Konten dari Pengguna

Negara Mana yang Dikalahkan Jepang di Final untuk Menjuarai Piala Asia AFC 2004?

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Selebrasi pemain Timnas Jepang Shuto Machino usai mencetak gol ke gawang Timnas Indonesia pada pertandingan Grup C Ronde 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Kota Suita, Suita, Jepang, Senin (10/6/2025). Foto: Issei Kato/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Selebrasi pemain Timnas Jepang Shuto Machino usai mencetak gol ke gawang Timnas Indonesia pada pertandingan Grup C Ronde 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Kota Suita, Suita, Jepang, Senin (10/6/2025). Foto: Issei Kato/REUTERS

Piala Asia AFC 2004 merupakan salah satu turnamen terbesar sepak bola antarnegara di Asia. Ada 16 tim yang berpartisipasi dalam putaran final turnamen edisi tahun 2004 yang dihelat di China ini.

Dikutip dari laman Inside World Football, awalnya hanya 12 tim yang bergabung dalam putaran final. Namun, seiring dengan bertambahnya jumlah anggota konfederasi, akhirnya ada tambahan empat tim dari edisi sebelumnya.

Jepang sebagai juara bertahan sukses mempertahankan gelar. Pertanyaannya, negara manakah yang dikalahkan Jepang di final untuk menjuarai Piala Asia AFC 2004?

Kemenangan Jepang di Piala Asia AFC 2004

Pemain Timnas Jepang saat melawan Timnas Indonesia pada pertandingan Grup C Ronde 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Kota Suita, Suita, Jepang, Senin (10/6/2025). Foto: Issei Kato/REUTERS

Jepang menjuarai Piala Asia AFC 2004 dengan mengalahkan tuan rumah, China, pada pertandingan final di Stadion Buruh, Beijing. Kemenangan ini mempertahankan kegidayaan Jepang yang menjuarai tiga edisi beruntun.

Sayangnya, pertandingan final ini sempat diwarnai dengan kericuhan. Menurut Inside World Football, kericuhan disebabkan oleh sentimen anti-Jepang yang diserukan beberapa pihak.

Sentimen anti-Jepang muncul pada periode Perang China-Jepang Kedua (Second Sino-Jepangese War) tahun 1930-an dan 1940-an. Sentimen ini dibawa segelintir suporter tuan rumah ke pertandingan final Piala Asia AFC 2004.

Mereka mengejek lagu kebangsaan Jepang. Kemudian, suasana terus memanas sepanjang jalannya pertandingan.

Pendukung tuan rumah semakin ‘terbakar’ ketika Takashi Fukunishi mencetak gol sundulan jarak dekat untuk Jepang pada menit ke-22. Sepuluh menit kemudian, China berhasil menyamakan kedudukan lewat tendangan melengkung dari tepi kotak penalti oleh Li Ming.

Peluang demi peluang terus datang untuk kedua tim. Sampai akhirnya, gol kedua Jepang dicetak oleh Koji Nakata. Namun, terjadi kontroversi karena bola tampak mengenai tangan Nakata saat ia memasukkan bola ke gawang dari jarak dekat.

Meskipun China memprotes keras, gol tetap dianggap sah. Jepang akhirnya menang lewat gol ketiga yang dicetak Yamada, membuat skor akhir menjadi 3-1.

Pasca pertandingan, setelah Jepang diberikan trofi, kerusuhan pecah di dekat gerbang utara stadion. Pendukung China melampiaskan amarah karena kalah dalam pertandingan ini. Meski begitu, kericuhan tidak menggagalkan kemenangan ketiga Jepang di Piala Asia AFC 2004.

Sebagai juara, Jepang diberikan hak mewakili Asia pada Piala Konfederasi FIFA 2005 yang digelar di Jerman. Salah satu pemain Jepang, yakni Shunsuke Nakamura, dinobatkan menjadi pemain terbaik sepanjang turnamen.

Daftar Pemenang Piala Asia AFC 1956-2023

Pemain Timnas China saat melawan Qatar pada pertandingan Grup A Piala Asia AFC Qatar 2023 di Stadion Internasional Khalifa di Doha, Qatar pada 22 Januari 2024. Foto: KARIM JAAFAR / AFP

Berikut ini daftar pemenang Piala Asia AFC dari tahun 1956 hingga 2023:

  • 2023 - Qatar

  • 2019 - Qatar

  • 2015 - Australia

  • 2011 - Jepang

  • 2007 - Irak

  • 2004 - Jepang

  • 2000 - Jepang

  • 1996 - Arab Saudi

  • 1992 - Jepang

  • 1988 - Arab Saudi

  • 1984 - Arab Saudi

  • 1980 - Kuwait

  • 1976 - Iran

  • 1972 - Iran

  • 1968 - Iran

  • 1964 - Israel

  • 1960 - Korea Selatan

  • 1956 - Korea Selatan

Baca Juga: PSSI Bantah Beberapa Negara Ingin Keluar dari AFC & Bentuk Konfederasi Baru

(DEL)