Konten dari Pengguna

Pacu Jalur Kini Dipahami Lebih Utuh Lewat Karya kumparan yang Menangi WAN-IFRA

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

kumparan kembali mendapat tiga penghargaan di ajang WAN-IFRA Digital Media Awards Asia 2026 di Festa Pavilion, Rigodon Hall, The Manila Hotel, Filipina, Selasa (28/4/2026). Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
kumparan kembali mendapat tiga penghargaan di ajang WAN-IFRA Digital Media Awards Asia 2026 di Festa Pavilion, Rigodon Hall, The Manila Hotel, Filipina, Selasa (28/4/2026). Foto: kumparan

kumparan kembali mencatatkan prestasi membanggakan di kancah internasional lewat penghargaan Best Use of Video dalam ajang WAN-IFRA Digital Media Awards Asia 2026. Penghargaan ini diraih berkat karya “Behind The Story of Pacu Jalur”.

Penghargaan tersebut diberikan oleh WAN-IFRA (World Association of News Publishers) kepada perwakilan kumparan, yakni Head of Video Dede Rohali dan Creative Editor ngewarta Andre Josua Simanjuntak. Acara berlangsung di Festa Pavilion, Rigodon Hall, The Manila Hotel, Filipina, Selasa (28/4/2026).

Di tengah berbagai tantangan dalam lanskap media digital, karya ini hadir sebagai jawaban atas kebutuhan jurnalisme yang lebih utuh. "Behind The Story of Pacu Jalur" lahir untuk menjembatani jarak antara konten viral dan pemahaman yang mendalam.

Saat Pacu Jalur ramai di media sosial, banyak audiens yang hanya terpapar potongan visual tanpa mengetahui makna di baliknya. Melalui video ini, kumparan menyuguhkan penjelasan yang lebih komprehensif agar tradisi tersebut dapat dipahami secara benar dan tidak kehilangan makna aslinya.

kumparan kembali mendapat tiga penghargaan di ajang WAN-IFRA Digital Media Awards Asia 2026 di Festa Pavilion, Rigodon Hall, The Manila Hotel, Filipina, Selasa (28/4/2026). Foto: kumparan

Proses produksinya pun tidak hanya berfokus pada momen perlombaan, tetapi mengikuti seluruh rangkaian dari awal hingga akhir. Mulai dari persiapan, latihan, hingga hari pelaksanaan, setiap tahap didokumentasikan demi menangkap cerita secara menyeluruh.

Tim kumparan juga terjun langsung dalam kehidupan masyarakat setempat untuk memahami dinamika yang terjadi. Cerita kemudian dikemas dalam format dokumenter yang utuh dan terstruktur. Pendekatan ini menghasilkan dokumentasi yang autentik dan mampu merepresentasikan realitas di lapangan.

Kolaborasi dengan berbagai pihak turut memperkuat hasil akhir dari karya ini. Video yang dihasilkan tidak hanya memikat secara estetika, tetapi juga memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang nilai dan makna tradisi tersebut.

kumparan kembali mendapat tiga penghargaan di ajang WAN-IFRA Digital Media Awards Asia 2026 di Festa Pavilion, Rigodon Hall, The Manila Hotel, Filipina, Selasa (28/4/2026). Foto: kumparan

Untuk menjangkau audiens yang lebih luas, distribusi konten dilakukan melalui pendekatan multi-channel journalism. Video utama menjadi fokus narasi, yang diperkuat oleh konten turunan di media sosial serta artikel pendukung.

Meski hadir dalam format berbeda, isi dan sudut pandangnya tetap konsisten di setiap platform. Seluruh proses ini dijalankan oleh jurnalis, sehingga kualitas dan konteks informasi tetap terjaga.

Pada akhirnya, karya ini menegaskan kembali peran jurnalisme dalam menjaga konteks dan makna di tengah derasnya arus informasi. Bukan hanya soal menarik perhatian, tetapi juga menghadirkan cerita yang utuh dan dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga: kumparan Sabet 3 Penghargaan dari WAN-IFRA Digital Media Awards Asia 2026

(ANB)