Pembelajaran Klasifikasi AI Telah Menantang Asumsi Anda tentang Teknologi

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Seiring dengan perkembangan teknologi digital, Artificial Intelligence (AI) kini semakin banyak digunakan di berbagai bidang kehidupan. Tidak hanya dimanfaatkan di sektor industri dan bisnis, AI juga mulai hadir dalam kehidupan sehari-hari.
Banyak orang mengenal AI sebagai teknologi canggih yang mampu bekerja secara otomatis dan serba pintar. Padahal, semakin dipelajari, AI ternyata tidak sesederhana penilaian tersebut karena teknologi ini memiliki fungsi, kemampuan, dan cara kerja yang berbeda-beda.
Melalui pembelajaran klasifikasi AI, muncul pemahaman baru bahwa setiap jenis AI dirancang untuk tujuan tertentu. Dari sinilah cara pandang terhadap teknologi mulai berubah secara perlahan.
Lantas, bagaimana pembelajaran tentang klasifikasi AI dapat mengubah pemahaman dan asumsi mengenai teknologi? Berikut penjelasan selengkapnya.
Pembelajaran Klasifikasi AI Membuka Pemahaman Baru tentang Teknologi
Dikutip dari laman IBM dan Binus University, berikut bentuk klasifikasi AI yang dapat membantu memahami bagaimana teknologi ini bekerja dalam berbagai bidang:
1. AI Berdasarkan Kemampuan
Narrow Artificial Intelligence: Teknologi AI yang dirancang untuk menjalankan tugas tertentu secara spesifik. Dalam beberapa kasus, hasilnya bahkan bisa lebih cepat dan akurat dibanding manusia. Contohnya: Siri, Amazon Alexa, IBM Watson, dan ChatGPT.
General AI: Artificial General Intelligence (AGI) masih bersifat teoritis dan belum diterapkan secara nyata. AI ini digambarkan mampu belajar, memahami, dan menyelesaikan berbagai tugas layaknya manusia tanpa perlu pelatihan ulang untuk setiap situasi baru.
Super AI: Konsep AI dengan tingkat kecerdasan yang diperkirakan melampaui kemampuan manusia. Seperti AGI, teknologi ini masih sebatas teori dan belum benar-benar ada saat ini.
2. Teknologi AI Berdasarkan Fungsi
Selain berdasarkan kemampuan, AI juga dapat diklasifikasikan sesuai fungsinya. Berikut uraian mengenai beberapa jenis AI sesuai fungsinya:
Reactive Machine AI: Sistem AI yang hanya bekerja berdasarkan data saat ini tanpa menyimpan pengalaman sebelumnya. Jenis ini tidak memiliki memori, sehingga hanya merespons kondisi yang sedang terjadi.
Limited Memory AI: AI yang dapat menyimpan data dalam jangka waktu terbatas untuk membantu pengambilan keputusan. Teknologi ini digunakan dalam berbagai aplikasi seperti ChatGPT, Bard, Siri, Alexa, dan Google Assistant.
Theory of Mind AI: Konsep AI yang masih dalam tahap pengembangan dan dirancang untuk memahami emosi, pikiran, serta kebutuhan manusia agar interaksinya lebih natural.
Self-Aware AI: Jenis AI yang masih bersifat teoritis dan belum benar-benar ada saat ini. Teknologi ini digambarkan memiliki kesadaran diri layaknya manusia, termasuk kemampuan memahami emosi, pikiran, dan kondisi dirinya sendiri.
3. AI Berdasarkan Teknologi
AI juga dapat diklasifikasikan berdasarkan teknologi yang digunakan dalam pengembangannya, yaitu:
Emotional AI: Teknologi yang masih dalam tahap pengembangan dan dirancang untuk mengenali, menganalisis, hingga merespons emosi manusia melalui suara, gambar, maupun data lainnya. Tujuannya agar interaksi antara manusia dan AI dapat terasa lebih natural.
Computer Vision: Teknologi AI yang memungkinkan mesin memahami dan menganalisis informasi visual seperti gambar dan video. Teknologi ini digunakan untuk mengenali objek, wajah, gerakan, hingga lingkungan sekitar.
Robotics: Teknologi yang memanfaatkan AI untuk membantu mesin menjalankan tugas secara otomatis. Dalam industri, robot AI digunakan untuk pekerjaan berulang seperti perakitan, pengemasan, dan pengawasan kualitas produk.
Expert System: Teknologi AI yang meniru cara pengambilan keputusan manusia berdasarkan data dan pengetahuan tertentu. Sistem ini banyak digunakan dalam dunia bisnis untuk membantu analisis, prediksi, dan proses pengambilan keputusan.
Jadi, jika sebelumnya Anda berpikir bahwa AI adalah teknologi yang benar-benar canggih dan mampu melakukan segala hal, maka pembelajaran tentang klasifikasi AI menunjukkan bahwa pandangan tersebut tidak sepenuhnya tepat.
Dari pembelajaran tersebut, dapat dipahami bahwa AI merupakan sistem yang memiliki fungsi, tujuan, dan batas kemampuan tertentu sesuai dengan jenisnya.
Baca Juga: AI Bisa Membantu Kegiatan Sehari-hari di Masa Depan
(ANB)
