Niat Puasa Syaban Lengkap dengan Bacaan Latin dan Artinya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bulan Syaban adalah bulan kedelapan dalam kalender Hijriah yang jatuh sebelum bulan Ramadan. Ada banyak amalan yang dianjurkan untuk dikerjakan di bulan ini, salah satunya adalah berpuasa.
Puasa di bulan Syaban termasuk puasa sunah yang memiliki banyak keutamaan. Sama seperti puasa sunah pada umumnya, umat Islam harus membaca niat puasa Syaban terlebih dahulu.
Niat Puasa Syaban
Puasa Syaban merupakan amalan sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW sebagai persiapan menuju bulan suci Ramadan. Agar ibadah ini menghadirkan berkah, berikut lafal niat puasa Syaban yang dapat dibaca sebelum menunaikannya.
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i sunnati Sya'bana lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Syaban esok hari karena Allah Ta'ala."
Jika lupa berniat pada malam harinya, umat Islam boleh membacanya pada pagi harinya selama belum makan, minum, atau melakukan hal yang membatalkan puasa hingga sebelum waktu Dzuhur.
نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلهِ تَعَالَ
Nawaitu shauma hadzal yaumi 'an ada'i sunnati Sya'bana lillahi ta'ala
Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Syaban hari ini karena Allah Ta'ala.
Hukum Berpuasa di Bulan Syaban
Menurut buku Panduan Ibadah di Bulan Sya’ban oleh Muhammad Juriyanto, puasa Syaban dikategorikan sebagai puasa sunah yang sangat dianjurkan. Hal ini didasarkan pada kebiasaan Nabi Muhammad SAW yang sangat senang memperbanyak puasa pada bulan Syaban.
Rasulullah bahkan tidak pernah terlihat berpuasa sunah di bulan lain sebanyak yang dilakukan di bulan Syaban, sebagaimana menurut hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Aisyah RA:
"Nabi Saw biasa berpuasa, sampai kami katakan bahwa beliau tidak berbuka. Beliau pun berbuka sampai kami katakan bahwa beliau tidak berpuasa. Aku tidak pernah sama sekali melihat Nabi Saw berpuasa secara sempurna sebulan penuh selain pada bulan Ramadhan. Aku pun tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak daripada berpuasa di bulan Sya'ban."
Selain itu, terdapat pula riwayat dari Ummu Salamah yang memperkuat bahwa dalam satu tahun, Nabi SAW tidak pernah berpuasa sebulan penuh kecuali pada bulan Syaban, yang kemudian disambung dengan puasa Ramadhan.
Meski sangat dianjurkan, terdapat ketentuan dalam kitab fiqih mengenai puasa pertengahan bulan setelah Nisfu Syaban. Seseorang tidak diperbolehkan memulai puasa setelah Nisfu Syaban kecuali karena dua kondisi, yaitu:
Ia sudah terbiasa melakukan puasa sunah, seperti Senin-Kamis pada hari-hari tersebut.
Ia telah berpuasa sebelum Nisfu Syaban dan melanjutkannya hingga setelahnya.
Selain berpuasa, umat Islam juga dianjurkan untuk memperbanyak amalan lain selama bulan Syaban, seperti memperbanyak membaca Al-Qur'an, bersedekah, menyambung silaturahim, membaca shalawat, serta memperbanyak zikir.
(FHK)
Baca juga: 3 Doa Bulan Syaban yang Dapat Diamalkan Umat Islam
