Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap 2 Tahun 2025, Ini Jadwal dan Syarat Dokumennya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pendaftaran Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Tahap 2 tahun 2025 telah dibuka. Program ini terbuka bagi pendaftar jenjang S2 dan S3, baik di perguruan tinggi dalam negeri maupun luar negeri.
Menariknya, beasiswa ini tak hanya diperuntukkan bagi masyarakat umum, tetapi juga bagi anggota TNI, Polri, PNS, dan CPNS sesuai ketentuan yang berlaku. Skema beasiswa ini juga mencakup program afirmasi serta dukungan bagi penyandang disabilitas.
Agar bisa mengikuti program ini, pelamar wajib mengikuti seluruh tahapan seleksi yang ditetapkan oleh LPDP. Berikut ini syarat umum serta jadwal lengkap pendaftaran Beasiswa LPDP tahap 2 tahun 2025.
Jadwal Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap 2 2025
Pendaftaran Beasiswa LPDP Batch 2 tahun 2025 telah dibuka sejak 30 Juni lalu dan akan berlangsung hingga 31 Juli 2025. Menukil dari laman resmi LPDP, berikut rincian jadwal pendaftaran Beasiswa LPDP tahap 2 yang perlu diperhatikan oleh para peserta.
Pendaftaran: 30 Juni
Seleksi administrasi: 1 Agustus
Pengumuman hasil seleksi administrasi: 22 Agustus
Masa sanggah seleksi administrasi: 23 Agustus
Pemrosesan sanggah: 26 Agustus
Pengumuman hasil sanggah: 8 September
Seleksi bakat skolastik: 15 September
Pengumuman hasil seleksi bakat skolastik: 2 Oktober
Seleksi substansi: 7 Oktober
Pengumuman hasil seleksi substansi: 27 November
Dokumen Persyaratan Beasiswa LPDP
Sebelum melakukan pendaftaran program beasiswa LPDP, penting untuk memastikan bahwa seluruh dokumen pendukung telah disiapkan dan sesuai ketentuan. Berikut daftar berkas yang perlu dipersiapkan sebagaimana dikutip dari laman LPDP:
Formulir biodata diri yang diisi secara online.
Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Salinan ijazah S1/S2 yang asli atau telah dilegalisir, atau Surat Keterangan Lulus (SKL).
Surat keterangan pemberhentian dari perguruan tinggi bagi yang tidak menyelesaikan studinya.
Salinan transkrip nilai jenjang S1/S2, tidak termasuk transkrip pendidikan profesi.
Bukti penyetaraan ijazah dari Kemendikbudristek atau Kementerian Agama, atau tangkapan layar pengajuan penyetaraan dan konversi IPK.
Dokumen konversi IPK atau tangkapan layar proses pengajuannya melalui Kemendikbudristek atau Kementerian Agama.
Sertifikat kemampuan bahasa asing sesuai persyaratan dan masih berlaku dalam bentuk asli.
Letter of Acceptance (LoA) tanpa syarat yang masih berlaku dan sesuai dengan universitas serta program studi tujuan.
Surat rekomendasi dari tokoh masyarakat atau akademisi, dapat melalui formulir online atau unggahan dokumen.
Surat pernyataan yang diisi di aplikasi saat proses pengajuan pendaftaran (online form).
Surat pengantar dari pejabat SDM untuk peserta yang berasal dari kalangan PNS, TNI, atau Polri sesuai ketentuan.
Pernyataan komitmen untuk kembali ke Indonesia, rencana pasca studi, dan kontribusi yang akan diberikan (diisi online).
Proposal riset sepanjang 1.500 hingga 2.000 kata (khusus pendaftar jenjang doktoral), diisi melalui formulir online.
Daftar publikasi ilmiah, prestasi akademik/non-akademik, serta pengalaman organisasi yang diunggah melalui formulir online.
Baca Juga: Contoh Pertanyaan Seleksi Substansi LPDP yang Bisa Dipelajari
(ANB)
