Notasi Ilmiah: Pengertian, Rumus, dan Cara Menuliskannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle dan masih banyak lagi.
Konten dari Pengguna
4 Agustus 2022 16:03
·
waktu baca 4 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi notasi ilmiah. Foto: pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi notasi ilmiah. Foto: pixabay
ADVERTISEMENT
Notasi ilmiah adalah sebuah cara atau metode ilmiah yang digunakan untuk menyederhanakan penulisan angka hasil pengukuran. Biasanya, notasi ilmiah diterapkan pada angka-angka yang nilainya sangat besar atau sangat kecil.
ADVERTISEMENT
Mengutip buku Asas-Asas Fisika SMA Kelas X susunan Drs. Bambang Ruwanto (2006), notasi ilmiah dikenal juga dengan istilah notasi pangkat 10. Biasanya, notasi ini dapat menunjukkan kejelasan jumlah suatu angka penting.
Mengubah suatu bilangan menjadi bentuk notasi ilmiah artinya memindahkan titik desimal ke arah kanan atau kiri sesuai dengan keperluan. Sehingga, angka tersebut dapat berada di sebelah kanan satuan.
Bagaimana cara menulis notasi ilmiah? Agar lebih memahaminya, berikut penjelasan tentang notasi ilmiah selengkapnya untuk Anda.

Apa yang Disebut Notasi Ilmiah dan Kegunaannya?

Notasi ilmiah adalah metode penyederhanaan angka yang semula bernilai sangat besar atau sangat kecil. Dalam ilmu fisika, notasi ilmiah dibutuhkan agar penulisan angka hasil pengukuran bisa lebih mudah dibaca.
Ilustrasi notasi ilmiah. Foto: pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi notasi ilmiah. Foto: pixabay
Notasi ilmiah dapat dinyatakan dengan formula sebagai berikut:
Rumus penulisan notasi ilmiah. Foto: dok pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Rumus penulisan notasi ilmiah. Foto: dok pribadi
Ketentuannya, 1<a<10 disebut sebagai bilangan penting dan n adalah bilangan bulat.
ADVERTISEMENT
Keterangan:
  • a = bilangan satuan, besarnya antara 1-10 dan boleh berupa desimal
  • n = ordo atau pangkat
Penulisan notasi ilmiah sangat berguna untuk memudahkan pencatatan. Misalnya, massa hidrogen 0.0000000000000000000000000167 kg dapat disederhanakan dengan notasi ilmiah dan dapat ditulis dengan angka:
Notasi Ilmiah: Pengertian, Rumus, dan Cara Menuliskannya (240002)
zoom-in-whitePerbesar

Bagaimana Cara Penulisan Notasi Ilmiah yang Benar?

Mengutip buku Kimia Dasar: Konsep dan Aplikasinya dalam Ilmu Tanah karya Dr. Sulakhudin (2019), data atau hasil pengukuran dalam notasi ilmiah harus dinyatakan dalam satu angka di depan koma. Sebagai contoh, luas wilayah Provinsi Kalimantan Barat adalah 147.000.000 m².
Karena penulisan terlalu panjang, maka bisa disederhanakan lagi ke dalam bentuk notasi ilmiah. Jika dikonversikan, luas wilayah Provinsi Kalimantan Barat dapat ditulis dengan angka 1,47 x 10 m².
ADVERTISEMENT
Selain itu, penulisan hasil pengukuran dalam bentuk notasi juga dapat dilihat dari bilangannya terlebih dahulu. Syaratnya bilangan harus lebih dari 10 dan kurang dari 1.
Ilustrasi notasi ilmiah. Foto: pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi notasi ilmiah. Foto: pixabay
1. Bilangan lebih dari angka 10
Penulisan notasi ilmiah untuk bilangan lebih dari 10 dapat dilakukan dengan menghitung jumlah digit pada bilangan yang sangat besar. Kemudian, bilangan dikurangi 1 dan hasilnya ditulis sebagai n.
Bilangan a diperoleh dari bilangan yang sangat besar dengan mengambil digit depannya. Kemudian, bilangan diberi koma di samping digit terdepan.
Misalnya, menuliskan bilangan 147.000.000 dalam notasi ilmiah. Jumlah digit yang ada pada bilangan tersebut sebanyak 9 digit, sehingga dapat ditulis n = 8.
Bilangan a adalah angka depannya yang diberi tanda koma yaitu 1,47, sehingga notasi ilmiahnya dapat dituliskan dengan formula sebagai berikut:
Notasi Ilmiah: Pengertian, Rumus, dan Cara Menuliskannya (240004)
zoom-in-whitePerbesar
2. Bilangan lebih kecil dari angka 1
ADVERTISEMENT
Penulisan hasil pengukuran yang nilainya sangat kecil (kurang dari 1), dapat dilakukan dengan cara menggeser tanda koma ke arah kanan. Lebih tepatnya, tanda koma digeser sampai ke bilangan bukan nol yang terdekat.
Banyaknya pergeseran adalah sama dengan n dikalikan dengan -1. Berikut contoh penulisan datanya:
Notasi Ilmiah: Pengertian, Rumus, dan Cara Menuliskannya (240005)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi notasi ilmiah. Foto: pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi notasi ilmiah. Foto: pixabay
Langkah pertama dilakukan dengan menggeser tanda koma tersebut ke arah kanan sampai bertemu dengan angka selain angka nol yang terdekat.
  • 0.000034 (angka semula)
  • 00,00034 (pergeseran pertama)
  • 000,0034 (pergeseran kedua)
  • 0000,034 (pergeseran ketiga)
  • 00000,34 (pergeseran keempat)
  • 000003,4 (pergeseran kelima)
Sehingga didapatkan, n = -5 dan a = 3,4. Maka penulisan notasi ilmiahnya dapat dikemukakan dalam bentuk berikut:
Notasi Ilmiah: Pengertian, Rumus, dan Cara Menuliskannya (240007)
zoom-in-whitePerbesar
Selain penulisan notasi ilmiah, hasil pengukuran juga harus mempertimbangkan kaidah angka pentingnya. Ini karena hasil pengukuran dan perhitungan tidak selalu menghasilkan nilai yang bulat.
ADVERTISEMENT

Apa Manfaat Penggunaan Notasi Ilmiah?

Dirangkum dari buku Matematika untuk Kelas X Semester 1 SMA susunan Marthen Kanginan dan sumber lain, berikut manfaat penggunaan notasi ilmiah yang bisa Anda simak:
  1. Menuliskan suatu bilangan yang sangat besar atau sangat kecil dengan praktis.
  2. Menunjukkan kejelasan angka penting.
  3. Mempermudah menentukan orde atau pangkat.
  4. Mempermudah melakukan perhitungan aljabar.
  5. Mempermudah orang awam membaca hasil pengukuran.
  6. Memberikan acuan pasti untuk menyederhanakan hasil pengukuran.
(MSD)
Apa yang dimaksud dengan notasi ilmiah?
chevron-down
Apakah notasi ilmiah penting?
chevron-down
Bagaimana contoh notasi ilmiah?
chevron-down
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020