Niat Puasa Awal dan Akhir Tahun dalam Islam serta Keistimewaan Bulan Muharram

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam merayakan tahun baru Islam, umat Muslim dianjurkan untuk melakukan amalan puasa sunnah. Ibadah ini bertujuan untuk mendekatkan diri dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Apabila seorang Muslim melakukan puasa sunnah akhir dan awal tahun hijriah, niscaya dosanya selama 50 tahun akan diampuni oleh Allah SWT. Disebutkan dalam sebuah hadits, yang artinya sebagai berikut:
“Barangsiapa yang berpuasa sehari pada akhir tahun dari bulan Dzulhijjah dan puasa sehari pada awal dari bulan Muharram, maka ia sungguh-sungguh telah menutup tahun yang lalu dengan puasa dan membuka tahun yang akan datang dengan puasa, dan Allah menjadikan kaffarah atau dileburnya dosa selama 50 tahun.” (HR. Bukhari)
Puasa awal dan akhir tahun dalam Islam dilaksanakan pada hari terakhir bulan Dzulhijjah sampai pada tanggal 1 bulan Muharram. Ketahui niat puasa awal dan akhir tahun Islam beserta keistimewaan bulan Muharram dalam ulasan berikut ini.
Niat Puasa Awal dan Akhir Tahun Hijriah
Merangkum dari buku Panduan Praktis Menjalankan Puasa Sunah oleh Siti Nur Aidah dan Tim Penerbit KBM Indonesia, berikut niat puasa awal dan akhir tahun dalam Islam.
1. Niat puasa sunah akhir tahun Hijriah
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺻَﻮْﻡَ ﻏَﺪٍ ﻣِﻦْ ﺍَﺧِﻴْﺮِ ﺍﻟﺴَّﻨَﺔِ ﺳُﻨَّﺔً لِلهِ تَعَالَى
“Nawaitu shauma ghodin min akhiiris sanati sunnatan lillahi taala.”
Artinya: “Saya niat puasa sunnah akhir tahun karena Allah SWT.”
2. Niat puasa sunah awal tahun Hijriah
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺻَﻮْﻡَ ﻏَﺪٍ ﻣِﻦْ ﺍَﻭَّﻝِ ﺍﻟﺴَّﻨَﺔِ ﺳُﻨَﺔَ لِلهِ تَعَالَى
“Nawaitu shauma ghodin min awwali sanati sunnatan lillahi taala.”
Artinya: “Saya niat puasa sunnah awal tahun karena Allah SWT.”
Keistimewaan Bulan Muharram
Umat Muslim disunnahkan melakukan puasa awal dan akhir tahun di bulan Muharram, karena bulan ini memiliki sejumlah keistimewaan. Melansir buku Menggapai Berkah di Bulan-bulan Hijriah karya Siti Zamratus Sa'adah, berikut keistimewaan bulan Muharram.
1. Termasuk Bulan Haram
Bulan Muharram termasuk salah satu dari empat bulan yang dianggap haram. Bulan haram dalam Islam maksudnya yaitu pada bulan tersebut Allah melarang hambanya untuk berbuat dosa. Dijelaskan dalam sebuah hadits:
"Ada 12 bulan dalam satu tahun, di antaranya ada empat haram yakni Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah, Muharram dan Rajabnya Mudhor yang berada di antara Jumada dan Syaban." (HR. Bukhari)
2. Haram Berbuat Dzalim
Di bulan Muharram, umat Muslim dilarang untuk melakukan maksiat atau perbuatan dosa. Hal ini berdasarkan Imam Qatadah ahli tafsir, berkata: "Sungguh kedzaliman yang dilakukan pada bulan haram yaitu seberat-beratnya kesalahan daripada bulan lainnya. Walaupun kedzaliman apapun termasuk dosa berat, akan tetapi Allah memberatkan apapun yang dikehendaki.” (Mulakhos Tafsir Ibnu Katsir)
3. Mendapat Pahala Berlipat
Keistimewaan bulan Muharram selanjutnya yaitu mendapatkan pahala yang berlipat. Hal ini berdasarkan ahli tafsir Qatadah bin Di’amah berkata:
"Amalan sunnah lebih besar pahalanya apabila dikerjakan pada bulan haram, sebagaimana kedzaliman di bulan ini dosanya juga lebih besar dibanding dengan kedzaliman di bulan lainnya meskipun secara umum kedzaliman adalah dosa yang besar.” (Mulakhos Tafsir Ibnu Katsir)
(EAR)
