Konten dari Pengguna

Pancasila Sebagai Sistem Filsafat: Makna dan Karakteristiknya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Garuda Pancasila. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Garuda Pancasila. Foto: Shutter Stock

Pancasila merupakan dasar filsafat kenegaraan Indonesia sekaligus falsafah hidup bangsa. Pancasila memuat nilai kearifan lokal yang sudah ada di tengah-tengah masyarakat sejak lama. Itulah sebabnya Ir. Soekarno enggan disebut sebagai “pencipta” Pancasila.

"Aku tidak mengatakan bahwa aku menciptakan Pancasila. Apa yang kukerjakan hanyalah menggali jauh ke dalam bumi kami, tradisi-tradisi kami sendiri, dan aku menemukan lima butir mutiara yang indah", ungkap Bung Karno dalam pidato perumusan Pancasila.

Dengan demikian, apa yang dilakukan Bung Karno beserta para pendiri bangsa bukanlah membuat Pancasila. Namun, mereka hanya memperjelas nilai-nilai hidup yang bersifat implisit untuk dituangkan menjadi sesuatu yang lebih konkret.

Makna Pancasila Sebagai Sistem Filsafat

Petugas membersihkan area Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya, Jakarta Timur, Rabu (30/9). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO

Sebelum membahas lebih jauh mengenai filsafat Pancasila, penting untuk mengetahui lebih dulu apa yang dimaksud filsafat. Mengutip buku Pendidikan Pancasila & Kewarganegaraan oleh Edi Rohani (2019), filsafat bisa diartikan sebagai pandangan hidup seseorang atau kelompok yang merupakan konsep dasar dari kehidupan yang dicita-citakan.

Sedangkan sistem menurut Sri Rahayu dalam Pendidikan Pancasila & Kewarganegaraan (2017) umumnya memiliki ciri:

  • Suatu kesatuan bagian-bagian.

  • Saling berhubungan, saling ketergantungan.

  • Kesemuanya dimaksudkan untuk mencapai suatu tujuan bersama.

  • Terjadi dalam suatu lingkungan yang komplek.

Dengan demikian, Pancasila sebagai sistem filsafat adalah suatu kesatuan yang saling berkaitan, bahkan saling berkualifikasi antara satu sila dengan sila lainnya sehingga membentuk suatu struktur yang menyeluruh untuk tujuan tertentu.

Pemikiran dasar yang terkandung dalam Pancasila yaitu tentang hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa, dengan dirinya sendiri, dengan sesama manusia, dan dengan masyarakat bangsa.

Menurut Ruslan Abdul Gani, Pancasila disebut sebagai filsafat karena merupakan hasil perenungan jiwa yang mendalam oleh para founding fathers atau pendiri bangsa Indonesia.

Karakteristik Sistem Filsafat Pancasila

Pembuatan Patung Garuda Pancasila berbahan fiber. Foto: Fakhri Hermansyah/ANTARAFOTO

Mengutip Pancasila Sebagai Sistem Filsafat oleh Rowland Bismark Fernando Pasaribu, karakteristik sistem filsafat Pancasila yaitu:

1. Pancasila merupakan kesatuan bagian-bagian yang disusun secara hierarkis.

2. Tiap sila Pancasila tidak dapat berdiri sendiri dan tidak saling bertentangan.

3. Di antara sila-sila Pancasila ada hubungan yang saling mengikat antara yang satu dengan yang lain, sehingga Pancasila merupakan satu kesatuan yang bulat, dapat digambarkan sebagai berikut:

Sila 1 meliputi, mendasari, dan menjiwai sila 2, 3, 4, dan 5.

Sila 2 diliputi, didasari, dan dijiwai sila 1, serta mendasari dan menjiwai sila 3, 4, dan 5.

Sila 3 diliputi, didasari, dan dijiwai sila 1, 2, serta mendasari dan menjiwa; sila 4 dan 5.

Sila 4 diliputi, didasari, dan dijiwai sila 1, 2, dan 3, serta mendasari dan menjiwai sila 5.

Sila 5 diliputi, didasari, dan dijiwai sila 1, 2, 3, dan 4.

Mengapa Pancasila Dikatakan Sebagai Sistem Filsafat?

Patung lilin Ir. Soekarno dipajang berdampingan dengan Garuda Pancasila Foto: Helinsa Rasputri/kumparan

Melansir laman Gunadarma, Pancasila merupakan sistem filsafat karena memenuhi ciri-ciri berpikir kefilsafatan. Yaitu:

  • Bersifat koheren

Berhubungan satu sama lain dan tidak mengandung pernyataan yang saling bertentangan. Meskipun berbeda tetap saling melengkapi dan tiap bagian mempunyai fungsi dan kedudukan tersendiri.

  • Bersifat menyeluruh

Pancasila dapat mewadahi semua kehidupan dan dinamika masyarakat di Indonesia.

  • Bersifat mendasar

Pancasila dirumuskan berdasarkan inti mutlak tata kehidupan manusia untuk menghadapi diri sendiri, sesama manusia, dan Tuhan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

  • Bersifat spekulatif

Pancasila sebagai dasar negara pada mulanya merupakan buah pikir dari tokoh-tokoh kenegaraan, yang kemudian dibuktikan kebenarannya melalui rangkaian diskusi dan dialog panjang dalam sidang BPUPKI dan PPKI.

Frequently Asked Question Section

Apa Pengertian Filsafat?

chevron-down

Filsafat bisa diartikan sebagai pandangan hidup seseorang atau kelompok yang merupakan konsep dasar dari kehidupan yang dicita-citakan.

Apa yang dimaksud dengan pancasila sebagai sistem filsafat?

chevron-down

Suatu kesatuan yang saling berkaitan, bahkan saling berkualifikasi antara satu sila dengan yang lainnya sehingga membentuk suatu struktur yang menyeluruh untuk tujuan tertentu.

Bagaimana kedudukan Pancasila sebagai sistem filsafat?

chevron-down

Sebagai dasar yang mengatur dan mengarahkan kehidupan kenegaraan dan kehidupan berbangsa.

(ERA)