Niat Puasa Ayyamul Bidh dan Keutamaan Mengamalkannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa yang dilakukan di setiap pertengahan bulan Hijriah. Puasa ini diamalkan pada tanggal 13, 14, dan 15 di setiap bulan Hijriah. Puasa Ayyamul Bidh juga dikenal sebagai puasa Hari Putih.
Disebut puasa Hari Putih karena pada tanggal-tanggal itu merupakan terbitnya bulan purnama. Sehingga alam menjadi lebih terang atau putih dari biasanya.
Hukum melaksanakan puasa ini adalah sunnah, karena amalan tersebut merupakan wasiat dari Rasulullah. Sebagaimana hadits yang dikutip dari buku Panduan Praktis Menjalankan Puasa Sunah karya Siti Nur Aidah, dkk., Abu Hurairah ra berkata:
“Kekasihku Rasululllah SAW berwasiat kepadaku tiga hal, dan tidak akan kutinggalkan hingga aku mati. Yaitu, berpuasa setiap bulannya, mengerjakan sholat Dhuha, dan mengerjakaan sholat witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari)
Dalam beberapa riwayat hadits dijelaskan, Rasulullah tidak pernah meninggalkan puasa tiga hari dalam sebulan. Salah satu dalil adalah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas dikutip dari buku Fiqih Praktis Sehari-hari karya Farid Nu'man berikut:
Ibnu Abbas ra berkata, “Rasululllah SAW tidak pernah meninggalkan puasa pada hari-hari putih, baik dalam perjalanan maupun saat di rumah.” (HR. Thabrani)
Dari beberapa dalil di atas, dapat disimpulkan bahwa puasa Ayyamul Bidh merupakan sunnah yang dianjurkan Rasulullah. Jika diamalkan, maka orang tersebut telah mencontoh dan meneladani kebiasaan Rasulullah.
Niat Puasa Ayyamul Bidh dan Cara Mengamalkannya
Bagi umat Muslim yang ingin mengamalkannya, berikut niat puasa Ayyamul Bidh beserta cara mengamalkannya dikutip dari buku Koleksi Doa & Dzikir Sepanjang Masa karya Ustadz Ali Amrin al-Qurawy.
Bacaan niat Puasa Ayyamul Bidh
نَوَيْتُ صَوْمَ اَيَّامَ اْلبِيْضِ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu sauma ayyaamal bidh sunnatan lillaahi ta'ala
Artinya: "Saya berniat melakukan puasa pada hari-hari putih, sunah karena Allah ta'ala."
Cara Mengamalkan Puasa Ayyamul Bidh
Cara mengamalkan puasa Ayyamul Bidh sama dengan melaksanakan puasa pada umumnya, yaitu didahului dengan niat sejak terbenamnya matahari hingga menjelang fajar. Selain itu, orang yang berpuasa juga harus mencegah dari hal-hal yang membatalkan puasa.
Umat Islam juga boleh mengamalkan puasa ini secara berturut-turut atau hanya dua hari, kemudian dilanjutkan satu hari pada hari lain. Sebab, amalan ini tidak mensyaratkan mutatabiah atau harus dilakukan berturut-turut sebagaimana puasa Ramadhan atau puasa Kafarat.
Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh
Puasa Ayyamul Bidh tentunya memiliki keutamaan dan fadhilah yang besar bagi pelakunya. Berikut keutamaan puasa Ayyamul Bidh dikutip dari buku Dasyatnya Puasa Sunah karya Amirullah Syarbini, dkk.:
Melaksanakan sunah Rasulullah
Melaksanakan puasa Ayyamul Bidh merupakan salah satu wasiat Rasulullah. Mengamalkan sunah Rasulullah berarti telah mengikuti jalan yang di dalamnya mengandung banyak keberkahan, kenikmatan, dan keutamaan bagi yang mengamalkannya.
Memberi istirahat pada organ tubuh
Melakukan amalan puasa berarti memberikan kesempatan untuk seluruh organ tubuh beristirahat. Semakin sering dipakai, organ tubuh akan kewalahan dalam menerima dan mencerna asupan makanan.
Itu mengapa amalan puasa Ayyamul Bidh sangat erat kaitannya dengan kesehatan jasmani. Selain melaksanakan ibadah dan anjuran sunnah, amalan ini juga bertujuan menjaga tubuh agar tetap sehat dan bugar.
Sama Seperti Puasa Setahun Penuh
Hal ini didasarkan hadits dari Abdullah bin Amr bin Ash bahwa Rasulullah bersabda, “Puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun.” (HR. Bukhari dan Muslim)
(IPT)
