Pekerjaan Berisiko Terdampak AI Menurut Masyarakat dalam Riset Terbaru kumparan

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kehadiran AI membawa perubahan besar dalam cara seseorang bekerja. Ibarat asisten, kecerdasan buatan itu mampu mengerjakan tugas dengan baik yang akhirnya memudahkan pekerjaan manusia.
Namun, melihat kemampuan AI yang sangat mumpuni, muncul kekhawatiran kecerdasan buatan itu akan menggantikan pekerjaan manusia. Dalam riset kumparan yang berjudul Indonesia AI Report 2025 disebutkan bahwa 68% masyarakat meyakini AI akan menggantikan pekerjaan mereka dalam lima tahun ke depan.
Lantas, apa saja pekerjaan berisiko terdampak AI menurut masyarakat? Simak riset selengkapnya di bawah ini.
Pekerjaan Berisiko Terdampak AI Menurut Masyarakat
Merujuk data Indonesia AI Report 2025, berikut ini tingkat keyakinan masyarakat terhadap sektor pekerjaan yang paling berisiko terdampak AI:
Teknologi/IT (63%)
Media Kreatif, Seni, Hiburan (61%)
Media Berita (56%)
Pendidikan & Pelatihan (38%)
Retail/Commerce (38%)
Keuangan & Asuransi (30%)
Transportasi dan Logistik (21%)
Industri Manufaktur (20%)
Perhotelan, Restoran, dan Pariwisata (20%)
Kesehatan & Farmasi (15%)
Konstruksi dan Properti (13%)
Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (10%)
Pertambangan dan Energi (9%)
Hukum (8%)
Dari data tersebut dapat dilihat bahwa masyarakat memandang sektor berbasis data, informasi, dan kreativitas paling rentan terdampak AI. Untuk itu, pemerintah diharapkan hadir untuk mitigasi risiko AI dalam dunia kerja.
“Sektor-sektor yang menjadi prioritas perhatian pemerintah dalam mitigasi risiko AI itu harus dilihat berdasarkan dampak paling besar dengan rule 80-20. Mana yang effort-nya 20% tapi berdampak terhadap 80% dari impact. Harus dilihat mana yang menjadi fokus dalam memitigasi risiko AI berbasiskan data-data,” pesan Dr. Sri Safitri selaku Sekjen Partnership Kolaborasi Riset & Inovasi Kecerdasan Artificial Indonesia (KORIKA).
Ancaman AI dalam dunia kerja memang terasa semakin nyata. Namun, di saat yang sama, 70% publik juga optimis kehadiran AI akan membuka peluang kerja baru dalam lima tahun ke depan.
Menurut publik, keberadaan AI kemungkinan besar akan membuka lapangan pekerjaan pada bidang-bidang berikut:
Pekerjaan di bidang pengembangan AI seperti data scientist, AI engineer, dsb (68%)
Pekerjaan terkait penggunaan AI seperti customer service berbasis AI, digital marketing, dsb (67%)
Pekerjaan kreatif yang dibantu AI seperti desain, musik, seni digital, dan film (64%)
Sementara itu, bidang ‘keamanan data, etika dan regulasi AI’, serta ‘bidang pendidikan dan pelatihan AI’ dinilai belum memiliki peluang sebesar bidang pekerjaan teknis dan operasional.
Untuk menghadapi transformasi AI di bidang pekerjaan, publik berharap regulator membuat kebijakan yang mendukung mereka semakin siap. Berikut ini tuntutan publik:
Pelatihan keterampilan digital & AI untuk pekerja (73%)
Program literasi digital untuk publik umum (62%)
Regulasi perlindungan pekerja dalam transformasi AI (52%)
Baca hasil riset lengkap Indonesia AI Report 2025 di sini!
Untuk pengalaman membaca yang lebih nyaman, Klik “View on Slideshare”
ALTERNATIVE DOWNLOAD LINK: kumparan Indonesia AI Report 2025
Baca Juga: Survei Tujuan Masyarakat Pakai AI di Indonesia 2025: Gen Z dan Milenial Berbeda
(DEL)
