Negara yang Bukan Endemis Meningitis Meningokokus Apa Saja? Ini Penjelasannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Meningitis meningokokus merupakan salah satu penyakit berbahaya yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Penyakit ini menular melalui droplet atau percikan air liur, dan bisa menyebar dengan cepat, terutama di lingkungan padat.
Secara global, meningitis meningokokus cenderung lebih sering muncul di wilayah-wilayah tertentu yang dikenal sebagai area endemis, terutama di kawasan yang disebut sebagai meningitis belt atau sabuk meningitis.
Di luar wilayah sabuk meningitis, sebagian negara di dunia tergolong bukan endemis meningitis meningokokus. Pertanyaannya, negara-negara mana saja yang masuk dalam kategori ini? Simak penjelasan selengkapnya berikut ini.
Apa Itu Meningitis Meningokokus?
Dikutip dari laman Infeksi Emerging Kementerian Kesehatan, meningitis meningokokus adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Neisseria meningitidis. Bakteri ini menyerang selaput otak dan sumsum tulang belakang, sehingga menimbulkan peradangan atau pembengkakan.
Penyebaran meningitis meningokokus lebih berisiko terjadi di daerah-daerah dengan kerumunan orang atau jarak dekat, seperti saat kegiatan haji atau umroh. Hal ini bisa diperparah oleh faktor cuaca, seperti suhu dan kelembapan, yang mendukung perkembangbiakan bakteri penyebab penyakit ini.
Selain itu, ada enam serogroup bakteri meningokokus yang dapat menyebabkan wabah atau epidemi, yaitu A, B, C, W, X, dan Y. Masing-masing serogroup ini memiliki karakteristik yang berbeda dan dapat mempengaruhi tingkat keparahan penyakit.
Gejala yang muncul akibat meningitis meningokokus juga perlu diwaspadai. Beberapa gejala yang paling umum antara lain:
Demam disertai menggigil
Perubahan status mental
Mual dan muntah
Sakit kepala yang hebat
Penurunan kesadaran
Kehilangan nafsu makan
Negara yang Bukan Endemis Meningitis Meningokokus
Negara endemis meningitis memiliki risiko penularan penyakit meningokokus dengan tingkat insidensi tertinggi di dunia. Seperti yang telah dijelaskan, negara-negara yang termasuk dalam kategori endemis meningitis meningokokus terletak di wilayah meningitis belt.
Mengutip dari laman resmi World Health Organization (WHO), sabuk meningitis ini membentang luas di kawasan Afrika Sub-Sahara yang mencakup sekitar 26 negara, mulai dari Senegal di barat, melintasi negara-negara seperti Nigeria dan Chad, hingga mencapai Ethiopia di timur.
Menurut informasi dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), negara-negara yang bukan endemis meningitis meningokokus umumnya memiliki tingkat kejadian penyakit yang rendah atau jarang terjadi. Banyak negara di luar sabuk meningitis ini tercatat memiliki insidensi meningitis yang lebih rendah.
Beberapa contoh negara yang biasanya tidak tergolong endemis meliputi:
Eropa
Australia
Amerika Serikat
Jepang
Korea Selatan
Kanada
Negara-negara ini pada umumnya memiliki sistem kesehatan yang kuat, program vaksinasi yang efektif, serta pengendalian penyakit yang baik, yang membantu mencegah terjadinya wabah meningitis meningokokus secara teratur.
Kendati demikian, kasus sporadis masih dapat terjadi, terutama jika ada faktor perjalanan atau interaksi dengan wilayah endemis, yang memungkinkan bakteri penyebab penyakit ini masuk ke negara-negara yang tidak endemis.
Baca juga: Alasan Jemaah Haji Wajib Vaksin Meningitis Sebelum Pergi ke Tanah Suci
(RK)
