Konten dari Pengguna

Orang Jawa Menyebut Lor untuk Arah Mana? Ini Penjelasannya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

 Ilustrasi wisata Yogyakarta. Foto: Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi wisata Yogyakarta. Foto: Unsplash.

Orang Jawa menyebut lor untuk arah mata angin. Memahami arti kata lor sangat penting sebelum bepergian ke Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya.

Jika tersesat saat sedang jalan-jalan, bertanya kepada warga setempat menjadi cara yang paling cepat untuk menemukan lokasi yang dituju.

Namun sebelum bertanya, pastikan untuk mempelajari kosakata tentang nama tempat dan arah mata angin terlebih dahulu. Sebab, beberapa orang akan menunjukkan rute dengan menggunakan Bahasa Jawa.

Salah satu kata yang kerap dipakai adalah lor. Untuk mengetahui arti lor dalam Bahasa Jawa, simak ulasan berikut.

Orang Jawa Menyebut Lor untuk Arah Mana?

Ilustrasi wisata Yogyakarta. Foto: Unsplash.

Dikutip dari buku Falsafah Hidup Jawa oleh Endraswara (2006), lor digunakan untuk menyebut arah utara.

Mata angin telah menjadi bagian filosofis hidup masyarakat Jawa. Mereka memaknai arah mata angin sebagai simbol kehidupan kiblat papat lima pancer.

Keempat kiblat itu terdiri dari wetan atau timur yang disimbolkan dengan saudara kandung. Kidul atau selatan yang disimbolkan dengan darah, kulon atau barat yang disimbolkan dengan plasenta dan lor atau utara disimbolkan dengan ari-ari.

Dalam komunikasi sehari-hari, arah mata angin juga digunakan dalam penamaan tokoh atau daerah. Contohnya adalah Nyi Roro Kidul untuk menyebut tokoh legenda Ratu Pantai Selatan dan Kulon Progo untuk menyebut daerah di bagian barat Yogyakarta.

Kosakata Tempat dalam Bahasa Jawa

Selain mempelajari mata angin, kosakata terkait nama tempat dalam Bahasa Jawa juga penting dipelajari. Pasalnya, nama tempat atau arane panggon kerap dijadikan patokan dalam menunjukkan arah.

Berikut ini beberapa kosakata tentang nama-nama tempat Bahasa Jawa.

1. Lepen

Sebutan untuk sungai dalam Bahasa Jawa alus. Selain lepen, istilah kata lain untuk menyebut sungai adalah kali.

2. Cakruk

Cakruk adalah istilah untuk menyebut pos penjaga yang terletak di pinggir jalan.

3. Bango

Dalam bahasa Jawa, bango adalah sebutan untuk tempat bermain anak-anak atau taman bermain.

4. Langgar

Langgar adalah bangunan sederhana untuk berdoa dan mengaji. Biasanya ukurannya tidak terlalu luas.

5. Gubug

Gubug adalah sebutan untuk bangunan kecil terbuat dari kayu atau triplek untuk istirahat. Biasanya dibangun di tengah sawah atau hutan.

6. Loji

Loji adalah sebutan untuk rumah yang bagus dan mewah. Biasanya ukuran serta tampilannya jauh lebih luas dan menonjol dibandingkan rumah-rumah di sekitarnya.

7. Peken

Peken merupakan istilah untuk menyebut pasar dalam bahasa Jawa.

(GLW)