Niat Shalat Gerhana Matahari dan Tata Cara Pelaksanaannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ketika gerhana matahari berlangsung, umat Islam sangat dianjurkan untuk melakukan shalat gerhana matahari atau shalat kusuf. Ibadah ini bertujuan untuk mengingat serta mengagumi keagungan Allah SWT.
Selain itu, shalat gerhana juga disyariatkan untuk mematahkan mitos masyarakat jahiliyah yang meyakini bahwa gerhana matahari berkaitan dengan hidup dan matinya seseorang.
Lantas, seperti apa niat shalat gerhana matahari? Simak bacaan dan arti selengkapnya di bawah ini.
Niat Shalat Gerhana Matahari
Sebelum melaksanakan shalat gerhana matahari, wajib untuk mengucapkan niat yang benar agar shalat sah. Mengutip dari buku Panduan Muslim Sehari-hari dari Lahir Sampai Mati oleh DR. KH. M. Hamdan Rasyid dan MA,, Saiful Hadi El-Sutha, berikut niat shalat gerhana matahari.
أُصَلِّيْ سُنَّةً لِكُسُوْفِ الشَّمْسِ / لِخُسُوْفِ الْقَمَرِ اِمَامًا / مَأْمُوْمًا لِلّهِ تَعَالَى
Ushollii sunnatal Kusuufi rak’ataini (imaaman/makmuuman) lillaahi Ta’aala.
Artinya: Aku berniat mengerjakan shalat sunah gerhana matahari sebanyak dua rakaat (sebagai imam/makmum), karena Allah Ta’ala.
Tata Cara dan Ketentuan Shalat Gerhana Matahari
Merujuk pada buku Fikih Ibadah Madzhan Syafi'i oleh Syaikh DR. Alauddin Za'tari, berikut tata cara shalat gerhana matahari lengkap dengan ketentuan-ketentuan yang dianjurkan.
Shalat gerhana matahari terdiri dari dua rakaat. Setiap rakaat memiliki ketentuan sebagai berikut:
a. Dua rukuk (bacaan rukuk dilakukan cukup lama)
b. Dua berdiri
c. Dua sujud (bacaan sujud dilakukan cukup lama)
Bacaan shalat gerhana matahari dibaca dengan suara pelan, hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan Samurah, "Nabi SAW shalat gerhana matahari dengan kami. Kami tidak mendengar suara beliau." (HR. At-Tirmidzi)
Seusai shalat gerhana matahari, imam dianjurkan berkhutbah dua kali, seperti khutbah shalat Jumat dari segi rukun-rukunnya.
Dalam kedua khutbah tidak berlaku syarat-syarat sebagaimana khutbah Jumat, seperti harus bisa didengar oleh para jamaah, menggunakan bahasa Arab, dan khatibnya harus laki-laki
Dalam khutbah, sang khatib menganjurkan manusia agar bertaubat dan mengerjakan amal-amal kebajikan seperti puasa, shalat, dan sedekah.
Waktu Terbaik Shalat Gerhana Matahari
Waktu terbaik melaksanakan shalat gerhana matahari yaitu sejak gerhana sudah tampak sampai matahari menjadi normal kembali. Shalat gerhana matahari dianggap sudah terlambat apabila:
Bentuk matahari sudah muncul secara utuh dan meyakinkan. Jika hanya sebagian matahari yang terang, dan sisanya tidak, maka shalat gerhana matahari masih belum terlambat.
Jika cuaca sangat berawan sehingga ragu dengan terangnya matahari, maka masih diperbolehkan shalat. Apabila matahari menjadi terang di tengah-tengah shalat, maka ibadah tetap harus disempurnakan.
Tampak jelas matahari telah terbenam. Tetapi jika sedang shalat dan matahari baru terbenam, maka masih boleh shalat dan menyempurnakannya.
Baca juga: Jam Berapa Gerhana Matahari 12 Agustus 2026? Cek Waktu Terjadinya di Sini
(MFT)
