Konten dari Pengguna

Nilai Serta Kebiasaan Orang Sunda yang Unik dan Khas

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Suku Sunda yang berada di Kota Bandung Foto: iStock
zoom-in-whitePerbesar
Suku Sunda yang berada di Kota Bandung Foto: iStock

Setiap daerah dan suku di Indonesia memiliki kearifan lokal yang berbeda-beda. Sebab, nilai dan kebiasaan yang diajarkan turun temurun antar daerah dan suku di Indonesia tidak sama dan memiliki ciri khas masing-masing, begitu juga dengan masyarakat Sunda.

Meskipun daerah dan suku di Indonesia berbeda-beda, nilai dan kebiasaan yang ditanamkan adalah hal yang baik dan positif. Sehingga secara tidak langsung membentuk karakter bangsa Indonesia.

Dalam buku Nilai-nilai Karakter Sunda (Internalisasi Nilai-nilai Karakter Sunda di Sekolah) oleh Dr. Aan Hasanah, M.Ed., dkk, suku Sunda berada di wilayah Jawa Barat, mulai dari Priangan (Bandung, Sumedang, Tasikmalaya, Cianjur, dan sekitarnya), Cirebon, dan Kaleran (wilayah pesisir Jawa Barat seperti Karawang dan Subang).

Berbeda dengan daerah Jawa Barat lainnya, Cirebon tersentuh oleh dua budaya yaitu Sunda dan Jawa (Yogyakarta). Kemudian, nama Sunda sebagai suatu wilayah tercatat dalam prasasti Sanghiyang Tapak yang ditemukan di Cibadak dan Sukabumi, serta prasasti Kebantenan yang ditemukan di Bekasi. Prasasti-prasasti tersebut berbahasa Sunda Kuna.

Nilai-nilai kearifan lokal Sunda ditemukan di berbagai hal seperti prasasti, babad, naskah-naskah historis, karya sastra, cerita rakyat, pantun dll. Adapun nilai dan kebiasaan orang Sunda yang memiliki ciri khas tersendiri yaitu sebagai berikut:

Nilai dan Kebiasaan Orang Sunda

Ilustrasi nilai dan kebiasaan orang Sunda dalam berkomunikasi Foto: iStock

Mengutip dari buku yang sama, terdapat istilah yang mencerminkan prinsip hidup orang Sunda, yaitu:

Nyalindung na sihung maung, diteker nya mementeng, ulah aya guam, bisa tulieskeun, teu bisa kanyahokeun, sok mun eling moal luput salamet

Artinya: “Walaupun mendapat hinaan, tidak boleh melawan, usahakan menghindar tapi tetap mengingat.”

Dalam ungkapan tersebut dapat diketahui bahwa orang Sunda memiliki sikap arif dan bijaksana. Mereka juga berprinsip untuk selalu rendah diri sebagaimana tertuang dalam ungkapan berikut:

Teu saba, teu soba, teu banda, teu boga, teu weduk, teu bedas, teu gagah, teu pinter

Artinya: “Tidak punya pengalaman apa-apa, tidak punya apa-apa, tidak punya kekuatan apa-apa, tidak gagah, tidak juga pintar.”

Nilai-nilai itulah yang ditanamkan orang-orang Sunda. Meski memiliki keunggulan tapi tidak menyombongkannya kepada orang lain.

Bahasa Sunda menjadi bahasa Ibu bagi orang Sunda. Dialek bahasa Sunda pun terdengar unik dan berbeda dengan suku lain seperti Jawa atau Batak.

Orang Sunda memiliki kebiasaan unik saat berbicara seperti menambahkan kata “teh” dan “mah”, hingga pelafalan huruf F yang terdengar seperti huruf P. Nilai-nilai dan kebiasaan ini tentunya harus selalu dilestarikan dari generasi ke generasi agar tetap terjaga dan tidak hilang ditelan modernisasi.

(PDN)