Konten dari Pengguna

Napak Tilas Sejarah Masuknya Islam di Indonesia

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Masjid Istiqlal. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Masjid Istiqlal. Foto: Shutterstock

Membicarakan sejarah adalah topik yang tidak ada habisnya, termasuk soal sejarah masuknya Islam di Indonesia. Saat ini, Indonesia merupakan negara dengan jumlah pemeluk agama Islam paling banyak di dunia.

Ini merupakan hal yang menarik, mengingat kepulauan Indonesia terletak ribuan kilometer dari jazirah Arab, tempat agama Islam pertama kali diturunkan dan disyiarkan. Banyak sejarawan yang mengkaji tentang persebaran Islam di Nusantara.

Kajian ini terus dilakukan hingga sekarang, menyusul temuan-temuan dan studi baru yang tidak menutup kemungkinan akan menyingkap fakta baru tentang masuknya Islam di Indonesia.

Pada umumnya, terdapat 4 teori yang dapat menjelaskan Islamisasi di Indonesia. Apa saja teori-teori yang dimaksud?

Teori Mekkah

Teori yang didukung VanLeur, Anthony H.Johns, dan Buya Hamka ini menjelaskan bahwa Islam masuk ke Nusantara dibawa langsung oleh para musafir dari Arab pada abad ke 7. Hal ini diperkuat dengan adanya sebuah perkampungan Arab di Barus, Sumatera Utara, yang dikenal dengan nama Bandar Khalifah.

Hal lain yang memperkuat teori ini adalah di Samudera Pasai, mahzab Syafi’I menjadi mahzab yang terkenal. Mahzab ini saat itu juga terkenal di Arab dan Mesir. Bukti lainnya adalah digunakannya gelar Al-Malik untuk para raja Samudera Pasai, sama halnya dengan budaya Islam di Mesir.

Teori China

Teori ini beranggapan bahwa migrasi masyarakat muslim China yang berasal dari Kanton ke Nusantara, khususnya Palembang, pada abad ke-9 menjadi awal mula masuknya budaya Islam. Hal ini dikuatkan dengan adanya bukti bahwa Raden Patah, Raja Demak yang merupakan keturunan China, penulisan gelar raja-raja Demak dengan istilah China, dan catatan yang menyebutkan bahwa pedagang China-lah yang pertama menduduki pelabuhan-pelabuhan di Nusantara.

Teori Gujarat

Menurut teori yang dikemukakan oleh Snouck Hurgronje dan J.Pijnapel ini, agama dan kebudayaan Islam diperkenalkan para pedagang dari Gujarat, India, yang berlayar melewati selat Malaka sekitar abad ke-13. Penyebaran pengaruh Islam dimungkinkan oleh kontak para pedagang dan kerajaan Samudera Pasai yang menguasai selat Malaka pada saat itu. Teori ini diperkuat dengan penemuan makam Sultan Samudera Pasai, Malik As-Saleh pada tahun 1297 yang bercorak Gujarat.

Teori Persia

Umar Amir Husen dan Hoesein Djadjadiningrat berpendapat bahwa Islam masuk ke Nusantara melalui para pedagang yang berasal dari Persia. Teori ini dikemukakan karena pada awal masuknya Islam ke Nusantara sekitar abad ke-13, ajaran yang kuat saat itu adalah ajaran Syiah yang berasal dari Persia.

Hal lain yang memperkuat teori ini adalah adanya kesamaan tradisi Islam di Indonesia dengan Persia, salah satunya adalah peringatan 10 Muharam Islam di Persia yang serupa dengan upacara peringatan bernama Tabuik atau Tabut di beberapa wilayah di Sumatera, khususnya Sumatera Barat dan Jambi.