Konten dari Pengguna

Pantun tentang Kesehatan Sebagai Motivasi untuk Menjalani Hidup Sehat

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Pantun tentang Kesehatan  Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pantun tentang Kesehatan Foto: Unsplash

Ada beragam topik yang bisa dibahas dalam sebuah pantun, salah satunya adalah kesehatan. Pantun tentang kesehatan dapat menjadi motivasi untuk menjalankan pola hidup sehat dan menjaga kebugaran tubuh.

Pada dasarnya, struktur pantun kesehatan mirip dengan pantun lainnya. Pantun tersebut terdiri dari empat baris atau larik yang memuat 8-12 suku kata. Hal yang berbeda hanyalah isinya yang memuat nasihat tentang kesehatan. Sebagaimana dikutip dari buku Bahasa Indonesia karangan Agus Trianto.

Agar lebih paham, Anda bisa melihat contoh pantun tentang kesehatan melalui artikel di bawah ini. Namun sebelumnya, ada baiknya untuk mempelajari pengertian pantun terlebih dahulu.

Ilustrasi Pantun tentang Kesehatan Foto: Unsplash

Pengertian Pantun

Pantun adalah jenis puisi lama yang sudah ada sejak dulu di Nusantara. Berdasarkan informasi dari buku EYD Saku yang ditulis oleh E. Waridah, pantun berasal dari kata “tun” dalam bahasa Jawa Kuno yang artinya tuntun atau dalam bahasa Indonesia berarti mengatur.

Menurut R. O. Winsted, pengkaji Budaya Melayu, pantun bisa didefinisikan sebagai rangkaian kata-kata indah yang mampu menggambarkan kehangatan, seperti cinta, kasih sayang, dan rindu dendam penuturnya.

Berdasarkan isinya, pantun dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu pantun anak-anak, pantun jenaka, pantun nasihat, pantun dukacita, pantun sukacita, pantun kiasan, dan pantun agama.

Pantun memiliki julukan yang berbeda-beda di berbagai wilayah Nusantara. Dalam bahasa Jawa pantun dikenal dengan nama parikan, dalam bahasa Sunda disebut paparikan, dan dalam bahasa Batak dijuluki dengan umpasa.

Pantun dapat dikenali dengan beberapa ciri, antara lain:

  • Setiap bait terdiri dari empat baris atau larik.

  • Jumlah suku kata dalam setiap baris berkisar antara 8-12.

  • Setiap bait terdiri dari dua bagian, yaitu sampiran dan isi.

  • Skema rima atau sajak adalah a-b-a-b.

  • Setiap bait pantun mempunyai kesatuan pikiran yang sama.

Ilustrasi Pantun tentang Kesehatan Foto: Unsplash

Contoh Pantun tentang Kesehatan

Berikut contoh pantun kesehatan yang dikutip dari buku Jagoan Berkarakter: Kumpulan Pantun karangan Ni’matul Hidayah (2020) dan buku Tokcer Lolos Penilaian Ulangan Harian Kelas V SD MI oleh Dr. Iwan Kuswidi:

Contoh 1:

Beli terong beli terasi

Beli di Pasar Bandungan

Virus corona cepatlah pergi

Sering-sering cuci tangan

Contoh 2:

Kalau pagi makan buah

Makan buah bersama kawan

Penyakit itu dapat dicegah

Asalkan disiplin menjaga kesehatan

Contoh 3:

Sarapan pagi dengan ketan

Berangkat sekolah tidak terlambat

Rajinlah makan sayur-sayuran

Agar tubuh menjadi sehat

Contoh 4:

Di situ kamu di sini aku

Bergandeng tangan bersuka ria

Sehat selalu ini badanku

Karena rajin berolahraga

Contoh 5:

Naik pesawat bawa tiket

Turun di Bandara Ahmad Yani

Biar gigi selalu sehat

Rajinlah menggosok gigi

(GTT)

Frequently Asked Question Section

Apa yang Dimaksud dengan Pantun?

chevron-down

Pantun adalah jenis puisi lama yang sudah ada sejak dulu di Nusantara.

Apa Itu Pantun tentang Kesehatan?

chevron-down

Pantun tentang kesehatan adalah karya sastra yang memuat nasihat mengenai kesehatan tubuh.

Apa Saja Ciri-ciri Pantun?

chevron-down

Ada beberapa ciri-ciri pantun, di antaranya setiap bait terdiri dari empat baris atau larik, jumlah suku kata dalam setiap baris berkisar antara 8-12, dan lain-lain.