Pendidikan Karakter: Pengertian, Aspek, Nilai, dan Manfaatnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penguatan pendidikan karakter menjadi salah satu prioritas pemerintah Indonesia. Sebab, pendidikan karakter merupakan langkah penting untuk menunjang kesuksesan seseorang di masa depan.
Menurut dokumen Desain Induk Pendidikan Karakter oleh Kemdikbud, pendidikan karakter didefinisikan sebagai pendidikan nilai, pendidikan budi pekerti, pendidikan moral, dan pendidikan watak yang bertujuan mengembangkan kemampuan peserta didik untuk mengambil keputusan yang baik, memelihara apa yang baik, dan mewujudkan kebaikan itu dalam kehidupan sehari-hari dengan sepenuh hati.
Dari definisi tersebut dapat dipahami bahwa pendidikan karakter mengusung usaha-usaha untuk mempromosikan nilai-nilai etik mendasar sebagai fondasi lahirnya suatu karakter yang baik.
Apa saja yang dipelajari dalam pendidikan karakter? Simak penjelasannya berikut ini:
Aspek Pendidikan Karakter
Terdapat tiga aspek yang tidak terpisahkan dalam pembelajaran pendidikan karakter. Aspek-aspek tersebut adalah:
Aspek Moralitas
John Dewey berpendapat bahwa pendidikan moral harus menjadi misi utama setiap sekolah. Yang dimaksud moral adalah ajaran kesusilaan yang berhubungan dengan tuntutan untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik dan meninggalkan perbuatan yang bertentangan dengan ketentuan dalam masyarakat.
Yang termasuk moral feeling atau perasaan moral adalah hati nurani, percaya diri, empati, menyukai kebenaran, kontrol diri, dan kerendahan hati.
Aspek Religiusitas
Agama dapat menjadi sumber pendidikan karakter. Sebagai wujud ketaatan terhadap ajaran agama, manusia akan terdorong untuk memiliki kepribadian yang baik.
Nilai karakter religius dalam penerapannya harus mendorong seseorang agar terus belajar meningkatkan hubungan yang harmonis kepada Tuhan, sesama manusia, serta alam semesta.
Sub nilai karakter religius dalam buku Konsep dan Pedoman PPK mencakup:
Cinta damai
Menghargai perbedaan agama dan kepercayaan
Teguh pendirian
Kerja sama antar pemeluk agama dan kepercayaan
Anti-bullying dan kekerasan
Persahabatan dan ketulusan
Tidak memaksakan kehendak
Mencintai lingkungan
Melindungi yang kecil dan tersisih
Aspek Psikologi
Thomas Lickona dalam Educating for Characters menjelaskan bahwa aspek-aspek psikologis dalam proses perumusan dan pengembangan pendidikan karakter terdiri dari kesadaran, percaya diri, rasa peduli pada orang lain, mencintai kebaikan, jaga diri, dan keterbukaan.
Nilai-Nilai Karakter Universal
Menurut Thomas Lickona, terdapat sembilan pilar karakter yang berasal dari nilai-nilai luhur universal, yaitu:
Karakter cinta Tuhan dan segenap ciptaan-Nya
Kemandirian dan tanggung jawab
Kejujuran/amanah dan diplomatis
Hormat dan santun
Dermawan, suka tolong menolong dan gotong royong/kerjasama
Percaya diri dan pekerja keras
Kepemimpinan dan keadilan
Baik dan rendah hati
Karakter toleransi, kedamaian, dan kesatuan
Manfaat Pendidikan Karakter
Pendidikan karakter memiliki banyak manfaat. Beberapa manfaatnya antara lain:
Pendidikan karakter melahirkan individu yang maju, mandiri, dan kokoh dalam menggenggam prinsip.
Menjadi benteng dalam memerangi berbagai perilaku berbahaya serta membantu mempersiapkan anak menghadapi banyak peluang di masyarakat.
Menjadikan seseorang tangguh menghadapi segala masalah dan bijak menerapkan keadilan.
Dapat mengambil keputusan dan bertanggung jawab dengan baik
Melahirkan individu yang lebih disiplin
(ERA)
