Niat Puasa Dzulhijjah 10 Hari Pertama Arab, Latin, dan Artinya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan yang sangat istimewa bagi umat Islam. Pada bulan ini umat Muslim menyambut dua momen penting, yakni pelaksanaan ibadah haji dan Hari Raya Iduladha.
Keutamaan besar juga bisa diraih umat Islam pada 10 hari pertama Dzulhijjah yang dikenal sebagai hari-hari terbaik untuk memperbanyak ibadah. Banyak amalan sunah yang dianjurkan untuk dikerjakan, termasuk puasa sejak tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah.
Sebelum menjalankan puasa, umat Muslim perlu membaca niat sebagaimana puasa sunah lainnya. Simak bacaan niat puasa Dzulhijjah 10 hari pertama lengkap dengan tulisan Arab, latin, dan artinya berikut ini.
Niat Puasa Dzulhijjah 10 hari Pertama
Niat puasa Dzulhijjah merupakan tekad hati untuk menjalankan puasa sunnah di bulan Dzulhijjah. Niat sebenarnya cukup diucapkan dalam hati. Namun, bagi yang terbiasa melafalkannya, niat dapat dibaca untuk memantapkan hati dalam beribadah.
Niat puasa dapat dilakukan sejak terbenamnya matahari hingga sebelum terbitnya fajar. Berdasarkan buku Siapa Berpuasa Dimudahkan Urusannya karya Khalifa Zain Nasrullah, berikut adalah bacaan niatnya.
Niat Puasa 1-7 Dzulhijjah
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma syahri dzilhijjah sunnatan lillaahi ta‘aala.
Artinya: “Saya berniat puasa bulan Dzulhijjah, sunnah karena Allah ta‘ala."
Niat Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah)
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillaahi ta‘aala.
Artinya: "Saya berniat puasa sunnah Tarwiyah, sunnah karena Allah ta'ala."
Niat Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma arafata sunnatan lillaahi ta‘aala.
Artinya: "Saya berniat puasa sunnah Arafah, sunnah karena Allah ta'ala."
Keutamaan Puasa Dzhulhijjah 10 hari Pertama
Menurut buku Hidup Tenang dan Dikejar-kejar Rezeki karya Zainal Abidin serta penjelasan dari laman NU Online, berikut beberapa keutamaan puasa Dzulhijjah.
1. Pahala Dilipatgandakan
Segala amal saleh yang dilakukan pada 10 hari pertama Dzulhijjah,, seperti salat, sedekah, membaca Al-Qur’an, hingga puasa sunnah, akan diganjar dengan pahala yang berlipat ganda. Rasulullah bersabda:
“Tidak ada hari-hari yang lebih Allah sukai untuk beribadah selain sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan satu tahun berpuasa, satu malam mendirikan shalat malam setara dengan shalat pada malam Lailatul Qadar.” (HR At-Trmidzi)
2. Menghapus Dosa-dosa
Salah satu keutamaan terbesar terdapat pada puasa Arafah yang dilaksanakan tanggal 9 Dzulhijjah. Pada hari tersebut, jemaah haji tengah melaksanakan wukuf di Padang Arafah. Jika mengerjakan puasa Arafah, dosa-dosa kecil selama dua tahun, yakni satu tahun yang telah lalu dan satu tahun yang akan datang, akan dihapuskan. Rasulullah bersabda:
“Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR Muslim)
3. Hari Pembebasan dari Siksa Neraka
Hari Arafah juga dikenal sebagai hari ketika Allah SWT banyak membebaskan hamba-Nya dari api neraka lebih dari hari-hari lainnya. Rasulullah bersabda:
"Tidak ada hari di mana Allah membebaskan hamba dari neraka lebih banyak daripada Hari Arafah, dan sungguh Dia mendekat lalu membanggakan mereka di depan para malaikat dan berkata: ‘Apa yang mereka inginkan?’" (HR Muslim)
Baca Juga: Apa Saja Persiapan yang Dilakukan Sebelum Melaksanakan Salat Jumat?
(SA)
