya ke bangsa lain.

Ilustrasi kisah nabi ilyas. Foto: unsplash

Doanya dikabulkan oleh Allah SWT. Allah pun menurunkan bencana kekeringan selama bertahun-tahun kepada kaum tersebut, sehingga mereka dapat menyadari bahwa seruan Nabi Ilyas selama ini adalah benar.

Mereka akhirnya mau mengakui kesalahan mereka dan beriman kepada Allah SWT. Nabi Ilyas pun berdoa kepada Allah agar bencana kekeringan tersebut dihentikan.

Akan tetapi, setelah bencana berlalu dan kehidupan mereka pulih seperti semula, mereka ingkar dan kembali menyembah berhala. Bahkan, mereka juga meninggalkan keimanannya kepada Allah SWT.

Akhirnya, Nabi Ilyas AS berdoa lagi kepada Allah SWT agar menurunkan bencana yang lebih berat. Harapannya, Bani Israil bisa kembali bertaubat.

Allah mengabulkan doa Nabi Ilyas, ditimpakan gempa bumi yang amat dahsyat. Namun kali ini, Allah tidak memberikan pengampunan pada Bani Israil. Dalam peristiwa tersebut, semua orang mati bergelimpangan.

(MSD)