Penelitian Korelasional: Pengertian, Tujuan, dan Jenis-Jenisnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jenis atau bentuk dari penelitian cukup beragam, sama beragamnya dengan topik yang bisa diangkat dalam kegiatan penelitian tersebut. Salah satu yang termasuk ke dalam jenis penelitian adalah penelitian korelasional.
Dijelaskan oleh Djaali dalam buku Metodologi Penelitian Kuantitatif, penelitian korelasional adalah penelitian yang berusaha untuk mempelajari keterkaitan naik-turunnya variasi nilai antara variabel. Ini berarti penelitian korelasional berusaha mempelajari apakah antara dua variabel atau lebih terdapat hubungan korelasional atau tidak.
Hubungan korelasional antara dua variabel disebut korelasi bivariat, dan hubungan korelasional antara lebih dari dua variabel disebut korelasi multivariat. Pengujian hipotesis dalam penelitian korelasional menggunakan uji korelasi atau uji asosiatif dengan teknik analisis statistika.
Tujuan Penelitian Korelasional
Mengutip buku Metodologi Penelitian Kuantitatif karangan Nikolaus Duli, penelitian korelasional memiliki dua tujuan, yaitu:
Memberikan penjelasan: Mendeskripsikan arah dan kekuatan hubungan antara variabel-variabel dalam suatu kelompok.
Membuat prediksi: Mengestimasi sejauh mana perubahan dalam satu variabel (variabel prediktor) akan menjelaskan perubahan pada variabel yang lain (variabel kriteria) pada suatu kelompok sasaran.
Jenis-Jenis Penelitian Korelasional
Berikut penjelasan jenis-jenis penelitian korelasi yang dihimpun dari buku Metodologi Penelitian Pendidikan: buku ajar praktis cara membuat penelitian karya Juhana Nasrudin.
1. Studi Prediksi
Studi prediksi dilakukan untuk memudahkan dalam pengambilan suatu simpulan mengenai individu atau pada pemilihan individu. Selain tujuan di atas, studi prediksi dapat berguna untuk menguji hipotesis dan menentukan validitas prediktif.
Menguji hipotesis maksudnya adalah menguji teoretis variabel yang dipercaya untuk menjadi prediktor. Pada studi prediksi ini juga bisa menentukan atau memprediksi kejadian yang akan terjadi di masa mendatang pada variabel tertentu.
2. Studi Hubungan
Studi ini penting digunakan ketika seorang peneliti membutuhkan atau meneliti mengenai suatu hubungan sepasang variabel yang berbeda, namun dalam waktu yang sama. Selain itu, studi hubungan juga dapat memberikan arah kepada peneliti untuk melanjutkan penelitiannya ke studi eksperimental atau komparatif.
3. Korelasi Multivariat
Korelasi multivariat adalah meneliti variabel yang berjumlah tiga atau lebih dalam penelitian. Korelasi multivariat dilakukan untuk mengukur dan menyelidiki tingkat hubungan yang terdapat pada variabel-variabel yang dikombinasikan. Ada dua teknik pada korelasi multivariat, yaitu:
Regresi Ganda (Multiple Regression)
Regresi ganda digunakan untuk memprediksi fenomena-fenomena yang kompleks. Sebab jika hanya menggunakan satu variabel prediktor, maka hasilnya seringkali kurang akurat. Maka dari itu, regresi ganda ini digunakan ketika banyak informasi maka makin akurat prediksi yang dibuat.
Korelasi Kanonik
Korelasi kanonik berfungsi untuk menjawab mengenai bagaimanakah variabel prediktor dapat memprediksi variabel kriteria. Jadi, korelasi kanonik dapat dikatakan sebagai perluasan dari regresi ganda.
(NDA)
