Niat Puasa Ramadhan Hari ke-9 dan Artinya yang Shahih

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tak terasa puasa Ramadhan telah memasuki hari kesembilan. Setiap Muslim pun dianjurkan untuk lebih semangat dalam mengisi hari-harinya dengan berbagai ibadah seperti sholat, tadarus, dan sedekah.
Selain itu, setiap Muslim juga diwajibkan untuk memenuhi rukun-rukunnya, yaitu membaca niat dan menahan diri dari hal-hal yang dapat membatalkan puasa. Mengutip buku Dahsyatnya Puasa Sunah Kunci Utama Meraih Sukses Dunia dan Akhirat oleh H. Amirulloh Syarbini dkk, seorang Muslim yang meninggalkan rukun puasa, maka ibadah puasanya akan sia-sia dan tidak sah.
Oleh karena itu, hendaknya setiap Muslim tidak lupa untuk membaca niat puasa Ramadhan setiap harinya. Bagaimana bacaannya?
Niat Puasa Ramadhan Hari ke-9 dan Artinya
Mengutip buku Pesan-Pesan Rahasia oleh Mukhammad Fahmi (2019: 79) Imam Nawawi al-Bantani dalam kitab Kaasyifatus Sajaa, niat puasa Ramadhan harus dilakukan setiap malam, karena puasa dalam tiap-tiap harinya adalah satu ibadah tersendiri.
Jika seseorang lupa membaca niat pada malam hari, maka puasa yang dijalankan pada siang harinya dianggap tidak sah. Ketentuan ini didasarkan pada hadist Rasulullah SAW berikut ini:
“Barang siapa yang tidak berniat (puasa Ramadhan) sejak malam (sebelum fajar), maka tidak ada puasa baginya.” (HR. Abu Daud)
Untuk aturan membacanya, niat bisa dibaca dalam hati ataupun diucapkan dengan lisan. Keduanya sama-sama baik dan diperbolehkan oleh masyoritas ulama.
Niat Puasa Ramadhan
وَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin’ an ada’i fardhi syahri ramadhaani haadzihis sanati lillahi ta’aala.
Artinya: "Aku niat berpuasa besok pagi untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala."
(MSD)
