Pantangan Puasa Weton dan Tata Caranya dalam Tradisi Kejawen

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puasa weton merupakan bagian dari tradisi Kejawen yang dijalankan pada hari kelahiran. Puasa ini bisa dilakukan tidak hanya untuk diri sendiri, tapi juga orang terdekat seperti anak, istri, dan sebagainya.
Dikutip dari Laku Prihatin Seni Hidup Bahagia Orang Jawa oleh Iman Budhi Santosa (2022: 100), puasa weton dilaksanakan pada hari kelahiran berdasarkan perhitungan penanggalan Jawa. Setiap weton kelahiran memiliki hitungannya tersendiri.
Sebagai contoh, seseorang yang lahir pada hari Senin dengan pasaran Pahing bisa melaksanakan puasa weton ketika hari Senin Pahing tiba.
Secara umum, puasa ini dibagi menjadi tiga jenis, yaitu puasa satu hari penuh, puasa tiga hari, dan puasa tujuh hari yang dilakukan secara berturut-turut.
Selain itu, ada syarat dan pantangan tertentu dalam menjalankan puasa weton. Seperti apa tata cara dan pantangan puasa weton?
Tata Cara dan Pantangan Puasa Weton
Waktu pelaksanaan puasa weton dibedakan berdasarkan jenis puasa yang dilakukan. Berikut penjelasannya:
Puasa weton sehari penuh, dijalankan selama sehari semalam atau 24 jam.
Puasa weton tiga hari penuh, yaitu puasa yang dilakukan selama tiga hari dengan hari kelahirannnya berada di tengah. Jadi, melakukan puasa satu hari sebelum hari kelahiran, saat hari kelahiran, dan satu hari setelah hari kelahiran.
Puasa weton tiga hari (diulang tujuh kali), yaitu puasa yang dilakukan setiap siklus (35 hari sekali) selama tujuh bulan berturut-turut. Jenis puasa ini bisanya dilakukan jika ada keinginan jangka panjang yang benar-benar ingin diwujudkan.
Untuk pantangannya, puasa weton sama dengan puasa pada umumnya. Mereka yang berpuasa tidak boleh makan dan minum, menahan diri dari kebiasaan buruk, merokok, berbuat maksiat dan tidak pantas, serta berhubungan seksual.
Tata Cara Puasa Weton
Dirangkum dari Master Khodam Seni Berkomunikasi dengan Khodam Diri dan Orang Lain oleh Nur Prabawa Wijaya (2019: 60-62), berikut tata cara puasa weton yang bisa dilakukan.
1. Menentukan Tanggal Weton untuk Berpuasa
Tentukan tanggal weton Anda dan berapa hari akan berpuasa. Penentuan ini berdasarkan kebutuhan, misalnya memiliki hajat tertentu yang ingin dikabulkan, bisa melakukan puasa weton 3 hari penuh.
2. Melakukan Mandi Besar
Pada hari sebelum puasa, lakukan mandi besar untuk membersihkan jiwa dan raga. Niatkanlah untuk mandi besar dengan bahasa yang Anda yakini. Niat utamanya untuk membersihkan badan secara jasmani dan rohani.
3. Membaca Niat Puasa Weton
Menjelang waktu puasa dimulai, lafalkan niat untuk berpuasa weton. Contoh bacaan niatnya: "Niat saya puasa hari weton saya selama tiga hari, kakang kawah adi ari-ariku patuh dan tunduklah kepadaku". Sebelum niat, pastikan untuk berdoa terlebih dahulu sesuai dengan ajaran agama masing-masing.
4. Berpuasa
Setelah melafalkan niat, lakukan puasa seperti biasa. Untuk memperkuat tubuh Anda sebelum puasa, bisa diawali dengan makan terlebih dahulu (sahur) baru dilanjutkan dengan niat.
5. Beribadah dan Berperilaku Baik saat Puasa Weton
Selama puasa usahakan untuk taat beribadah atau berdoa sesuai dengan ajaran agama masing-masing. Selain itu, berperilakulah senormal mungkin dan seperti biasanya. Usahakan untuk tidak memberitahukan kepada orang lain kalau Anda sedang berpuasa weton, kecuali jika memang terdesak.
6. Berbuka Puasa
Akhiri puasa dengan berdoa dan makan makanan secara tidak berlebihan. Usahakan untuk menghindari makanan yang berasal dari binatang.
Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, puasa weton diyakini memiliki banyak manfaat secara fisik maupun spiritual. Di antaranya menjadikan tubuh menjadi lebih sehat, dijauhkan dari kesialan, serta dikabulkan doa dan harapannya.
(SFR)
