Not Angka Ibu Kita Kartini beserta Makna Lagunya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Not angka adalah penulisan sebuah lagu yang menggunakan angka-angka sebagai simbolnya. Not angka digunakan untuk menulis nada do, re, mi, fa, sol, la, si, do disertai beberapa tanda untuk memperjelas notasi.
Di Indonesia, not angka ini sudah mulai dipelajari di bangku Sekolah Dasar. Mengutip buku Kumpulan Lagu Daerah oleh Thursan Hakim, tanda-tanda tersebut antara lain titik, garis miring, garis mendatar, dan lain sebagainya.
Not angka biasanya digunakan untuk mengiringi sebuah lagu dengan alat musik piano, pianika dan sejenisnya. Contoh not angka yang bisa Anda pelajari adalah dari lagu wajib nasional Ibu Kita Kartini.
Berikut not angka dari lagu Ibu Kita Kartini.
Not Angka Ibu Kita Kartini
Inilah not angka Ibu Kita Kartini lengkap dengan lirik lagu. Ibu Kita Kartini menjadi salah satu lagu wajib nasional yang kerap dinyanyikan saat merayakan Hari Kartini setiap 21 April.
12 3 4 5 3 1
Ibu kita kartini
6 1 7 6 5
Putri sejati
4 6 5 4 3 1
Putri Indonesia
2 4 3 2 1
Harum namanya
12 3 4 5 3 1
Ibu kita kartini
6 1 7 6 5
Pendekar bangsa
4 6 5 4 3 1
Pendekar kaum-nya
2 4 3 2 1
Untuk merdeka
4 3 46 5 6 5 3 1
Wahai ibu kita kartini
3 2 3 4 5 3
Putri yang mulia
4 3 4 6 5 6 5 3 1
Sungguh besar cita-citanya
3 2 4 7 2 1
Bagi Indonesia
Makna Lagu Ibu Kita Kartini
Lagu Ibu Kita Kartini diciptakan oleh W.R. Soepratman. Seperti judulnya, lagu ini menggambarkan bagaimana perjuangan seorang Kartini untuk bangsa Indonesia.
Dikutip dari buku Indonesia Pusaka oleh Sopan Adrianto, lirik lagu Ibu Kita Kartini menjelaskan tentang sosok Kartini, salah satu pahlawan nasional wanita yang berjasa dalam menjunjung emansipasi wanita. Tanpa beliau mungkin wanita Indonesia saat ini tidak mempunyai hak yang sama dengan kaum laki-laki.
Tanpa Ibu Kartini mungkin saat ini wanita di Indonesia belum mampu mengenyam pendidikan atau bahkan memiliki karier yang cemerlang. Berkat Kartini, perempuan kini bisa meraih cita-cita setinggi .
(EAR)
