Pembaruan atau Pembaharuan, Mana Penulisan yang Benar?

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam bahasa Indonesia, Anda pasti cukup sering mendengar atau melihat kata pembaruan atau pembaharuan. Jika hal yang dimaksud adalah proses, cara, atau perbuatan membarui, maka penulisan mana yang benar?
Menurut KBBI Kemdikbud, pembaruan adalah gabungan dari pem+baru+an. Jadi, asal katanya adalah baru yang artinya belum pernah ada (dilihat, didengar) sebelumnya. Dari sumber yang sama juga dijelaskan bahwa pembaharuan adalah bentuk tidak baku dari pembaruan.
Secara lebih detail, pembahasan mengenai pembaruan atau pembaharuan masuk ke dalam topik imbuhan pe-an. Seperti apa? Simak penjelasannya di bawah ini.
Imbuhan Pe-an
Mengutip buku Bahasa Indonesia untuk SMK terbitan Grafindo, imbuhan merupakan kata yang telah mengalami pengimbuhan (afiksasi). Imbuhan pada kata tersebut akan memunculkan makna baru dari kata dasar sebelumnya.
Berdasarkan letaknya, imbuhan dapat dibedakan menjadi empat jenis, yaitu:
Awalan (prefiks) adalah imbuhan yang diletakkan di depan kata dasar.
Sisipan (infiks) adalah imbuhan yang diletakkan di tengah kata dasar.
Akhiran (sufiks) adalah imbuhan yang diletakkan di belakang kata dasar.
Gabungan awalan dan akhiran (konfiks) adalah imbuhan yang diletakkan di depan dan belakang kata dasar secara bersamaan.
Dalam kata pembaruan atau pembaharuan, imbuhan yang digunakan adalah pem-an, yang masuk dalam kategori konfiks. Lalu, dalam Buku Pintar Bahasa Indonesia SD untuk Kelas 4, 5, & 6, imbuhan pe-an dapat digabungkan dengan berbagai kata dasar, termasuk kata dasar yang menyatakan proses. Sebab, salah satu fungsi dari imbuhan pe-an adalah untuk menjelaskan suatu proses.
Dalam penggunaannya, imbuhan pe-an memiliki enam macam bentuk, yaitu pe-an, pem-an, pen-an, peny-an, peng-an, dan penge-an. Berikut ini untuk beberapa contoh katanya:
1. Contoh dari Imbuhan Pe-an
Pe-lebar-an
Pe-manas-an
2. Contoh dari Imbuhan Pem-an
Pem-bayar-an
Pem-(p)otong-an
3. Contoh dari Imbuhan Pen-an
Pen-(t)ulis-an
Pen-cari-an
4. Contoh dari Imbuhan Peny-an
Peny-(s)aring-an
Peny-(s)usun-an
5. Contoh dari Imbuhan Peng-an
Peng-(k)urang-an
Peng-habis-an
6. Contoh dari Imbuhan Penge-an
Penge-cat-an
Penge-sah-an
Sebagai tambahan, dijelaskan dalam buku Bahasa Indonesia untuk SMK terbitan Grafindo, kata dasar yang berawalan huruf p, t, k,dan s akan meluluh jika diberi awalan dan akhiran pen-an atau men-an.
Contoh:
Pen+kompres+an menjadi pengompresan
Pen+tulis+an menjadi penulisan
Pen+suluh+an menjadi penyuluhan.
Lalu, selain menyatakan proses, imbuhan awalan dan akhiran pe-an juga bisa menyatakan tempat dan menyatakan kumpulan dari beberapa sesuatu. Contohnya berikut ini:
Pe+desa+an = pedesaan
Pe+ternak+an = peternakan
Pe+rumah+an = perumahan
Pe+mandi+an = pemandian
Pe+pohon+an = pepohonan
Pe+toko+an = pertokoan
Pe+alat+an = peralatan
Baca Juga: Pantun yang Mengandung Pertanyaan pada Bagian Isi Disebut Apa? Ini Jawabannya
(SFN)
