Pengertian Agama Samawi dan Agama Ardhi Beserta Ciri-cirinya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Secara garis besar, para ahli membedakan agama menjadi dua macam, yaitu Agama Samawi dan Agama Ardhi. Keduanya dibedakan berdasarkan sumber datangnya ajaran agama tersebut.
Mengutip jurnal Agama Langit dan Agama Bumi dalam Pandangan Para Penulis Muslim di Indonesia oleh Windi Anisa Dhiya (2019), pengertian Agama Samawi atau Agama Langit adalah agama yang turun dari hadirat Tuhan.
Maksudnya, agama berasal dari wahyu Tuhan yang disampaikan kepada para rasul-Nya untuk diajarkan kepada umatnya masing-masing sebagai petunjuk kehidupan.
Ada tiga agama yang termasuk Agama Samawi, yakni Yahudi, Nasrani, dan Islam. Ketiga Agama Samawi tersebut menyampaikan pokok ajaran yang sama kepada umatnya, yaitu keyakinan akan ke-Esaan Tuhan.
Agama Samawi disebut sebagai agama yang paling tua karena telah diturunkan sejak zaman Nabi Adam, asal muasal manusia, dan diteruskan kepada nabi-nabi setelahnya hingga nabi terakhir, Nabi Muhammad SAW.
Sedangkan, Agama Ardhi atau disebut juga Agama Bumi adalah agama yang berkembang berdasarkan budaya, daerah, ataupun pemikiran seseorang. Ajaran tersebut kemudian diterima secara global meski kitab sucinya bukan berlandaskan wahyu. Sederhananya, Agama Ardhi adalah agama hasil ciptaan manusia.
Jika Agama Samawi berlandaskan pada kepercayaan bahwa Tuhan Maha Esa, dasar kepercayaan Agama Ardhi adalah mengenai ketuhanan yang tidak pasti, karena pada dasarnya hanya diciptakan dan khayalan belaka.
Yang termasuk dalam Agama Ardhi antara lain Hindu dan Buddha. Itu karena Hindu merupakan akulturasi budaya bangsa Aria dan Dravida, sementara Buddha adalah hasil pemikiran Sidharta Gautama.
Agar lebih mudah memahami Agama Samawi dan Agama Ardhi, berikut ciri-ciri yang membedakan keduanya.
Ciri-ciri Agama Samawi
Disampaikan oleh manusia yang dipilih Allah sebagai utusan-Nya.
Dapat dengan pasti ditentukan kelahirannya.
Tidak tumbuh dari masyarakat, tetapi diturunkan kepada masyarakat.
Memiliki kitab suci yang diwariskan Rasul Tuhan dengan isi yang sudah pasti.
Ajarannya serba tetap, meskipun tafsirnya dapat berubah sesuai dengan kecerdasan dan kepekaan manusia.
Ajarannya universal, yaitu berlaku bagi setiap manusia, masa, dan keagamaan.
Memiliki konsep Ketuhanan Yang Maha Esa.
Ciri-ciri Agama Ardhi
Agama Ardhi tidak disampaikan oleh Nabi dan Rasul Tuhan serta tidak dapat dipastikan kelahirannya.
Diciptakan oleh tokoh agama.
Berasal dari daerah dan kepercayaan masyarakat.
Tidak memiliki kitab suci yang diwariskan oleh Nabi atau Rasul Tuhan.
Jika ada kitab suci yang diwariskan, isi kitab itu mengalami perubahan seiring dengan perjalanan sejarah agama tersebut.
Ajarannya dapat berubah-ubah mengikuti perubahan pola pikir masyarakat yang menganutnya.
Konsep ketuhanannya panthaisme, dinamisme, dan animism.
Ajarannya tidak universal.
(ADS)
