Konten dari Pengguna

Niat Puasa Ramadhan dan Aturan Membacanya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi niat puasa Ramadhan. Foto: pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi niat puasa Ramadhan. Foto: pixabay

Sah atau tidaknya amal ibadah yang dilakukan seseorang bergantung pada niatnya. Dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan, niat termasuk ke dalam rukun yang tidak boleh ditinggalkan.

Mengutip buku Dahsyatnya Puasa Sunah Kunci Utama Meraih Sukses Dunia dan Akhirat oleh H. Amirulloh Syarbini dkk, seorang Muslim yang meninggalkan rukun, maka ibadah puasanya akan sia-sia dan tidak sah.

Selain sebagai penentu sah atau tidaknya ibadah seseorang, niat juga dapat menentukan maksud dan tujuan saat melakukan ibadah. Untuk itu, kedudukan niat sangat penting dan harus dipahami oleh setiap Muslim yang hendak melaksanakan ibadah puasa Ramadhan.

Bagaimana bacaan niat puasa Ramadhan? Dan bagaimana aturan membacanya?

Niat Puasa Ramadan dan Aturan Membacanya

Berikut niat puasa Ramadhan yang bisa dibaca:

وَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin’ an ada’i fardhi syahri ramadhaani haadzihis sanati lillahi ta’aala.

Artinya: "Aku niat berpuasa besok pagi untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala."

Ilustrasi niat puasa Ramadhan. Foto: pixabay

Mengutip buku Ensiklopedia Rukun Islam Ibadah Tanpa Khilafah Puasa oleh Drs. Syarif Hidayatullah, niat puasa Ramadhan dianjurkan dibaca pada malam hari, tepatnya setelah waktu maghrib hingga menjelang subuh. Ketentuan ini didasarkan pada hadist Rasulullah SAW berikut:

“Barang siapa yang tidak berniat (puasa Ramadhan) sejak malam (sebelum fajar), maka tidak ada puasa baginya.” (HR. Abu Daud)

Untuk ketentuan membacanya, tiga mazhab selain Malikiyah sepakat bahwa niat harus dibaca setiap hari pada malam hari. Sedangkan mazhab Malikiyah berpendapat bahwa niat cukup dibaca sekali dalam sebulan, yaitu pada malam pertama bulan Ramadhan.

Mengutip buku Pesan-Pesan Rahasia oleh Mukhammad Fahmi (2019: 79) Imam Nawawi al-Bantani dalam kitab Kaasyifatus Sajaa, niat puasa Ramadhan harus dilakukan setiap malam, karena puasa dalam tiap-tiap harinya adalah satu ibadah tersendiri. Artinya, apabila seseorang lupa berniat pada malam hari, maka puasa yang dijalankan pada siang harinya dianggap tidak sah.

Berdasarkan pendapat tersebut, maka membaca niat puasa Ramadhan setiap hari sangat dianjurkan bagi setiap Muslim. Ini dilakukan untuk mencegah kelupaan mengamalkannya yang bisa membuat puasa menjadi tidak sah. Di Indonesia, niat puasa Ramadhan biasanya dibaca setiap malam usai sholat tarawih berjamaah.

(MSD)