Penerapan Etika Politik Pancasila dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebagai dasar negara, Pancasila memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya bisa diimplementasikan sebagai etika politik bangsa.
Secara istilah, etika politik merujuk pada proses pengambilan keputusan dan kebijakan yang dijiwai oleh nilai-nilai tertentu seperti Pancasila. Prosesnya dilakukan dengan mempertimbangkan landasan fundamental dan rumusan undang-undang.
Di Indonesia, kehidupan politik belum berjalan dengan maksimal. Buktinya adalah sederet praktik korupsi, penyelewengan, dan penggelapan uang yang masih kerap dilakukan oleh oknum tertentu.
Untuk menghilangkan tabiat buruk tersebut, perlu diimplementasikan etika politik Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Bagaimana contohnya? Simak artikel berikut untuk mengetahui jawabannya.
Etika Politik Pancasila dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
Mengutip jurnal berjudul Pancasila Sebagai Etika Politik dan Hukum Negara Indonesia karya Thomas Tokan (202), etika politik merupakan sarana yang tepat untuk membahas hukum dan kekuasaan negara. Sebagai filsafat, politik dapat mempengaruhi permasalahan fundamental dan tujuan bangsa.
Politik membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan negara, kekuasaan, pengambilan keputusan, kebijakan, distribusi, dan alokasi sumber daya. Fungsinya untuk mempertanyakan serta menjelaskan legitimasi politik yang adil dan bertanggung jawab.
Proses kehidupan politik dilakukan agar pembahasan masalah-masalah ideologis dapat dijalankan secara objektif. Praktiknya bisa diisi dengan nilai-nilai Pancasila yang telah dirumuskan oleh para pendiri bangsa.
Pancasila sebagai etika politik berpedoman pada nilai-nilai dan butir yang terkandung di dalamnya. Pancasila menentukan cara bersikap, bertindak, dan berproses dalam menentukan kehidupan politik bangsa Indonesia.
Mengutip jurnal berjudul Etika Politik Pancasila karya Dwi Yanto (2017), Pancasila adalah moral identity warga negara Indonesia. Penerapan etika politik Pancasila dapat dilihat pada tiap butirnya, yaitu:
Sila ke-1: Ketuhanan Yang Maha Esa. Dalam kegiatan politik, warga negara tidak boleh melupakan apa yang menjadi kewajibannya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
Sila ke-2: Kemanusiaan yang adil dan beradab. Dalam kegiatan politik, warga negara harus mengikuti aturan-aturan yang telah ditetapkan, bersikap sopan santun sesuai adat istiadat yang berlaku.
Sila ke-3: Persatuan Indonesia. Dalam kegiatan politik, warga negara harus mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat, bukan kepentingan pribadi ataupun golongan.
Sila ke-4: Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Dalam kegiatan politik warga negara harus selalu berkoordinasi dan musyawarah untuk mencapai kesepakatan. Perlu juga bersikap bijaksana sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada.
Sila ke-5: Keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia. Dalam kegiatan politik warga negara harus jujur, adil, dan bersifat sosial tanpa pamrih, kecuali demi kesejahteraan bersama.
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud dengan etika politik?

Apa yang dimaksud dengan etika politik?
Etika politik merujuk pada proses pengambilan keputusan dan kebijakan yang dijiwai oleh nilai-nilai tertentu seperti Pancasila
Bagaimana penerapan sila ke-1 Pancasila sebagai etika politik?

Bagaimana penerapan sila ke-1 Pancasila sebagai etika politik?
Dalam kegiatan politik, warga negara tidak boleh melupakan apa yang menjadi kewajibannya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
Bagaimana penerapan sila ke-2 Pancasila sebagai etika politik?

Bagaimana penerapan sila ke-2 Pancasila sebagai etika politik?
Dalam kegiatan politik, warga negara harus mengikuti aturan-aturan yang telah ditetapkan, bersikap sopan santun sesuai adat istiadat yang berlaku.
